Jumat, 31 Juli 2015 | 03.13 WIB
Jateng Time
Pariwisata

Pawai Budaya Warnai Peringatan Hari Jadi ke 182 Kabupaten Purbalingga

-  |  Purbalingga | Kamis, 20 Desember 2012 - 13.41 WIB | Dibaca: 641 kali
IMG-6200
salah satu kesenian Kabupaten Purbalingga. foto/humas

PAWAI budaya memperingati hari jadi ke 182 Kabupaten Purbalingga benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi warga masyarakat setempat. Ribuan warga turun ke jalan menyaksikan pawai yang digelar mulai dari jalan Jenderal Soedirman barat hingga di alun-alun.

Berbagai seni budaya ditampilkan, mulai dari tarian Lenggasor, karya putra Purbalingga hingga seni tradisi yang nyaris punah seperti Buncisan, Angguk dan Rodad ikut ditampilkan.

Pawai diawali dengan menampilkan komunitas penggemar sepeda tua. Penampilan ini cukup unik karena para anggota komunitas yang jumlahnya mencapai ratusan menggunakan pakaian yang nyeleneh. Ada yang berdandan seperti pejuang, dan ada pula yang seperti seniman.

Setelah penampilan komunitas sepeda tua, giliran tarian Lenggasor makin membuat suasana meriah. Puluhan penari lenggasor yang dimainkan anak-anak membuat para penonton berdecak kagum.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Akhmad Khotib mengungkapkan, pawai budaya diikuti 36 regu yang berasal dari 18 kecamatan se-Purbalingga. “Pawai budaya ini selain untuk memeriahkan hari jadi Purbalingga, juga untuk nguri-nguri budaya dan seni khususnya jenis seni yang nyaris punah’ kata Khotib.

Khotib menjelaskan, penampilan seni yang disuguhkan seperti seni Dames, angguk, rodak, kenthongan, hadroh, ebeg, buncisan, begalan dan sejumlah seni lainya.

Sumber : http://www.purbalinggakab.go.id.

Editor : HFO

Ukuran Font  
Pawai budaya memperingati hari jadi ke 182 Kabupaten Purbalingga benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi warga masyarakat setempat.
Cetak

No Image HALAL BI HALAL DAN TEMU KANGEN SMAN 2 DEMAKDi ruang aula lantai 2 SMAN 2 Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) segenap keluarga besar SMAN 2 Demak, Komite, dan tamu undangan diadakan acara rutin tahunan Halal bi halal

No Image SYAFIQ NUR FALAH, SATU-SATUNYA KORBAN PEMBANTAIAN YANG SELAMATTragedi pembantaian anak-anak di Desa wonowoso Demak, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Tiga korban pembantaian sadis Supriyadi, dua meninggal dunia, satu selamat ( baca beritanya di jatengtime.com )

No Image AHMAD ZAKY, KORBAN PEMBANTAIAN USUSNYA TERBURAI KELUAR MASIH BISA LARI MENYELAMATKAN DIRIKisah nyata yang mengharukan dan heroik dari korban pembantaian jagal maut Supriyadi di Wonowoso Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 )

No Image SATU LAGI KORBAN PEMBANTAIAN ANAK-ANAK DI WONOWOSO DEMAK MENINGGAL DUNIASetelah berjuang melawan maut sejak kejadian pembantaian,Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) AHMAD ZAKY ( 12 ) salah satu korban dari tiga korban pembantaian Supriyadi ( Baca juga di jatengtime )

Ads