Menag: Kasus di Sampang Persoalan Keluarga, Bukan Persoalan Agama

oleh

MENTERI Agama Suryadharma Ali meminta agar kasus kerusuhan yang terjadi di Kampung Nakernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, pada Minggu (26/8) siang, tidak dikaitkan dengan masalah antara pengikut Syiah dan Sunni karena ini masalah keluarga.

“Itu bukan persoalan agama, semua pihak harus bisa menahan diri tidak usah dibenturkan antara Syiah dan Sunni,” kata kata Menag kepada wartawan usai halal bihalal Idul Fitri 1433H keluarga besar Kementerian Agama di gedung Kemenag Jalan Thamrin Jakarta, Senin (27/8).

Menag mengatakan, yang paling mendasar pada saat ini yaitu persoalan pemulihan keamanan, harus segera diselesaikan. “Oleh karenanya saya dengan Kapolri, Menkumham dan Kepala BIN akan kesana melihat dari dekat kondisinya seperti apa,” ungkapnya.

Menurut Menag, peristiwa bentrokan di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, kecamatan Omben memang bukan persoalan agama, tapi persoalan keluarga kemudian merembet melibatkan kepada pengikut-pengikutnya. “Pengikutnya kebetulan berbeda mazhab, akhirnya seperti inilah,” ujarnya.

Menteri Agama juga meminta semua pihak harus bisa menenangkan suasana, colling down, sehingga proses pengembalian pemulihan keamanan.

Dalam pada itu Menteri Agama di hadapan pejabat dan karyawan Kementerian Agama mengingatkan agar hikmah puasa Ramadhan dapat dipertahankan pada bulan-bulan berikutnya, sehingga Kemenag semakin lebih baik, melayani masyarakat serta lebih berprestasi lagi.

“Puasa telah mendidik kita bersikap sabar, prihatin, menjaga mulut, mata dan telinga, mudah-mudahan ini terus tertanam pada bulan-bulan berikutnya,” kata menteri pada halal bihalal yang dihadiri Hj. Indah Suryadharma Ali, Wakil Menag Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat serta pejabat Kemenag Pusat itu.**

sumber: humas Kemenag/setkab