Sabtu, 30 Mei 2015 | 13.18 WIB
Jateng Time

Bibit Waluyo: Ketua KONI Terpilih Harus Pertahankan Prestasi Olahraga Jateng

Semarang | Rabu, 26 Desember 2012 - 18.31 WIB | Dibaca: 502 kali
IMG-6483
Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan ketua KONI terpilih harus bisa mempertahankan prestasi yang diraih Jateng pada ajang olahraga nasional.

“Saya mendukung siapa saja yang terpilih tetapi harus bisa mempertahankan dan kalau bisa meningkatkan prestasi olahraga Jawa Tengah yang sudah baik,” kata Gubernur ketika membuka Musorpov KONI Jateng di Semarang, Rabu (26/12).

Menurut dia, ketua umum KONI Jateng mendatang harus memenuhi syarat ‘pinter’ (pandai), ‘bener’, dan ‘kober’ (memiliki waktu).

“Kalau pinter tetapi tidak bener tentunya hanya bisa ‘ngapusi’ (membohongi), tetapi kalau hanya ‘kober’ tentunya hanya akan menjadi kuli. Ketua KONI Jateng harus memiliki komitmen, konsisten, dan taat azas,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan tentunya ketiga-tiganya harus dimiliki ketua KONI Jateng mendatang. “Sebenarnya saya masih berharap Mas Diro (Soediro Atmoprawiro ketua KONI Jateng sekarang) tetapi ternyata yang bersangkutan sudah tidak mau lagi,” katanya.

Menurut dia, di bawah kepengurusan Soediro mampu membawa Jateng masuk peringkat empat besar PON 2012 dan menjadi juara umum Peparnas di Riau. “Ketua Umum mendatang harus bisa mempertahankannya, kalau perlu meningkatkan,” katanya.

Pada kesempatan itu induk organisasi olahraga di Jateng memberikan KONI Award 2012 kepada tokoh masyarakat, pembina, dan instansi yang memiliki peran meningkatkan prestasi olahraga di Jateng.

Para penerima KONI Award 2012 tersebut adalah H Bibit Waluyo (Gubernur Jateng sebagai tokoh masyarakat), Hadi Prabowo (Sekda Pemrov Jateng dari unsur birokrasi), Budi Santoso (Kepala Dispora Jateng selaku pembina olahraga).

Kemudian Universitas Negeri Semarang (Unnes dari unsur Perguruan Tinggi), KONI Surakarta (unsur KONI Kabupaten/Kota), Pengprov FPTI (sepatu roda dari unsur pengprov cabang olahraga).

National Paralympic Committee (NPC) Jateng (badan fungsional), Kodam IV/Diponegoro (instansi TNI), dan Polda Jawa Tengah (instansi Polri).

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI Suwarno mengatakan, kriteria kehormatan suatu negara ada tiga yaitu perekonomian yang kuat, angkatan bersenjata yang kuat, dan prestasi olahraga yang baik.

“Bendera Indonesia berkibar di luar negeri ada dua, yaitu saat kunjungan Presiden ke suatu negara dan saat atlet Indonesia meraih medali emas atau juara di luar negeri,” katanya.

Ketua Umum KONI Jateng Soediro Atmoprawiro dalam laporannya mengatakan selama empat tahun ini prstasi atlet Jateng cukup membanggakan.

Ia menyebutkan pada SEA Games 2009 Laos, Jateng menyumbangkan 39 atlet (dari 334 atlet yang tampil) dengan meraih sembilan emas, 17 perak, dan 21 perunggu.

Kemudian pada 2010, kata dia, Jateng mampu menyumbangkan 25 atlet yang masuk Program Indonesia Emas (Prima) dari 203 atlet secara nasional.

Pada SEA Games 2011, atlet Jateng mampu menyumbangkan 33 keping medali emas untuk Indonesia, kemudian pada PON 2012 mampu menempati peringkat keempat dengan 47 emas, 52 perak, dan 69 perunggu.

Kemudian pada Peparnas 2012 di Riau, Jateng mampu keluar sebagai juara umum dengan raihan 91 medali emas, 58 medali perak, dan 42 medali perunggu.** (ant/ork)

Ukuran Font  
Siapa saja yang terpilih tetapi harus bisa mempertahankan dan kalau bisa meningkatkan prestasi olahraga Jawa Tengah yang sudah baik,” kata Gubernur ketika membuka Musorpov KONI Jateng di Semarang, Rabu (26/12).
Cetak

POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLING POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLINGDemak,. Lomba ini dimaksutkan untuk menumbuh kembangkan lagi siskamling di desa desa yang sekarang mulai dirasakan berkurang atau dapat dikatakan mulai tidak ada. putaran pertama penilaian oleh tim yang dipimpin AKP Sutomo berlokasi di desa Medini yang mewakili kecamatan Gajah kabupaten Demak pada hari selasa, 19/05/2015. Tim penilai tiba di desa Medini pukul 21.wib disambut [...]

No Image Selama Setahun, LGN-OTA Santuni 854 Anak Asuh-Selama tahun 2014, Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) Kabupaten Jepara berhasil memberikan bantuan kepada 854 anak asuh dan 25 siswa terancam putus sekolah.

No Image Mutiara Karangbolong Ditampilkan di TMII – JakartaRatusan pengunjung memadati Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (22/3).

No Image Penurunan Nikah Dini Terganjal UU PernikahanPernikahan dini merupakan salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Jawa Tengah

Ads