Hanyut Berpolitik, Jiwa Nasionalisme Semakin Memudar

oleh

Menyambut hari ulang tahun( HUT) kemerdekaan RI yang ke 67 tahun 2012, kita harus menengok ke belakang, betapa besar pengorbanan pejuang yang tanpa pamrih melawan musuh dengan pantang menyerah.

Mari kita isi kemerdekaan ini dengan menegakkan persatuan, dan kesatuan menuju masyarakat adil dan makmur, begitu yang diungkapkan Kolonel Purnawirawan Kadarman AS selaku ketua LVRI( Legiun Veteran Republik Indonesia) Provinsi Jateng di ruang kerjanya, Selasa(14/10).

“Banyak suka dan duka yang kami rasakan, tetapi kami bangga dengan situasi saat itu. Karena kami betul- betul bisa merasakan membela tanah air walaupun tanpa gaji. Perjuangan yang sangat hebat, walaupun menderita, tapi kami bisa dekat dengan rakyat, karena kami juga bisa makan dari rakyat,” ungkap Kadarman .

Ditambahkannya, seseorang bisa dikatakan sebagai veteran, apabila sudah mendapatkan Gelar Kehormatan Veteran. Untuk tanda penghargaan yang kami terima meliputi bintang gerilya dan bintang legiun veteran. Seorang veteran yang bukan PNS, ataupun TNI hanya akan menerima tunjangan veteran sebesar 1 juta- 1,4 juta per bulan, dan akan menerima Dana Kehormatan sebesar 250 ribu perbulan, ini tidak sesuai dengan namanya Dana Kehormatan.

Menyikapi dari Gubernur Jateng H. Bibit Waluyo, sesuai per mendagri 32, tentang dana hibah kepada organisasi kemasyarakatan, veteran menerima dana bantuan dari pemerintah berdasarkan proposal kegiatan.Jadi kalau tidak ada kegiatan, veteran tidak menerima dana bantuan apapun.

Ketika disinggung masalah pemerintahan sekarang, Kadarman menuturkan, Bibit Waluyo sangat respek dan perhatian terhadap veteran, program dari Bibit sangat menyentuh, yaitu dengan memperbaiki taman makam pahlawan Giri Tunggal di Semarang. Sekarang taman itu sudah ditata oleh Gubernur, sehingga bisa untuk pembelajaran anak- anak muda, bahwa disini tempat pahlawan yang berjuang demi membela bangsa dan negara.

Untuk membalas rasa hormatnya kepada gubernur, pihak veteran menganugerahi bintang LVRI kepada Bibit Waluyo, karena mereka menganggap gubernur sekarang sangat perhatian terhadap veteran.

Ketika dimintai pendapat tentang generasi sekarang, Kadarman mengatakan, bahwa orang- orang sekarang sudah terhanyut jaman sekarang, fokusnya hanya di politik saja. Mereka sudah kehilangan jiwa nasionalismenya.

“Saya menghimbau untuk para mahasiswa, belajarlah sesuai porsi, jangan demo- demo terus yang akan memicu keributan masyarakat,” tambahnya.**