Kamis, 18 Desember 2014 | 06.02 WIB
Jateng Time
Pariwisata

Pesona Kampung Rawa Ambarawa

Imam Ikhsan  |  Semarang | Kamis, 20 Desember 2012 - 15.31 WIB | Dibaca: 2.439 kali
IMG-6218
Tampak wisatawan naik tongkang menuju rumah makan apung kampung rawa.

TEMPAT wisata kuliner yang mempunyai konsep ‘apung’ (karena memang terapung diatas kolam buatan ini) menyajikan hamparan pemandangan pematang sawah yang hijau dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Telomoyo ini sangat menarik untuk dikunjungi.

Letaknya juga mudah di jangkau, karena berada di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) kilometer 3, tepatnya di Desa Bejalen Ambarawa. Selain rumah makan apung, wisatawan juga dapat menikmati kuliner lesehan yang langsung berhadapan dengan kolam pemancingannya.

Bagi para pencinta pemandangan, akan dimanjakan dengan view yang indah dan juga hamparan enceng gondok. Di dalamnya juga dilengkapi dengan wahana permainan lain seperti ATV, becak air, becak mini, jet sky, bebek air, bendi, perahu dayung serta perahu wisata.

“Rasanya kurang puas kalau berkunjung ke kampung rawa hanya menikmati kuliner saja, tanpa menikmati suasana rawa pening dengan naik perahu yang telah siap disewakan,” kata Edwin Tri Yulianto, salah satu pengunjung dari Kota Semarang. Ia bersama keluarganya sengaja berkunjung ke kampung rawa untuk menikmati musim liburan sekolah putrinya.

Dari ‘dermaga buatan’ pun perahu tempel menyusuri sebuah kanal yang tampaknya juga merupakan buatan dan menghubungkan dengan Rawa Pening sendiri. Menyusuri kanal buatan menjadi pengalaman tersendiri dan setelah mencapai Rawa Pening, keindahan dan keelokan suasananya nampak terlihat jelas.

Sekretaris paguyuban kampung rawa, Koko Qumarullah mengatakan,dengan biaya 70 ribu rupiah pengunjung dapat menikmati berkeliling Rawa Pening dengan sebuah kapal dengan motor tempel yang cukup nyaman, untuk maksimal 7 orang ditambah satu pemandu.

” Untuk wisata perahu ini, penumpang diwajibkan untuk mengenakan live vest atau pelampung pengaman yang memang disediakan sebelum naik, karena selain kenyamanan juga keamanan harus diutamakan,” kata Koko.

Pada hari Minggu, tambahnya, pengunjung bisa mencapai seribu orang. Kebanyakan pengunjung merasa puas karena pemandangan serta kolamnya adalah asli rawa pening, bukan hanya sebuah kolam buatan.*

Editor : HFO

Ukuran Font  
Tempat wisata kuliner yang mempunyai konsep ‘apung’ (karena memang terapung diatas kolam buatan ini) menyajikan hamparan pemandangan pematang sawah yang hijau dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Telomoyo ini sangat menarik untuk dikunjungi.
Cetak

No Image Mardison Mahyuddin Akan Panggil Wako PariamanKetua DPRD Kota Pariaman, Drs. Mardison Mahyuddin, MM, mengatakan, akan memanggil Walikota Pariaman, Drs. Mukhlis Rahman, MM, sekaitan dengan membawa sebagian wartawan pergi jalan-jalan ke luar daerah, dengan memakai dana APBD Kota Pariaman.

No Image Genius Umar : PNS Wajib Tahu Tupoksi KerjaPimpinan SKPD, Camat dan Kepala bagian di Lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman diberi sosialisasi penyuluhan hukum dengan tema Upaya pemberantasan tindak pidana korupsi melalui tindakan prevektif.

No Image Pariaman Tengah Juara Umum MTQ ke VI Kota PariamanMusabaqoh Tilawatil Qur an (MTQ) ke-VI Tingkat Kota Pariaman yang diadakan di Kecamatan Pariaman Selatan ditutup Sekdako Armen, ditandai Pemukulan Beduk di Halaman Kantor Camat Pariaman Selatan, Jum at (05/12/2014) malam.

No Image Kemendagri Poros Pemerintahan Secara Nasional dan DaerahMenteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tjahyo Kumolo, saat memimpin apel bersama di halaman Kantor Bupati Semarang 3 Desember 2014 lalu, menyampaikan bahwa kebijakan yang diambilnya di lingkungan jajaran Kemendagri, yakni setiap hari Senin, diminta kepada seluruh staf, untuk apel pagi jam 08.00.

Ads