Selasa, 21 Oktober 2014 | 15.42 WIB
Jateng Time
Dugaan Korupsi Bansos di Koni Kalbar

Polda Akan Minta Audit Ulang Kasus Bansos KONI Kalbar

Andriansyah  |  Pontianak | Senin, 19 November 2012 - 17.05 WIB | Dibaca: 386 kali
IMG-4966
Ilustrasi

PENANGANAN kasus dugaan korupsi Bansos KONI Kalbar oleh Polda setempat kini masih mengambang. Seorang aktifis mahasiswa UNTAN (Universitas Negeri Tanjungpura) Pontianak yang sengaja menghubungi Jateng Time, Minggu kemarin (18/11) mengatakan, mereka bereaksi untuk mengingatkan semua pihak terkait untuk tidak jalan di tempat.

“Kami mengingatkan dan mendorong Polda Kalbar, agar tidak terus diam berpangku tangan dalam kasus ini”, ungkap sang narasumber yang minta identitas dirinya tidak dipublikasikan.

Kami menduga, katanya, auditor BPK Kalbar terindikasi menghilangkan dua nama yakni Usman Djafar (mantan Gubernur Kalbar) dan Zulfadli (mantan Katua DPRD Kalbar). “Sebab hasil audit, hanya Bendahara KONI Kalbar Ismayanto yang diserahkan ke penyidik Polda Kalbar”, ujarnya. Akibatnya, dia menambahkan, empat nama yang lain Lutfi A.Hadi, Zainal Abidin, Tomy Ria, dan Moses Alep ikut terbawa raib.

Seperti diberitakan Jateng Time sebelumnya (16/11) sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solmadapar (Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat), berunjuk rasa menuntut agar Kasus Dugaan Korupsi Bansos KONI Kalbar jangan sampai dipeti-eskan.

Polda Kalbar tak mau dipojokkan; “Kami berharap, perhitungan kerugian negara yang dikeluarkan oleh BPK juga mencantumkan nama Usman Djafar dan Zulfadli. Tapi sayangnya, BPK berfokus pada Ismayanto saja,” ungkap Dirkrimsus Polda Kalbar, Kombespol Drs Wirdhan Denny. Ismayanto adalah Wakil Bendaharawan KONI Kalbar yang telah mengaku menilep dana Satgas PON Rp.1,38 miliyar.

Polda hingga kini belum dapat menetapkan nama-nama baru, karena terbentur hasil audit BPK sebagai bukti. Sebab dugaan korupsi yang dilaporkan, kata Wirdhan, berdasarkan dari hasil audit BPK. Namun pihaknya, tidak akan tinggal diam. Polda Kalbar tetap akan meminta audit ulang Kasus Bansos KONI Kalbar yang merugikan negara Rp.22,14 miliyar itu.

Usman Djafar yang Mantan Gubernur dan Zulfadli Mantan Ketua DPRD diduga sejumlah aktifis mahasiswa, bersimsalabim dengan BPK Kalbar. Keduanya saat ini anggota DPR-RI. Sementara Zulfadli akhir-akhir ini sangat lincah berceloteh di TV Swasta Nasional terkait dugaan Korupsi Hambalang. Jangan sampai menepuk air di dulang.*

Editor: eaz

Ukuran Font  
Kami berharap, perhitungan kerugian negara yang dikeluarkan oleh BPK, juga mencantumkan nama Usman Djafar dan Zulfadli”, kata Diskrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol. Drs. Wirdhan Denny.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads