Rabu, 26 November 2014 | 04.47 WIB
Jateng Time
PON Riau XVIII

KONI Jateng Optimis Mendulang Emas di PON Riau

Khamdi  |  Semarang | Minggu, 26 Agustus 2012 - 18.32 WIB | Dibaca: 901 kali
IMG-1787
Ilustrasi- Logo KONI

MENJELANG pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XVIII di Provinsi Riau bulan September mendatang, KONI Jawa Tengah terus mempersiapkan atlitnya.

Rencananya, sebanyak 482 atlit yang terdiri dari 286 atlit putra dan 196 atlit putri akan dilepas langsung keberangkatannya oleh Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, Senin (27/8) pagi.

“Kami optimis untuk bisa membawa pulang medali emas sebanyak-banyaknya,” ujar Sekretaris Humas KONI Jateng, Tri Rustiadi kepada Jatengtime.com ketika ditemui di ruang kerjanya, Minggu (26/8).

Dijelaskannya, pihaknya sudah benar-benar mempersiapkan seluruh atlit dengan maksimal dan target yang diusung meraih medali emas paling banyak diantara provinsi lainnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, cabang olahraga yang berpeluang mendulang emas di PON Riau mendatang yaitu, sepatu roda, menembak, catur, atletik, judo, kempo dan terbang layang.

“Kami yakin semua cabor yang diikutsertakan, mampu menyumbang medali emas untuk Jawa Tengah,” ungkapnya.*

editor: Herry

Ukuran Font  
Cabang olahraga yang berpeluang mendulang emas di PON Riau mendatang dinataranya, sepatu roda, menembak, catur, atletik, judo, kempo dan terbang layang.
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads