Selasa, 4 Agustus 2015 | 02.04 WIB
Jateng Time

Dewan Kesenian Jateng Gelar Pameran Seni Rupa

Suparningsih  |  Semarang | Senin, 19 November 2012 - 16.22 WIB | Dibaca: 508 kali
IMG-4962
Ilustrasi

MASYARAKAT Jawa Tengah sebagian besar sudah mengetahui akan apresiasi seni rupa, karena sekarang minat masyarakat untuk mendalami seni rupa sudah semakin banyak. Dan diharapkan untuk masyarakat Jawa Tengah lebih banyak tertarik akan adanya seni rupa, karena seni rupa adalah expresi kehidupan, menceritakan fenomena kehidupan yang setiap orang bisa membuatnya, dan fenomena sekarang semakin beragam.

Demikian diungkap oleh salah satu narasumber dari Semarang Contemporary Art Galery, Chris Dharmawan di Deskranada Provinsi Jateng, Senin(19/11) saat acara pameran seni rupa yang bertema, Pasar seni rupa Indonesia dalam berbagai perspektif. Menurutnya, di pasar- pasar, untuk seni rupa tetap digemari masyarakat, dan terbukti para seniman banyak yang sukses dengan hasil karya tangannya.

Seni rupa memang perlu dipertontonkan, dan yang menonton harus mendapat kenikmatan, karena seni rupa merupakan salah satu bentuk untuk berinteraksi. Perkembangan seni rupa modern sendiri sudah sangat berkembang di pasaran dunia.

Ditambahkannya, bahwa seorang seniman sebaiknya hanya berkarya, supaya tidak mengurangi konsentrasinya dalam berkarya.

“Diadakannya acara ini adalah untuk mengkondisikan Jawa Tengah, agar peran DKJT bisa lebih luas dan terkemuka. Sebagai bentuk kepedulian dari Jawa Tengah sendiri adalah dengan menggelar berbagai pameran seni lukis, yang dalam waktu dekat akan diadakan lagi di lain tempat,” ungkap Ketua penyelenggara pameran, Sri Buntoro kepada Jatengtime.**

Ukuran Font  
Seni rupa memang perlu dipertontonkan, dan yang menonton harus mendapat kenikmatan, karena seni rupa merupakan salah satu bentuk untuk berinteraksi.
Cetak

No Image SEJARAHE AKSARA JAWIWonten ing buku HA NA CA RA KA ( ingkang dipun serat bapak Slamet Riyadi) babaripun Yayasan Pustaka Nusantara Yogyakarta

No Image WARGA KELILING CARI SUMBANGAN PEDAGANG PASAR HISTERISBuntut dari kasus pembantaian sadis di desa Wonowoso Demak, membuat puluhan warga desa ini yang di pimpin kepala desa Nur Ahmad berinisiatif mencari sumbangan suka rela bagi 3 korban pembantaian

No Image WAHATIK,TKW ASAL DEMAK 2 TAHUN KERJA DI MALAYSIA TIDAK BISA PULANG KARENA PASPOR DI TAHAN AGEN NAKALPasangan Tamsir ( 57 ) dan istrinya Aslihah ( 55 ) warga Desa Kedung Mutih Rt 2/ 2 kecamatan wedung kabupaten Demak selama dua ( 2 ) tahun ini berharap cemas

No Image KOMUNITAS FACEBOOK WARGA DEMAK ( WD ) BANTU KORBAN PEMBANTAIANMendengar satu lagi korban pembantaian sadis wonowoso Demak membuat komunitas facebook warga Demak bergerak hatinya untuk ikut membantu meringankan beban bagi keluarga korban. komunitas yang di kenal dengan sebutan WD

Ads