Rabu, 26 November 2014 | 05.58 WIB
Jateng Time

Korban Longsor di Solok Selatan Akan Direlokasi

Padang | Selasa, 25 Desember 2012 - 10.30 WIB | Dibaca: 280 kali
IMG-6400

PADANG - Bencana longsor di Sei Ipuh, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan,Sumatera Barat Selasa (25/12) dinihari menimbulkan derita bagi warga setempat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Hamudis, menyatakan para korban longsor di Sungai Ipuh, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, akan direlokasi.

“Kami akan mencoba berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengupayakan rekolasi para korban dan warga yang bermukim di daerah longsor tersebut,” kata Hamudis saat dihubungi Selasa.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan survei di daerah tersebut, dan meminta warga yang bermukim untuk pindah. Namun mereka enggan pindah karena tidak memiliki lahan untuk membangun rumah baru.

Hujan lebat yang mengguyur Solok Selatan pada Senin (24/12) malam menyebabkan longsor di Sungai Ipuh, Jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, dan menewaskan tiga orang yang berada dalam satu rumah.

Wali Nagari (kepala desa adat) Pakan Rabaa Tangah Jasman saat dikonfirmasi menyebutkan longsor yang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB di Sungai Ipuh, Jorong Balun, tersebut menimbun bagian belakang dua rumah milik Syamsur (35) dan Suman (45) yang menewaskan dua anak Syamsur, yakni Yosi Fitriani (12) dan Tri Yuliandra Sari (8), serta ibu mertuanya, Nurbaiti (61).

“Para korban yang meninggal saat itu sedang tidur di satu kamar di bagian belakang rumah. Saat longsor terjadi, mereka tidak bisa menyelamatkan diri karena tertimbun dinding dari batako, tanah serta batu,” ujarnya.

Sementara Syamsur bersama istrinya yang tidur di kamar bagian tengah selamat dalam peristiwa tersebut.

Warga setempat berhasil mengeluarkan para korban setelah satu jam lebih berusaha menyingkirkan material yang menimbun mereka. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Batang Limpawuang untuk divisum.

“Sekitar pukul 01.30 WIB saat kami sampai di lokasi, para korban sudah dievakuasi oleh warga setempat kemudian dibawa ke Puskesmas,” katanya.

Para korban saat ini disemayamkan di rumah keluarganya yang bersebelahan dengan rumah korban.

Sementara bagian dapur rumah Suman juga roboh akibat longsor tersebut. Tidak ada korban jiwa dari pihak Suman dan saat ini dia bersama istri dan kedua anaknya diungsikan sementara ke rumah tetangganya yang lebih aman.

Jasman menyebutkan, kedua rumah tersebut dibangun di pinggir bukit yang diratakan, sementara dinding bagian belakang berjarak sekitar satu meter dari tebing vertikal bertanah merah dengan ketinggian sekitar 10 meter.

“Kedua rumah tersebut memang rawan longsor karena tak jauh dari tebing tanah merah vertikal dengan tinggi lebih kurang 10 meter,” sebut dia.** (ant/sbi)

Ukuran Font  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Hamudis, menyatakan para korban longsor di Sungai Ipuh, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, akan direlokasi.
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads