Selasa, 4 Agustus 2015 | 06.17 WIB
Jateng Time

Marching Band UNS Raih Juara I GPMB XXVIII Di Istora Senayan Jakarta

Imam Nur Ikhsan  |  Solo | Jumat, 28 Desember 2012 - 09.25 WIB | Dibaca: 1.435 kali
IMG-6608
Atraksi menarik team Marching Band UNS pada acara Grand Prix Marching Band XXVIII di Istora Senayan Jakarta.

SOLO – Marching Band Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) berhasil meraih juara 1 divisi 1 pada putaran final Grand Prix Marching Band (GPMB) XXVIII yang diselenggarakan pada 22-23 Desember 2012 di Istora Senayan, Jakarta.

Dengan mengusung tema The Amazing Show of Circus, Marching Band Sebelas maret juga meraih beberapa penghargaan seperti juara 1 Solo Horn, juara 3 Solo Percussion, Juara 3 Solo Keyboard Percussion, Juara 1 Visual Effect, Juara 2 Field Percussion, Juara 1 General Effect, Juara 2 Colour Guard, dan Juara 2 Front Ensemble.

Dosen yang sekaligus sebagai pembina Marching Band UNS, Tunjung W. Sutirta mengatakan kalau kemenangan ini adalah juga sebagai hadiah ulang tahun UNS ke- 37,bulan Maret mendatang.

Pelatih brass Marching Band UNS, Ujung Setiawan mengemukakan bahwa teamnya beranggotakan 79 mahasiswa.”Kemenangan Marching Band Sebelas Maret bukanlah prestasi yang diukur oleh penilaian juri melainkan kemenangan tersebut merupakan hasil diri pemain sendiri ketika berhasil mengalahkan keegoisan masing-masing pemain,” kata Ujung Setiawan.

Salah satu pemain mellophone, Ita Mawaddah (19) menerangkan bahwa disiplin dan kekompakan team merupakan modal pokok yang senantiasa harus di jaga di setiap waktu. “Aku nggak nyangka banget, mengingat semua aggota unit ini adalah mahasiswa yang memiliki kesibukan seabreg diluar kegiatan marching band. Tapi kenyataannya kita bisa latihan dengan rutin hingga mengusung kemenangan ini”. Ujarnya.

Ukuran Font  
Marching Band Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) berhasil meraih juara 1 divisi 1 pada putaran final Grand Prix Marching Band (GPMB) XXVIII yang diselenggarakan pada 22-23 Desember 2012 di Istora Senayan, Jakarta.
Cetak

No Image SEJARAHE AKSARA JAWIWonten ing buku HA NA CA RA KA ( ingkang dipun serat bapak Slamet Riyadi) babaripun Yayasan Pustaka Nusantara Yogyakarta

No Image WARGA KELILING CARI SUMBANGAN PEDAGANG PASAR HISTERISBuntut dari kasus pembantaian sadis di desa Wonowoso Demak, membuat puluhan warga desa ini yang di pimpin kepala desa Nur Ahmad berinisiatif mencari sumbangan suka rela bagi 3 korban pembantaian

No Image WAHATIK,TKW ASAL DEMAK 2 TAHUN KERJA DI MALAYSIA TIDAK BISA PULANG KARENA PASPOR DI TAHAN AGEN NAKALPasangan Tamsir ( 57 ) dan istrinya Aslihah ( 55 ) warga Desa Kedung Mutih Rt 2/ 2 kecamatan wedung kabupaten Demak selama dua ( 2 ) tahun ini berharap cemas

No Image KOMUNITAS FACEBOOK WARGA DEMAK ( WD ) BANTU KORBAN PEMBANTAIANMendengar satu lagi korban pembantaian sadis wonowoso Demak membuat komunitas facebook warga Demak bergerak hatinya untuk ikut membantu meringankan beban bagi keluarga korban. komunitas yang di kenal dengan sebutan WD

Ads