Selasa, 21 Oktober 2014 | 22.05 WIB
Jateng Time
HUkum

KPK Bidik Petinggi Korupsi di Kalbar

Effendy Asmara Zola  |  Pontianak | Selasa, 23 Oktober 2012 - 03.46 WIB | Dibaca: 708 kali
IMG-4067

SEDIKITNYA 20 petinggi di Kalimantan Barat saat ini sedang dibidik oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Mereka mantan birokrat maupun yang masih aktif. Juga ada mantan anggota legislatif.

Ketua KPK, Abraham Samad ketika berada di Pontianak baru-baru ini mengatakan, bahwa infrastruktur di Kalbar berjalan lamban dan berpotensi korupsi. Sedangkan infrastruktur KPK juga minim. Sebab itu sepertinya KPK belum menyentuh Kalbar.

Ketua KPK asal Makasar itu, bicara lantang di hadapan puluhan wartawan peserta Lokakarya Jurnalis Anti Korupsi di sebuah hotel berbintang di Pontianak baru-baru ini. Dia mengungkap kan, dengan penyidik yang cuma 87 orang, KPK kewalahan menangani kasus korupsi. Di Hongkong saja yang setingkat provinsi, contohnya, punya 200 penyidik perkara korupsi.

KPK memang tengah menghadapi persoalan serius menyangkut fasilitas pendukung“action”nya. Besar harapan Abraham Samad terhadap realisasi anggaran pembangunan gedung baru KPK. Gedung yang sekarang sudah tidak memadai, 700 karyawan yang ada saat ini terpaksa dibagi pada tiga tempat.

Kekurangan perangkat dan segala fasilitas internal, tidak berarti membuat KPK menelantarkan kasus-kasus korupsi di daerah. Sejauh ini, ungkap Nur Chusniah – Kabag.Peneliti /Investigasi dan Bantuan Hukum KPK, lembaganya tengah mendalami 16 dugaan berpotensi tindak pidana korupsi di Kalbar yang layak ditindaklanjuti. Dalam pemaparan sebelumnya, Abraham Samad mengungkapkan, pada tahun 2011 aset kekayaan negara yang berhasil diselamatkan Rp.152 triliun 957 miliar 821 juta 529 ribu 773,-.

Nur Chusniah tidak mengungkapkan secara rinci, korupsi bidang apa saja yang terdapat di dalam 16 kasus yang tengah dipersiapkan untuk ditindaklanjuti. Begitu juga siapa saja petinggi di Kalbar yang bakal jadi “sasaran tembak” KPK. Tapi petang ini (22/10) Jateng Time berhasil mengorek data dari sebuah sumber yang dekat dengan KPK.

Disebutkan, sedikitnya bakal ada 20 tersangka pada 16 kasus korupsi tersebut, sebab di antaranya ada yang dua tersangka dalam satu perkara. Kasusnya antara lain penilepan hutan lindung, proyek PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), penyelewengan Dana Bantuan Bencana Nasional, dan sebagainya di beberapa kabupaten. Di tingkat provinsi ada mantan birokrat dan pejabat aktif serta mantan anggota legislatif yang diperkirakan bakal diseret ke pengadilan Tipikor. *

Ukuran Font  
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membidik sejumlah kasus dugaan korupsi di Kalimantan Barat. Saat ini, lembaga anti rasuah itu tengah mendalami 16 dugaan kasus yang dinilai berpotensi korupsi.di Kalbar.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads