Minggu, 23 November 2014 | 20.09 WIB
Jateng Time
Hukum

Kejati Kembalikan BAP Kasus Dugaan Suap Ke Penyidik Polda Jateng

Semarang | Senin, 15 Oktober 2012 - 09.39 WIB | Dibaca: 513 kali
IMG-3799
Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah

UNTUK kedua kalinya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mengembalikan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka dugaan kasus suap di kabupaten Semarang . BAP tersangka dugaan suap Kusulistyono yang juga salah seorang anggota DPRD Kabupaten Semarang itu dikembalikan ke penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng.

Pihak Kejati beralasan, berkas perkara yang diserahkan penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng itu dinilai penyidik kejati belum lengkap, papar Asisiten Tidak Pidana Khusus (Ass Pidsus) Wilhelmus Lingitubun.

Dikatakan Wilhelmus, pengembalian berkas pemeriksaan terhadap tersangka Kusulistyono ini untuk kedua kalinya dimana pada penyerahan BAP pertama Apri 2012 lalu juga dikembalikan. Namun, ketika didesak poin apa saja yang dinilai belum lengkap, dia tidak menjelaskan secara rinci dengan alasan, ” Itu rahasia penyidik,” terangnya.

Pengembalian BAP ke penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng untuk kedua kalinya, kata Wilhelmus tentunya dilengkapai dengan sejumlah petunjuk-petunjuk agar penyidik bisa melengkapi BAP yang di inginkan penyidik Kejati.

Untuk sekedar diketahui, Kusulistyono merupakan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Semarang yang ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng sebagai tersangka tunggal kasus dugaan suap Bupati Semarang Mundjirin pada 14 Februari 2012 lalu.

Dugaan suap terjadi dalam rapat pembahasan interpelasi di salah satu hotel di wilayah Salatiga pada 19 Oktober 2011 lalu. Bahkan, p enyidik menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan Kusulistyono membawa uang sebesar Rp 33 juta dalam amplop pada rapat tersebut.

Uang yang dibawa oleh tersangka seperti yang diberitakan warta jateng edisi 15 Oktober 2012 menyebutkan, rencananya akan diberikan kepada 26 anggota DPRD Kabupaten Semarang yang hadir dalam pertemuan itu. Bahkan, menurut Kusulistyono uang tersebut berasal dari Bupati Mundjirin sebagai uang transport yang diberikan kepada peserta rapat. Uang tersebut diterima Kusulistyono dari ajudan bupati sehari sebelum rapat dimulai. **

Editor: Sarbini

Ukuran Font  
Dinilai belum lengkap, Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka kasus dugaan suap di Kabupaten Semarang dikembalikan pihak Kejati ke penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng.
Cetak

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

No Image Kantor Pelayanan Perizinan Mengurus 126 Jenis IzinKantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman semula hanya mengurus 8 jenis perizinan. ejak tahun 2014 dilimpahkan sebanyak 126 jenis perizinan.

No Image Mukhlis Rahman : Didikan Subuh Bentuk Pendidikan KeagamaanSebanyak 970 santriwan/santriwati utusan dari 97 MDA se Kota Pariaman dan 465 guru dan pengelola MDA,penuhi halaman Balaikota Pariaman pada acara Apel akbar Didikan Subuh se Kota Pariaman Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu (16/11/2014).

No Image Mukhlis Rahman Sosialisasikan SIP Berbasis GeospasialPemko Pariaman secara berkelanjutan terus berusaha membenahi sistem informasi termasuk data tentang kondisi dan aspek tata ruang Kota Pariaman yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu sehingga dapat diakses oleh setiap orang yang membutuhkan informasi tentang Kota Pariaman.

Ads