Pemerintah Akan Dirikan Akademi Komunitas di 19 Daerah

oleh

PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mendirikan Akademi Komunitas (AK) di 19 daerah tingkat II di tanah air. Sebagai model, pada tanggal 9 September 2012 ini, akan dipasang tiang pancang pembangunan AK pertama di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh mengungkapkan, pendirian Akademi Komunitas (AK) yang sedang digarap oleh Kemendikbud itu merupakan perluasan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Keberadaan SMK sebagai pendidikan vokasi akan didorong dengan AK. AK nantinya juga akan saling melengkapi dengan politeknik,” kata M. Nuh.

Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, Akademi Komunitas didefinisikan sebagai Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus.

Menurut Mendikbud M. Nuh, AK di Pacitan akan membidangi otomotif, agro, IT, dan perhotelan. AK ini akan menjadi model percontohan untuk daerah lain. “Dia (AK) di Pacitan ini akan memiliki mini hotel sendiri,” tutur mantan Rektor ITS ini.

Adapun 19 lokasi pendirian AK lainnya adalah, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Muko-muko, Kota Prabumulih, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Ponorogo, Kota Blitar, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Kolaka, Kota Mataram, Kabupaten Tuban, Kabupaten Kerom.

Cetak Biru

Mengenai model standar AK yang akan dikembangkan pemerintah, menurut Mendikbud M. Nuh, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyiapkan cetak biru pendirian AK. Dalam cetak biru tersebut akan disusun skenario implementasi AK, mulai dari rencana waktu pembangunan, rencana lokasi, hingga rencana dosen dan instruktur yang akan bertugas di AK.

Nantinya, di setiap kabupaten/kota akan didirikan AK. Rencana tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah 2013. “Akan keluar (cetak biru AK) pada September-Oktober mendatang,” kata M. Nuh.

Cetak biru AK yang akan disiapkan tidak hanya melingkupi sekolah, tapi juga skenario mahasiswa yg ditampung, berapa lulusannya, dan dosennya seperti apa. “Jadi tidak hanya mendirikan saja,” katanya.

Mendikbud menjelaskan, ada tiga sasaran pendirian AK. Pertama, AK bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketenagakerjaan. Salah satu kriteria wilayah pendirian AK adalah kantong-kantong penyedia tenaga kerja Indonesia (TKI), seperti di Indramayu dan Tasikmalaya.

Kedua, daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah tapi belum dikelola dengan baik. Melalui AK, masyarakat setempat akan memiliki daya jual dan daya saing yang lebih tinggi. Sehingga jika di lingkungan tersebut ada pabrik atau perusahaan, masyarakat di sekitar AK bisa dilibatkan.

Dan ketiga, AK adalah satu kesatuan dengan Masterplan Percepatan & Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI). Pendirian AK memerlukan investasi yang besar baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Pekerjaan ini tidak mudah. Namun selama dananya tersedia, pasti jadi,” katanya.**

editor: sarbini