Wagub Prihatin Kurangnya Pemberian ASI Bagi Bayi

oleh

WAKIL Gubernur Jawa Tengah Dra. Hj. Rustriningsih mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam meningkatkan pemberian standar emas makanan bayi dan anak, untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut diutarakannya saat menjadi narasumber dalam seminar Pekan ASI 2012 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, pemberian ASI Ekslusif di Indonesia masih memprihatinkan hal tersebut berdasarkan data yang diperoleh tahun 2010 menyebutkan Ibu yang menyusui bayinya hanya sekitar 37,44 persen dan pada tahun 2011 mencapai 45,86 persen.

Meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk undang-undang kesehatan RI No. 36 th 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Gubernur Jateng No. 56 th 2011 tentang kebijakan program peningkatan Pemberian ASI, serta Peraturan Presiden No. 33 tentang pemberian ASI eklusif, namun pada kenyataannya masih banyak yang belum sadar tentang pemberian ASI Eklusif bagi bayi.

“Angka bayi lahir meninggal secara nasional mencapai 500 orang per hari, sedangkan untuk di Jawa tengah sendiri rata-rata per hari bayi meninggal 17 hingga 18 orang. Untuk itu perlu dilakukan penyatuan komitmen antara pemerintah dengan semua pihak,” kata Rustriningsih.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, pemberian ASI – Eksklusif masih cukup memprihatinkan, bahkan masih banyak ibu-ibu yang memberikan bayinya dengan susu formula. Untuk itu, langkah yang akan ditempuh Pemprov Jateng adalah percepatan peningkatan pemberian ASI dan juga peningkatan peran serta berbagai pihak untuk memberikan kesadaran, penyuluhan, kepada ibu hamil atau menyusui agar bisa mengkondisikan dirinya untuk memberikan ASI.*

Sumber : Situs Pemprov Jateng

Editor : Herry Febriyanto