Konsumsi Pertamax di Jawa Tengah Naik 100 Persen

oleh

Penggunaan bahan bakar pertamax di Jawa Tengah naik 100 persen selama diberlakukannya wajib bahan bakar minyak (BBM) non subsidi sejak agustus 2012. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Teguh Dwi Paryono, saat ditemui Jatengtime.com di ruang kerjanya, Selasa (28/8).

Menurutnya, kenaikan yang sangat drastis tersebut bukan hanya mobil dinas yang menggunakan pertamax, melainkan mobil mewah pun beralih ke penggunaan bahan bakar pertamax. Berdasarkan data yang ada, jumlah kendaraan dinas di Jawa Tengah yang wajib menggunakan bahan bakar pertamax sejumlah 70.000 kendaraan.

“Sekarang pemilik mobil mewah merasa malu kalau masih menggunakan bbm bersubsidi ataupun solar, jadi mereka sudah mulai beralih ke pertamax,” ujarnya.

Dijelaskannya, apabila ditemukan mobil plat merah yang mengisi BBM subsidi di SPBU, maka pihak SPBU akan mencatat dan melaporkan ke dinas terkait. Kemudian dinas terkait akan menyampaikan langsung ke Kementerian BUMN RI.

“Apabila melanggar, mobil dinas akan ditarik penggunaannya. Jika pihak SPBU yang melanggar dan membiarkan mobil dinas tidak menggunakan pertamax, maka dari pihak pertamina sendiri akan memberi sanksi yaitu dihentikannya pengiriman bahan bakarm,” ujarnya.

Diungkapkannya, selama bulan Agustus ini pihaknya belum mendapatkan pengaduan ataupun laporan terkait pelanggaran penggunaan mobil dinas dengan bahan bakar pertamax. Sementara itu, penggunaan premium bersubsidi turun hingga 20 persen, sedangkan penggunaan solar turun hingga 40 persen.*

Editor : Herry Febriya