Presiden Sebut Pelaku Korupsi, Kekerasan dan Kejahatan Perusak Negeri Ini

oleh

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan di tengah banyaknya warga bangsa yang sadar dan gigih berjuang membangun Indonesia yang lebih damai, maju, adil, dan sejahtera, tidak sedikit yang jadi penghalang, yakni mereka yang melakukan korupsi dan tindak kekerasan.

Presiden mengemukakan hal itu saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Pasukan Kehormatan Taruna Akademi TNI dan Akpol, Paduan Suasra dan Orkestra Gita Bahana Nusantara, Teladan Nasional, serta peserta Lomba dan Pameran Foto Indonesia Tahun 2012 di Hall D, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (14/8) malam.

Presiden SBY yang didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono mengaku senang dan bangga banyak warga bangsa yang sadar dan ikut serta gigih berjuang untuk membangun negerinya. Namun Presiden mengaku prihatin karena tidak sedikit pula yang menjadi penghalang.

Yang dimaksud peghalang oleh Presiden adalah para pelaku korupsi, kekerasan, dan kejahatan. “Mereka yang justru tidak ikut meningkatkan pembangunan di negeri ini tetapi menggangu dan merusak negara yang kita cintai,” SBY menjelaskan.

Kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Pasukan Kehormatan Taruna Akademi TNI dan Akpol, Paduan Suasra dan Orkestra Gita Bahana Nusantara, Teladan Nasional, serta peserta Lomba dan Pameran Foto Indonesia Tahun 2012, Kepala Negara berpesan agar terus menjadi teladan, dan memberikan contoh kepada warga bangsa yang lain, dan jangan sekali-sekali ikut-ikutan mengganggu dan merusak apa yang telah kita capai sekarang ini.

Kepada para teladan dan putera puteri berprestasi, Presiden merasa bangga atas apa yang telah mereka lakukan di berbagai bidang dan menjadi contoh bagi WNI lainnya. “Bagi para teladan teruslah menjadi teladan, bagi yang berprestasi teruslah mengukir dan meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa depan,” ujar Presiden SBY yang merasa senang dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan putra-putri terbaik bangsa yang berprestasi.

Lebih Baik dari Inggris dan Jerman

Dalam kesempatan tersebut Presiden SBY mengemukakan, bahwa di tengah berbagai krisis global saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan sejumlah negara Eropa. Kuartal kedua 2012 ini, kita tumbuh 6,4 persen, sementara Inggris tumbuh minus 0,3 persen, Perancis tumbuh nol persen, dan Jerman 0,3 persen.

“Apa yang telah kita raih ini, dengan pengorbanan kita semua dan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak kita sia-siakan. Kita harus terus membangun di berbagai bidang,” tutur SBY.

Kepala Negara melanjutkan, bila ekonomi terus tumbuh maka lapangan pekerjaan pun akan bertambah. Kalau itu terjadi, jumlah orang miskin akan berkurang. “Dengan ekonomi yang tumbuh, negara memiliki pendapatan yang lebih besar. Dengan pendapatan yang lebih besar kita bisa meningkatkan pendidikan, kesehatan, usaha kecil dan mikro, infrastuktur, dan semua yang harus dibangun di seluruh negeri,” jelas SBY.

Presiden meyakini, dengan politik yang stabil, dengan keamanan yang relatif terjaga, maka negeri ini bisa membangun ekonominya.

Sebagai bentuk kecintaan terhadap rakyat, kata SBY, pemerintah berencana meningkatkan anggaran pembangunan untuk daerah tahun 2013 dan 2014, terutama daerah terpencil, perbatasan, pulau terluar, dan yang sulit dijangkau akan ditingkatkan.

“Kita tingkatkan anggaran untuk air minum saudara-saudara kita komunitas miskin perkotaan, kita tingkatkan fasilitas air bersih di seluruh tanah air untuk saudara-saudara kita yang sulit mendapatkan air bersih,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Acara silaturahmi dengan Paskibraka, pasukan kehormatan Taruna Akademi TNI dan Akpol, Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara, dan para Teladan Nasional itu juga dihadiri oleh Mendagri Gamawan Fauzi, Mendikbud Mohammad Nuh, Seskab Dipo Alam, Menhut Zulkifli Hasan, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Mentan Suswono, Menkes Nafsiah Mboi, Menpora Andi Mallarangeng, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.**

sumber : humas Setkab