Sabtu, 25 Oktober 2014 | 13.17 WIB
Jateng Time

Korban Longsor di Solok Selatan Akan Direlokasi

Padang | Selasa, 25 Desember 2012 - 10.30 WIB | Dibaca: 264 kali
IMG-6400

PADANG - Bencana longsor di Sei Ipuh, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan,Sumatera Barat Selasa (25/12) dinihari menimbulkan derita bagi warga setempat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Hamudis, menyatakan para korban longsor di Sungai Ipuh, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, akan direlokasi.

“Kami akan mencoba berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengupayakan rekolasi para korban dan warga yang bermukim di daerah longsor tersebut,” kata Hamudis saat dihubungi Selasa.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan survei di daerah tersebut, dan meminta warga yang bermukim untuk pindah. Namun mereka enggan pindah karena tidak memiliki lahan untuk membangun rumah baru.

Hujan lebat yang mengguyur Solok Selatan pada Senin (24/12) malam menyebabkan longsor di Sungai Ipuh, Jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, dan menewaskan tiga orang yang berada dalam satu rumah.

Wali Nagari (kepala desa adat) Pakan Rabaa Tangah Jasman saat dikonfirmasi menyebutkan longsor yang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB di Sungai Ipuh, Jorong Balun, tersebut menimbun bagian belakang dua rumah milik Syamsur (35) dan Suman (45) yang menewaskan dua anak Syamsur, yakni Yosi Fitriani (12) dan Tri Yuliandra Sari (8), serta ibu mertuanya, Nurbaiti (61).

“Para korban yang meninggal saat itu sedang tidur di satu kamar di bagian belakang rumah. Saat longsor terjadi, mereka tidak bisa menyelamatkan diri karena tertimbun dinding dari batako, tanah serta batu,” ujarnya.

Sementara Syamsur bersama istrinya yang tidur di kamar bagian tengah selamat dalam peristiwa tersebut.

Warga setempat berhasil mengeluarkan para korban setelah satu jam lebih berusaha menyingkirkan material yang menimbun mereka. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Batang Limpawuang untuk divisum.

“Sekitar pukul 01.30 WIB saat kami sampai di lokasi, para korban sudah dievakuasi oleh warga setempat kemudian dibawa ke Puskesmas,” katanya.

Para korban saat ini disemayamkan di rumah keluarganya yang bersebelahan dengan rumah korban.

Sementara bagian dapur rumah Suman juga roboh akibat longsor tersebut. Tidak ada korban jiwa dari pihak Suman dan saat ini dia bersama istri dan kedua anaknya diungsikan sementara ke rumah tetangganya yang lebih aman.

Jasman menyebutkan, kedua rumah tersebut dibangun di pinggir bukit yang diratakan, sementara dinding bagian belakang berjarak sekitar satu meter dari tebing vertikal bertanah merah dengan ketinggian sekitar 10 meter.

“Kedua rumah tersebut memang rawan longsor karena tak jauh dari tebing tanah merah vertikal dengan tinggi lebih kurang 10 meter,” sebut dia.** (ant/sbi)

Ukuran Font  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Hamudis, menyatakan para korban longsor di Sungai Ipuh, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, akan direlokasi.
Cetak

No Image Gerah Dengan Ulah Korupsi, KRPK Gelar Demonstrasi di BlitarGerah dengan ulah dugaan korupsi akhirnya warga Blitar, jawa Timur mendatangi kantor Kejaksaan negeri Blitar. para penbdemo menuntut agar pihak Kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang ada di Kota Blitar.

No Image Paket Acara Khusus Budaya Jateng Digelar di TMIIPaket Acara Khusus budaya yang di gelar di Taman Mini Indonesia Indah merupakan kegiatan Promosi Seni Budaya, Pariwisata, Investasi serta segala potensi unggulan dari daerah Kabupaten / Kota.

No Image Walikota Semarang Fokuskan Perbaikan Infrastruktur Wilayah PerbatasanTidak hanya pusat kota saja yang menjadi perhatian Pemkot Semarang, tetapi wilayah-wilayah perbatasan juga harus dilakukan pembenahan terutama dalam hal perbaikan infrastruktur.

No Image Frekuensi Pemakaian Bahasa Jawa Semakin MenurunFrekuensi pemakaian Bahasa Jawa disadari atau tidak kini semakin turun. Salah satu penyebabnya adalah adanya kecenderungan menggunakan Bahasa Indonesia di tingkat keluarga.

Ads