Farhan, Generasi Kedua dari Kelompok Garis Keras

oleh

Tiga tersangka teroris dua diantaranya meninggal dunia saat disergap Densus 88, Jumat (31/8) kemarin merupakan kelompok garis keras serta ketiga orang tersebut bukan merupakan kelompok baru dalam setiap aksi teror. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai Sabtu (1/9).

Ansyaad menambahkan meskipun usia dua pelaku teror tersebut masih terbilang remaja, mereka memiliki garis keturunan yang dikenal mengajarkan kekerasan. Salah satu pelaku bernama Farhan, imbuh Ansyaad merupakan kelompok Hisbah di Solo. Hisbah sendiri adalah sayap dari JAT (Jamaah Ansharut Tauhid), anak buah Sigit Qardhawi yang tewas Mei tahun lalu.

Kelompok Hisbah merupakan kelompok Tandzim yang bergerak dalam memberantas kemaksiatan. Kelompok lokal Solo ini kemudian dalam perjalanannya terpecah, satu kelompok tetap dalam kegiatan nahi mungkar, sementara lainnya melakukan jihad.

Selain itu Farhan juga pernah tergabung dalam kelompok Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Omar. Abu Omar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman ditangkap Juli 2011 di Jakarta. Peranan Abu Omar adalah menyelundupkan senjata dari Filipina selatan ke Indonesia. “Farhan adalah anak tiri Abu Omar,” ujarnya.

Ayah kandung Farhan, Sartono dikenal dekat dengan Abu Omar. Sartono bersama Zulfikar adalah pelaku yang pernah melakukan upaya pembunuhan terhadap Matori Abdul Jalil, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua MPR. “Ayahnya itu Sartono, bersama Abu Omar yang dulu mau membunuh Matori Abdul Jalil,” pungkas Ansyaad.*

Sumber : Detik.com
Editor : Wisanggeni