Kamis, 2 Oktober 2014 | 13.22 WIB
Jateng Time

SIBAT Gelar Simulasi Bencana Banjir

Nur Hasan  |  Slawi | Selasa, 25 Desember 2012 - 01.09 WIB | Dibaca: 528 kali
IMG-6394
Tampak Sibat Desa Kaligayam sedang praktek mengevakuasi korban banjir.

SLAWI – Dalam rangka memahami penanganan bencana di tingkatan Desa, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Kaligayam Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal menggelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana, Senin (24/12).

Simulasi diikuti oleh ratusan komunitas masyarakat yang terdiri dari warga Dusun Bendungan, Perangkat Desa, Ketua RT / RW, Karang Taruna, Linmas, PKK, Sibat Desa Kaligayam dan Relawan PMI Kabupaten Tegal dengan dukungan dari Palang Merah Jerman.

Kepala Desa Kaligayam, Amsori mengatakan, simulasi tanggap darurat bencana yang dilakukan adalah penanganan bencana banjir khususnya di Wilayah Dusun Bendungan RW 02 yang dipetakan sebagai daerah yang rawan banjir.

“Sumber ancaman banjirnya dimungkinkan dari meluapnya sungai Pondoh dan sungai kumisik. Kalau hujan besar berturut-turut lebih dari dua hari diperkirakan banjir akan datang,”ungkapnya.

Lebih luas dijelaskan Amsori, dengan dilakukannya Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Desanya, diharapkan masyarakat tahu harus berbuat apa bila terjadi bencana yang sesungguhnya.

“Minimalnya masyarakat tahu arah jalur zona aman,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji menjelaskan, tujuan diadakan simulasi penanganan bencana di Desa adalah dalam rangka Upaya Pengurangan Risiko bencana bagi daerah rawan bencana.

“Masyarakat perlu pemahaman langkah-langkah yang benar untuk dilakukan, baik sebelum bencana maupun saat bencana terjadi.”jelasnya.

Dijelaskan Bimo, Kegiatan Simulasi Tanggap Darurat bencana selain dilakukan di Desa Kaligayam, juga dilakukan oleh Komunitas Desa lain seperti Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa, Desa Danasari Kecamatan Bojong, Desa/Kecamatan Bumijawa dan menyusul Desa Kedungkelor Kecamatan Warurejo.

“Mereka dalam melakukan simulasi berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat yang telah dibuat oleh Desanya. Disana diatur tentang peran dan tupoksinya dari komponen yang ada,”paparnya.

Prosedur Penanganan Bencana di Perdesaan

Untuk menguatkan dan melegalkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat yang dibuat oleh Komunitas Desa perlu dilakukan pengesahan dari Desa. Salah satu contohnya Desa Bumijawa, Kepala Desa merencanakan mengesahkan SOP dengan dibuatnya Perdes tentang SOP Tanggap darurat bencana. Sehingga dalam pelaksanaan tanggap darurat yang sesungguhnya, para pelaku tanggap darurat bisa melaksankan tugasnya dengan jelas dan terarah.**

editor: sbi

Ukuran Font  
Dalam rangka memahami penanganan bencana di tingkatan Desa, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Kaligayam Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal menggelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana, Senin (24/12).
Cetak

No Image 90 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Pariaman DirehabilitasiPemerintah Kota Pariaman memberikan perhatian yang cukup besar bagi masyarakat miskin di Kota Pariaman.

No Image Pelaku Pembunuhan Gadis Belia Dibekuk Jajaran Polres DemakHanya berselang beberapa hari setelah kejadian,jajaran Polres Demak berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap pelaku pembunuhan seorang gadis remaja yang mayatnya ditemukan di areal persawahan.

No Image Banyak Aktivitas Kurangi Risiko AlzheimerAlzheimer merupakan penyakit pikun secara keseluruhan yang umumnya dikhawatirkan para lansia. Sebenarnya risiko terkena alzheimer dapat dihindari dengan aktif berkegiatan dan mengkonsumsi makanan sehat.

No Image Kejuaraan Terjun Payung Militer Internasional, Momentum Kenalkan WisataKehadiran anggota militer dari 42 negara yang mengikuti Conseil International Sport Militaire (CISM) World Military Parachuting Championship 2014 di stadion Manahan Solo disambut hangat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH

Ads