Rabu, 26 November 2014 | 21.52 WIB
Jateng Time

Marching Band UNS Raih Juara I GPMB XXVIII Di Istora Senayan Jakarta

Imam Nur Ikhsan  |  Solo | Jumat, 28 Desember 2012 - 09.25 WIB | Dibaca: 1.011 kali
IMG-6608
Atraksi menarik team Marching Band UNS pada acara Grand Prix Marching Band XXVIII di Istora Senayan Jakarta.

SOLO – Marching Band Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) berhasil meraih juara 1 divisi 1 pada putaran final Grand Prix Marching Band (GPMB) XXVIII yang diselenggarakan pada 22-23 Desember 2012 di Istora Senayan, Jakarta.

Dengan mengusung tema The Amazing Show of Circus, Marching Band Sebelas maret juga meraih beberapa penghargaan seperti juara 1 Solo Horn, juara 3 Solo Percussion, Juara 3 Solo Keyboard Percussion, Juara 1 Visual Effect, Juara 2 Field Percussion, Juara 1 General Effect, Juara 2 Colour Guard, dan Juara 2 Front Ensemble.

Dosen yang sekaligus sebagai pembina Marching Band UNS, Tunjung W. Sutirta mengatakan kalau kemenangan ini adalah juga sebagai hadiah ulang tahun UNS ke- 37,bulan Maret mendatang.

Pelatih brass Marching Band UNS, Ujung Setiawan mengemukakan bahwa teamnya beranggotakan 79 mahasiswa.”Kemenangan Marching Band Sebelas Maret bukanlah prestasi yang diukur oleh penilaian juri melainkan kemenangan tersebut merupakan hasil diri pemain sendiri ketika berhasil mengalahkan keegoisan masing-masing pemain,” kata Ujung Setiawan.

Salah satu pemain mellophone, Ita Mawaddah (19) menerangkan bahwa disiplin dan kekompakan team merupakan modal pokok yang senantiasa harus di jaga di setiap waktu. “Aku nggak nyangka banget, mengingat semua aggota unit ini adalah mahasiswa yang memiliki kesibukan seabreg diluar kegiatan marching band. Tapi kenyataannya kita bisa latihan dengan rutin hingga mengusung kemenangan ini”. Ujarnya.

Ukuran Font  
Marching Band Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) berhasil meraih juara 1 divisi 1 pada putaran final Grand Prix Marching Band (GPMB) XXVIII yang diselenggarakan pada 22-23 Desember 2012 di Istora Senayan, Jakarta.
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads