Selasa, 21 Oktober 2014 | 10.43 WIB
Jateng Time

Sekda Demak Janji Evaluasi Pelaksanaan LPSE

Suparningsih  |  Demak | Selasa, 28 Agustus 2012 - 20.58 WIB | Dibaca: 681 kali
IMG-1885
Suasana audiensi antara Sekda Kabupaten Demak Poerwono Sasmito dengan perwakilan pendemo.

Aksi demo yang dilakukan ratusan massa dari berbagai komponen di Kabupaten Demak yang menuntut agar Panitia LPSE Joko. S dipecat, ditanggapi serius oleh Sekda Kabupaten Demak, Poerwono Sasmito, Selasa (28/8).

Ditemui di Pendopo Kabupatan Demak, Poerwono mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi sistem LPSE yang baru dibentuk tahun ini.

“Kami akan adakan pembenahan- pembenahan, insyallah nantinya bisa akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Diungkapkannya, pihaknya tidak bisa memecat atau memberhentikan panitia lelang, namun dirinya berjanji akan membenahi LPSE sebaik mungkin.

“Semoga untuk ke depannya bisa berjalan lebih baik dan lancar, karena dalam pelaksanaan tentunya ada kelebihan dan kekurangannya,” ungkap Poerwono.*

Editor : Herry Febriyanto

Ukuran Font  
Pemkab tidak bisa memecat atau memberhentikan panitia lelang, namun Sekda Demak Poerwono Sasmito berjanji akan membenahi LPSE sebaik mungkin.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads