Jumat, 19 September 2014 | 16.45 WIB
Jateng Time
Kesehatan

WHO Menempatkan Indonesia Negara Korban H5N1 Tertinggi di Dunia

Banjarnegara | Kamis, 1 November 2012 - 06.19 WIB | Dibaca: 381 kali
IMG-4339

DINAS Kesehatan Kabupaten (DKK) Banjarnegara, sepekan terakhir secara aktif menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Communication for Behavioural Impac (COMBI) Flu Burung. Berdasarkan data yang ada, jumlah kumulatif Flu Burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai bulan Juli 2012 tercatat ada 190 kasus dengan 158 kematian. Ini menjadi alasan bagi WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah korban H5N1 tertinggi di dunia.

Ketua Penyelenggara, Sugiyanti, SKM, menyatakan bahwa kegiatan ini yang menjadi bagian dari agenda besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dalam memberantas flu burung ini memilih tiga Puskesmas sebagai lokasinya yaitu Puskesmas Purwareja Klampok, Kalibening, dan Madukara.

“Berdasarkan musyawarah peserta kegiatan pertama setelah pertemuan ini akan dilaksanakan di Puskesmas Purwareja Klampok pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012, Puskesmas Kalibening pada hari Senin tanggal 29 dan Rabu 31 Oktober 2012, serta Puskesmas Madukara pada hari Selasa, 30 Oktober 2012,” katanya.

Asumsi dasar dari kegiatan ini adalah bahwa sekian tahun upaya memberantas flu burung telah ditempuh, namun hingga kegiatan ini dirumuskan masih saja ditemui munculnya suspect flu burung pada manusia.

“Banjarnegara menjadi salah satu dari Kabupaten yang terpilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan karena di tahun lalu pernah terjadi kasus suspecf flu burung pada manusia hingga meninggal dunia” katanya.

Sementara untuk Kabupaten Banjarnegara, kejadian terakhir yang berkait dengan flu burung, terjadi belum lama berselang di wilayah kecamatan Bawang. Saat dijumpai sejumlah ayam mati, dan ternyata setelah diteliti ditemukan suspect flu burung. Beruntung bahwa kejadian ini tidak sampai menular pada manusia karena flu burung ini masih menjadi ancaman yang bahaya bagi manusia.

“Dari sumber yang saya terima, jumlah kumulatif Flu Burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai bulan Juli 2012 tercatat ada 190 kasus dengan 158 kematian” katanya. Kejadian flu burung pada manusia hingga mengakibatkan meninggal dunia terjadi pada bulan Juli yang menimpa seorang anak di Jakarta. Setelah dikaji, lanjutnya, ditengarai anak ini tertular saat membeli 5 ekor unggas di pasar.

Setelah memegang unggas, anak ini tidak entah lupa atau terbiasa, tidak mencuci tangannya dengan sabun. “Hal ini menegaskan bahwa muncul kejadian flu burung pada manusia tidak lepas dari belum dilaksanakannya pola hidup sehat di tengah masyarakat,” katanya.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Kalibening, Puskesmas Madukara 1, Puskesmas Purwareja Klampok, dan Perwakilan SKPD, TP PKK, Kemenag, dan sejumlah pihak yang terkait dengan program tersebut.

Ketiga Puskesmas tersebut hadir karena wilayah mereka terpilih sebagai wahana sosialisasi dan praktek Combi atau dampak perilaku komunikasi. Yakni ujung dari salah satu rantai dari penanganan Flu Burung ini adalah membawa mereka yang terindikasi flu burung untuk ditangani oleh Puskesmas.

“Berkait dengan peran Puskesma ini terhadap penanganan flu burung, bahasa kampanye kita sederhana Panas tinggi hingga 38o C segera bawa ke Puskesmas terdekat” katanya. Dalam kegiatan awal ini, sambungnya, peserta diberikan penjelasan seputar Flu Burung oleh petugas dari Dintankannak, Flu Burung pada manusia oleh petugas dari Bidang Pengendalian Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (P2PKLB) DKK, bagaimana baiknya menghadapi unggas, letak kandang, dan pola hidup sehat, pengenalan tentang latar belakang dan tujuan dari program Combi ini dan dalam kegiatan ini juga dirumuskan mengenai waktu penyelenggarakan di wilayah masing-masing puskesmas yang terpilih.

Penularan Flu Burung Masih Misteri

Medic Veteriner Distankanak drh. M. Fauzi S., menjelaskan bahwa menjelang hari Raya Idul Fitri kemarin, memang di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang ditemukan 6 ekor ayam dari 22 ayam dalam kandang ditemukan mati mendadak. Setelah diteliti terbukti ayam yang mati tersebut suspect flu burung. Oleh karena itu, selain pemberian disinfektan ke kandang,16 ayam sisanya pun ikut dimusnahkan.

“Kejadian tersebut belum menyebabkan adanya KLB, namun perlu dicatat kira-kira satu bulan sebelum itu, di dekat lokasi tersebut terjadi kematian mendadak juga 50 ekor ayam. Karena fenomena tersebut, daerah gemuruh memang potensi flu burung” katanya. Avian Influenza (AI) atau Flu Burung, lanjutnya, adalah penyakit pada unggas yang disebabkan oleh Virus Influenza Tipe A dari Family Orhomyxoviridae. Angka kematian hewan akibat serangan AI, katanya, sangat tinggi.

“Hampir semua bangsa unggas seperti ayam, baik ras maupun bukan ras, kalkun, burung puyuh dapat terkena virus jenis ini. Namun wabah AI paling sering terjadi pada ayam dan kalkun” katanya.
Masa inkubasi penyakit AI, lanjutnya, dapat mencapai 0 – 3 hati untuk individu unggas, sedangkan untuk kandang dapat mencapai lebih dari tiga hari. Kemungkinan penularan kepada manusia dapat terjadi apabila Virus AI ini beradaptasi pada manusia. Karena itu penting bagi kita untuk mengetahui cirri-ciri hewan terkena AI dan tindakan pengendaliannya.

“Ada sejumlah ciri yang menjadi gejala klinis unggas terkena virus AI ini yaitu depresi, tidak mau makan, kelemahan, cangkang telur lembek, dan diare pfofus” katanya. Ciri lainnya yaitu pada jengger pial, kulit perut tidak ditumbuhi bulu warna biru keungguan; kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung; pembekakan di daerah muka dan kepala; pendarahan di bawah kulit; pendarahan titik pada dada, kaki, dan telapak kaki, dan batuk, bersin, ngorok, keluar leleran dari hidung dan mulut.

Untuk mengendalikan dan melakukan penanganan terhadap wabah flu burung, kata Fauzi, pihaknya melakukan sejumlah langkah diantaranya yaitu disinfektan, pemusnahan terbatas di daerah tertular, berupa pembakaran dan penguburan bangkai ayam dan ayam yang terduga sakit terserang flu burung. Upaya lain yang ditempuh adalah dengan cara pengendalian lalu lintas unggas, produk unggas dan limbah peternakan unggas dari dan ke wilayah ini.

“Flu burung sampai saat ini factor penularannya masih misterius. Dan penyakit ini sangat merugikan masyarakat karena menyerang ayam kampong maupun ras. Apalagi efeknya bisa akibatkan kematian dalam waktu cepat dan juga bisa dalam jumlah banyak jika menyerang ayam dalam kandang”
katanya.

Bahaya Flu Burung Bagi Manusia

Kasi Pengendalian Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (P2PKLB) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Drg. Permadi Suratman, M. Kes., menyatakan terhadap kejadian di Gemuruh tersebut sampai saat ini pihaknya memang belum menetapkan status KLB karena kejadiannya bisa dilokalisir dan dikendalikan. Namun perlu dicatat, berkait dengan urgensi penetapan status KLB ini dikarenakan penyakit Flu Burung ini telah mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia.

“Seperti disebutkan oleh Ibu Anti, diketahui jumlah kumulatif Flu Burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai bulan Juli 2012 tercatat ada 190 kasus dengan 158 kematian. Ini menjadi alasan bagi WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah korban H5N1 tertinggi di dunia” katanya.

Pemerintah sampai saat ini belum mencabut status Kondisi Luar Biasa atau KLB untuk flu burung.Virus ini menyebar dari unggas ke manusia melalui kontak langsung. Virus flu burung H5N1 adalah subtype dari virus influenza tipe A yang menyerang pada hewan. Akan tetapi para ahli kesehatan mengkhawatirkan kemungkinan adanya mutasi virus sehingga dapat menular dari manusia ke manusia.

Pada umumnya, lanjutnya, tanda klinis seseorang yang terkena Flu burung fase awal gejalanya mirip dengan flu biasa disertai demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan nyeri-nyeri otot. Mungkin juga disertai mual dan muntah. Kemudian dengan cepat menimbulkan gejala sesak nafas yang hebat hingga gagal napas yang dapat menyebabkan kematian.

“Bila menemui gejala seperti ini dengan suhu panas badan tinggi hingga38o C, sebaiknya langsung segera dibawa ke Puskesmas” katanya. Agar diri kita dan lingkungan kita aman dari wabah flu burung, kata Permadi, ada baiknya untuk memperhatikan saran ini : Pertama, biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan unggas; dua, pisahkan kandang unggas dengan tempat tinggal manusia; dan tiga, masak unggas dan produksnya sampai benar-benar matang.

Communication for Behavioural Impact

Salah satu target dari kegiatan Combi Flu burung ini adalah melahirkan ambassador atau duta-duta kesehatan yang akan ikut mengkampanyekan kepada masyarakat luas tentang pentingnya hidup sehat. Hal ini dikarenakan hidup sehat menjadi kunci dasar dalam menangani penyakit flu burung.

Berdasar rencana program, kata Sugiyanti, SKM, melalui kegiatan Combi Flu Burung ini dari setiap Puskesmas, akan dipilih 10 desa dan dari setiap desa terpilih 10 anak. “Jadi total ada kurang lebih 150 anak yang akan kita latih sebagai ambassador atau duta promosi pencegahan flu burung” katannya.Masing-masing anak yang telah diberi pengetahuan tentang pentingnya hidup bersih ini akan menyebarkan informasi kepada orang tua, saudara, teman, dan lingkungan dimana mereka tinggal.

(*humasBanjarnegara–ebr)

Ukuran Font  
Berdasarkan data jumlah kumulatif Flu Burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai bulan Juli 2012 tercatat 190 kasus dengan 158 kematian. Ini menjadi alasan bagi WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah korban H5N1 tertinggi di dunia.
Cetak

No Image Gubernur Dorong Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan di SalatigaAir bersih ini merupakan langkah paling cepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang dialami warga Desa Kumpulrejo Kota Salatiga.

No Image Jadilah Pemimpin dan Penggerak PerubahanKepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan ToT tersebut adalah untuk membangun pola pikir, komitmen bersama, jiwa korsa, integritas, manajemen, implementasi kebijakan, dan budaya baru di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

No Image Kepribadian Berbudaya Dapat Dukung EkonomiMewujudkan kemandirian ekonomi dapat dibangun melalui kepribadian bangsa dalam berbudaya, karena banyak budaya masyarakat yang muaranya terkait pada bidang ekonomi.

No Image Terbilang Buruk Di Masyarakat, Sat Pol PP Perlu NegosiatorSEMARANG – Citra Satuan Pamong Praja (Satpol PP) masih terbilang buruk di masyarakat. Salah satunya diidentikkan dengan kekerasan saat melakukan penggusuran pedagang kaki lima (PKL). Imej itu harus dihapus melalui pendekatan humanis kepada warga. “Pendekatan yang lebih manusiawi ini penting. Ilmu itu perlu kita miliki, terutama teman-teman yang bertugas di Satpol PP. Nah kalau sudah dimiliki, [...]

Ads