Kompolnas Tak Temukan Unsur Kelalaian Penanganan Kasus Sampang

oleh

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan tidak menemukan adanya unsur kelalai petugas Kepolisian Sampang, Madura, Jawa Timur dalam tragedi kemanusiaan yang terjadi 26 Agustus lalu.

“Upaya yang dilakukan petugas kepolisian Sampang sudah optimal, bahkan polisi sering bertindak di luar kewenangannya sebagai polisi guna mencegah adanya kerusuhan disana,” kata Kepala Sekretariat Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Brigjen Polisi Drs HM Nasser Amir, di Sampang, Sabtu (1/9), seusai meninjau lokasi kerusuhan di Desa Nanggernang, Kecematan Omben.

Nasser Amir menjelaskan, tindakan yang berada di luar kewenangan polisi itu, seperti memberikan bantuan air besih bagi masyarakat sekitar Dusun Nanggernang, serta bantuan kambing setiap bulan kepada masyarakat di sekitar lokasi konflik.

Ia menengarai, tragedi kemanusiaan di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran Kecamatan Karangpenang itu lebih disebabkan oleh faktor ekonomi. “Kondisi ekonomi masyarakat inilah yang sering menjadi pemicu terjadinya tindak pidana kriminal,” katanya.

Nasser melanjutkan, dalam teori ilmu sosial, kondisi ekonomi masyarakat miskin sangat berpotensi melakukan tindak pidana kriminal, sehingga jika ada perbedaan pendapat sedikit saja, maka masyarakat mudah terpengaruh melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

Di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben Sampang ini, kondisi ekonomi masyarakat relatif memprihatinkan. Penduduk disana belum teraliri listrik dan ketersediaan air bersih belum memadai. Infrastruktur jalan juga sangat memprihatinkan. Tim Kompolnas datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) penyerangan sekira pukul 16.00 WIB.

Nasser selanjutnya meninjau semua rumah warga Syiah yang dibakar kelompok penyerang, serta melakukan tanya jawab dengan warga yang ditemui. Dalam wawancara itu, Nasser selalu menanyakan shalat yang digunakan, seperti jumlah shalat tawarih, serta imam yang diikuti masyarakat itu.

Usai meninjau lokasi kejadian, ia melakukan pertemuan tertutup dengan unsur pimpinan Kepolisian Resort (Polres) Sampang dan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). *

Sumber : Antara
Editor : Wisanggeni