Bupati Purbalingga Minta Percepatan Pembangunan Linggamas

oleh

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Heru Sudjatmoko meminta supaya PT Krakatau Indah memanfaatkan musim kemarau tahun ini dengan melakukan percepatan pembangunan Jembatan Linggamas.

Saat melakukan meninjau proses pembangunan jembatan yang dibangun dengan dana Rp 45 miliar tersebut, Bupati mengatakan, kontraktor akan kesulitan membangun bila musim hujan tiba.

“Kita tahu kalau hujan, Kali Klawing seperti apa,” tutur Bupati Heru yang datang bersama Asisten II Setda, Susilo Utomo; Kabag Pembangunan Setda Suroto; Kepala DPU, Sigit Subroto dan Kabag Humas Setda, Rusmo Purnomo.

Dalam penjelasannya, Direktur PT Krakatau Indah, Nasir Abdullah menuturkan bahwa mereka fokus menggarap dahulu pondasi di Desa Kedungbenda, Kemangkon. Sebab, aliran air Kali Klawing mengalir ke arah tersebut.

Tentang hal tersebut, Bupati Heru mengaku paham dengan alasan tersebut. “Wilayah ini kan memang di tikungan luar, air banyak ke arah sini, jadi perlu digarap dulu,” tutur Bupati. Itu juga dibenarkan Sigit Subroto.

Karena itulah, Bupati Heru juga tetap meminta agar pembangunan di titik tersebut segera dituntaskan. Dengan begitu, kontraktor akan bisa segera membangun pondasi yang terdapat di wilayah Kabupaten Banyumas.

Kepada wartawan, Nasir menjelaskan, kini pembangunan Jembatan Linggamas sudah memasuki tahap pengurukan sungai, untuk persiapan membuat pondasi jembatan. Sejumlah alat berat sudah dikerahkan.

Pengeboran

Di luar itu, PT Krakatau Indah juga tengah menunggu kedatangan alat bor yang didatangkan dari Jakarta. “Paling lambat Sabtu (11/8) alatnya sudah datang,” kata Nasir Abdullah, Rabu sore kemarin.

Bila alat bor sudah datang, ia akan memulai melakukan pengeboran dari wilayah tengah sungai. Pengeboran dilakukan sedalam 14 meter. Kemudian baru mengecor pondasi. “Butuh waktu sekitar sepuluh hari,” kata dia.

Saat diresmikan pembangunannya, medio Juli silam, baik Bupati Purbalingga maupun Bupati Banyumas Mardjoko menaruh harapan besar pada jembatan yang dibangun dalam dua tahun tersebut. Tahap pertama menelan dana Rp 17,5 M.

Linggamas dipandang bukan semata menyambung dua desa yang terpisahkan Kali Klawing. Namun juga, menyambung kedekatan antara Banyumas dan Purbalingga. Bahkan, hubungan kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian barat.

“Dengan dimulainya pembangunan Linggamas, realisasi bandara “wis mulai prantang-prantang” (sudah mulai jelas),” kata Bupati Mardjoko saat peletakan batu pertama Jembatan Linggamas ketika itu. *Humas Purbalingga