Kamis, 23 Oktober 2014 | 17.07 WIB
Jateng Time
PON Riau XVIII

KONI Jateng Optimis Mendulang Emas di PON Riau

Khamdi  |  Semarang | Minggu, 26 Agustus 2012 - 18.32 WIB | Dibaca: 858 kali
IMG-1787
Ilustrasi- Logo KONI

MENJELANG pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XVIII di Provinsi Riau bulan September mendatang, KONI Jawa Tengah terus mempersiapkan atlitnya.

Rencananya, sebanyak 482 atlit yang terdiri dari 286 atlit putra dan 196 atlit putri akan dilepas langsung keberangkatannya oleh Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, Senin (27/8) pagi.

“Kami optimis untuk bisa membawa pulang medali emas sebanyak-banyaknya,” ujar Sekretaris Humas KONI Jateng, Tri Rustiadi kepada Jatengtime.com ketika ditemui di ruang kerjanya, Minggu (26/8).

Dijelaskannya, pihaknya sudah benar-benar mempersiapkan seluruh atlit dengan maksimal dan target yang diusung meraih medali emas paling banyak diantara provinsi lainnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, cabang olahraga yang berpeluang mendulang emas di PON Riau mendatang yaitu, sepatu roda, menembak, catur, atletik, judo, kempo dan terbang layang.

“Kami yakin semua cabor yang diikutsertakan, mampu menyumbang medali emas untuk Jawa Tengah,” ungkapnya.*

editor: Herry

Ukuran Font  
Cabang olahraga yang berpeluang mendulang emas di PON Riau mendatang dinataranya, sepatu roda, menembak, catur, atletik, judo, kempo dan terbang layang.
Cetak

No Image Gerah Dengan Ulah Korupsi, KRPK Gelar Demonstrasi di BlitarGerah dengan ulah dugaan korupsi akhirnya warga Blitar, jawa Timur mendatangi kantor Kejaksaan negeri Blitar. para penbdemo menuntut agar pihak Kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang ada di Kota Blitar.

No Image Paket Acara Khusus Budaya Jateng Digelar di TMIIPaket Acara Khusus budaya yang di gelar di Taman Mini Indonesia Indah merupakan kegiatan Promosi Seni Budaya, Pariwisata, Investasi serta segala potensi unggulan dari daerah Kabupaten / Kota.

No Image Walikota Semarang Fokuskan Perbaikan Infrastruktur Wilayah PerbatasanTidak hanya pusat kota saja yang menjadi perhatian Pemkot Semarang, tetapi wilayah-wilayah perbatasan juga harus dilakukan pembenahan terutama dalam hal perbaikan infrastruktur.

No Image Frekuensi Pemakaian Bahasa Jawa Semakin MenurunFrekuensi pemakaian Bahasa Jawa disadari atau tidak kini semakin turun. Salah satu penyebabnya adalah adanya kecenderungan menggunakan Bahasa Indonesia di tingkat keluarga.

Ads