Selasa, 21 Oktober 2014 | 12.19 WIB
Jateng Time

SIBAT Gelar Simulasi Bencana Banjir

Nur Hasan  |  Slawi | Selasa, 25 Desember 2012 - 01.09 WIB | Dibaca: 541 kali
IMG-6394
Tampak Sibat Desa Kaligayam sedang praktek mengevakuasi korban banjir.

SLAWI – Dalam rangka memahami penanganan bencana di tingkatan Desa, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Kaligayam Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal menggelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana, Senin (24/12).

Simulasi diikuti oleh ratusan komunitas masyarakat yang terdiri dari warga Dusun Bendungan, Perangkat Desa, Ketua RT / RW, Karang Taruna, Linmas, PKK, Sibat Desa Kaligayam dan Relawan PMI Kabupaten Tegal dengan dukungan dari Palang Merah Jerman.

Kepala Desa Kaligayam, Amsori mengatakan, simulasi tanggap darurat bencana yang dilakukan adalah penanganan bencana banjir khususnya di Wilayah Dusun Bendungan RW 02 yang dipetakan sebagai daerah yang rawan banjir.

“Sumber ancaman banjirnya dimungkinkan dari meluapnya sungai Pondoh dan sungai kumisik. Kalau hujan besar berturut-turut lebih dari dua hari diperkirakan banjir akan datang,”ungkapnya.

Lebih luas dijelaskan Amsori, dengan dilakukannya Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Desanya, diharapkan masyarakat tahu harus berbuat apa bila terjadi bencana yang sesungguhnya.

“Minimalnya masyarakat tahu arah jalur zona aman,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayuadji menjelaskan, tujuan diadakan simulasi penanganan bencana di Desa adalah dalam rangka Upaya Pengurangan Risiko bencana bagi daerah rawan bencana.

“Masyarakat perlu pemahaman langkah-langkah yang benar untuk dilakukan, baik sebelum bencana maupun saat bencana terjadi.”jelasnya.

Dijelaskan Bimo, Kegiatan Simulasi Tanggap Darurat bencana selain dilakukan di Desa Kaligayam, juga dilakukan oleh Komunitas Desa lain seperti Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa, Desa Danasari Kecamatan Bojong, Desa/Kecamatan Bumijawa dan menyusul Desa Kedungkelor Kecamatan Warurejo.

“Mereka dalam melakukan simulasi berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat yang telah dibuat oleh Desanya. Disana diatur tentang peran dan tupoksinya dari komponen yang ada,”paparnya.

Prosedur Penanganan Bencana di Perdesaan

Untuk menguatkan dan melegalkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat yang dibuat oleh Komunitas Desa perlu dilakukan pengesahan dari Desa. Salah satu contohnya Desa Bumijawa, Kepala Desa merencanakan mengesahkan SOP dengan dibuatnya Perdes tentang SOP Tanggap darurat bencana. Sehingga dalam pelaksanaan tanggap darurat yang sesungguhnya, para pelaku tanggap darurat bisa melaksankan tugasnya dengan jelas dan terarah.**

editor: sbi

Ukuran Font  
Dalam rangka memahami penanganan bencana di tingkatan Desa, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Kaligayam Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal menggelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana, Senin (24/12).
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads