Jumat, 31 Juli 2015 | 20.21 WIB
Jateng Time

GOR Jatidiri Semarang Memerah, Megawati Mantapkan Tiga Pilar

Suparningsih  |  Semarang | Senin, 1 Oktober 2012 - 15.50 WIB | Dibaca: 671 kali
IMG-3464
Megawati Soekarnoputri ketika menghadiri acara Pemantapan Tiga Pilar di GOR Jatidiri, Semarang, Senin (1/10/2012).

GELANGGANG Olahraga Jatidiri Kota Semarang memerah. Sedikitnya 14 ribu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se Jawa Tengah itu memenuhi stadion. Kehadiran puluhan ribu kader PDIP se Jawa Tengah, Senin (1/10) itu terkait Kunjungan Kerja Megawati Soekarnoputri dengan agenda Pemantapan Tiga Pilar.

Puluhan ribu kader tersebut dating dari seluruh ranting, PAC, DPC, 35 kabupaten di seluruh Jawa Tengah, dengan peserta kurang lebih 14 ribu orang.

Megawati Pada sambutannya mengatakan, kita harus selalu berjuang mengikuti perjalanan untuk menuju kemenangan. Kita dapat menjalankan hal- hal yang dapat membuat konsolidasi, yang merupakan basis- basis PDI Perjuangan. Kita harus berjuang terus, kita tegakkan persatuan dan kesatuan diantara kita. Dan saya sangat yakin bahwa PDI Perjuangan sebagai partai politik pasti bisa lolos.

“Kita tidak menutup kepada siapapun untuk bisa menjadi seorang pemimpin. Hanya saja untuk menjadi seorang pemimpin harus mempunyai karakter- karakter yang benar, yang bisa melindungi dan mengayomi anak buah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah. Dan seorang pemimpin tidak boleh takut kehilangan ongkos,” ungkap Megawati kepada Jatengtime di GOR Jati Diri Semarang.

Dikatakannya, segala sesuatu harus kita persiapkan dengan matang, agar partai bisa maju itu tergantung dari partainya sendiri, supaya masyarakat bisa menilai kita. Dan kalau kita lihat, PDIP selalu berada di urutan ke 2, seharusnya kita berada di urutan ke 1. Karena selama ini di Jawa Tengah ini sudah konsolidasi berjalan dengan baik. Jadi seluruh partai harus turun ke bawah, menjalankan dan mengayomi partai sampai ke ranting.

Setelah Megawati bertemu dengan pendukungnya selama 2 jam di GOR Jati Diri, Megawati bersama rombongan menuju ke Panti Marhaens untuk menggelar konsolidasi.**

Ukuran Font  
Kita tidak menutup kepada siapapun untuk bisa menjadi seorang pemimpin. Hanya saja untuk menjadi seorang pemimpin harus mempunyai karakter yang mampu melindungi rakyat.
Cetak

No Image WAHATIK,TKW ASAL DEMAK 2 TAHUN KERJA DI MALAYSIA TIDAK BISA PULANG KARENA PASPOR DI TAHAN AJEN NAKALPasangan Tamsir ( 57 ) dan istrinya Aslihah ( 55 ) warga Desa Kedung Mutih Rt 2/ 2 kecamatan wedung kabupaten Demak selama dua ( 2 ) tahun ini berharap cemas

No Image KOMUNITAS FACEBOOK WARGA DEMAK ( WD ) BANTU KORBAN PEMBANTAIANMendengar satu lagi korban pembantaian sadis wonowoso Demak membuat komunitas facebook warga Demak bergerak hatinya untuk ikut membantu meringankan beban bagi keluarga korban. komunitas yang di kenal dengan sebutan WD

No Image KAPOLRES DEMAK, AKBP HERU SUTOPO SIK KAGET MENDENGAR KORBAN PEMBANTAIAN MENINGGAL DUNIABerita meninggalnya AHMAD ZAKY, salah satu dari tiga korban pembantai wonowoso Demak ( baca di jatengtime. com ) membuat semua pihak kaget dan terharu

No Image HALAL BI HALAL DAN TEMU KANGEN SMAN 2 DEMAKDi ruang aula lantai 2 SMAN 2 Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) segenap keluarga besar SMAN 2 Demak, Komite, dan tamu undangan diadakan acara rutin tahunan Halal bi halal

Ads