Selasa, 21 Oktober 2014 | 07.28 WIB
Jateng Time

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BNPB Bangun Shelter untuk 3 Ribu Pengungsi

Klaten | Senin, 22 Oktober 2012 - 13.50 WIB | Dibaca: 673 kali
IMG-4039
Ilustrasi I BNPB membangun shelter di tiga kecamatan guna mengantisipasi erupsi gunung merapi.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah menyiapkan tempat pengungsian (shelter) permanen yang mampu menampung 3000 pengungsi warga terdampak langsung erupsi Gunung Merapi di wilayah Klaten. Shelter itu dibangun di tiga lokasi diantaranya di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko dan Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.

Kepala BNPB, DR. Syamsul Maarif M.Si mengungkapkan hal tersebut di sela-sela peninjauan pembangunan shelter di Kebondalem Lor, Prambanan, Klaten. Menurutnya shelter itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam pengurangan resiko bencana. Sedangkan pemanfaatan shelter ini bila tidak dipakai untuk pengungsian akan digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. ‘’Untuk perawatannnya kami serahkan ke pemerintah desa masing-masing. Memang ada ancang-ancang untuk diberikan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah desa setempat,’’ ujar Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul menjelaskan bangunan shelter yang dipersiapkan itu disebut tempat evakuasi akhir atau jambor. Bangunan tersebut dilengkapi dengan fasilitas kebutuhan-kebutuhan primer untuk pengungsi, seperti tempat tidur, sanitasi, dapur umum, musola, kamar mandi, ruang kesehatan dan ruang pembelajaran.

“Shleter yang dipersiapkan ada tiga paket bangunan. Paket pertama di Kebondalem Lor, Prambanan, sedangkan paket kedua dan ketiga di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko dan Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Dimana daya tampung setiap shelter 1000 orang pengungsi,” ujarnya .

Syamsul menjelaskan, ada tiga fase mengenai tanda-tanda Gunung Merapi akan meletus. Diantaranya waspada, siaga dan awas. Melalui fase itu maka bisa ditentukan untuk penanganan terkini terhadap warga yang terdampak langsung erupsi Gunung Merapi. ‘’’Shelter ini dipersiapkan untuk warga terdampak langsung erupsi Merapi apabila ada informasi awal dari pusat vulkanologi mengenai tanda-tanda Gunung Merapi akan meletus,” kata dia.**

Sumber: Humas Pemkab Klaten

Ukuran Font  
Pembangunan shelter diperuntukan bagi 3 ribu pengungsi jika terjadi erupsi gunung merapi. Bila shelter tidak dipakai untuk pengungsian bisa digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads