Senin, 24 November 2014 | 11.56 WIB
Jateng Time
Pariwisata

Pesona Kampung Rawa Ambarawa

Imam Ikhsan  |  Semarang | Kamis, 20 Desember 2012 - 15.31 WIB | Dibaca: 2.342 kali
IMG-6218
Tampak wisatawan naik tongkang menuju rumah makan apung kampung rawa.

TEMPAT wisata kuliner yang mempunyai konsep ‘apung’ (karena memang terapung diatas kolam buatan ini) menyajikan hamparan pemandangan pematang sawah yang hijau dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Telomoyo ini sangat menarik untuk dikunjungi.

Letaknya juga mudah di jangkau, karena berada di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) kilometer 3, tepatnya di Desa Bejalen Ambarawa. Selain rumah makan apung, wisatawan juga dapat menikmati kuliner lesehan yang langsung berhadapan dengan kolam pemancingannya.

Bagi para pencinta pemandangan, akan dimanjakan dengan view yang indah dan juga hamparan enceng gondok. Di dalamnya juga dilengkapi dengan wahana permainan lain seperti ATV, becak air, becak mini, jet sky, bebek air, bendi, perahu dayung serta perahu wisata.

“Rasanya kurang puas kalau berkunjung ke kampung rawa hanya menikmati kuliner saja, tanpa menikmati suasana rawa pening dengan naik perahu yang telah siap disewakan,” kata Edwin Tri Yulianto, salah satu pengunjung dari Kota Semarang. Ia bersama keluarganya sengaja berkunjung ke kampung rawa untuk menikmati musim liburan sekolah putrinya.

Dari ‘dermaga buatan’ pun perahu tempel menyusuri sebuah kanal yang tampaknya juga merupakan buatan dan menghubungkan dengan Rawa Pening sendiri. Menyusuri kanal buatan menjadi pengalaman tersendiri dan setelah mencapai Rawa Pening, keindahan dan keelokan suasananya nampak terlihat jelas.

Sekretaris paguyuban kampung rawa, Koko Qumarullah mengatakan,dengan biaya 70 ribu rupiah pengunjung dapat menikmati berkeliling Rawa Pening dengan sebuah kapal dengan motor tempel yang cukup nyaman, untuk maksimal 7 orang ditambah satu pemandu.

” Untuk wisata perahu ini, penumpang diwajibkan untuk mengenakan live vest atau pelampung pengaman yang memang disediakan sebelum naik, karena selain kenyamanan juga keamanan harus diutamakan,” kata Koko.

Pada hari Minggu, tambahnya, pengunjung bisa mencapai seribu orang. Kebanyakan pengunjung merasa puas karena pemandangan serta kolamnya adalah asli rawa pening, bukan hanya sebuah kolam buatan.*

Editor : HFO

Ukuran Font  
Tempat wisata kuliner yang mempunyai konsep ‘apung’ (karena memang terapung diatas kolam buatan ini) menyajikan hamparan pemandangan pematang sawah yang hijau dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Telomoyo ini sangat menarik untuk dikunjungi.
Cetak

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

No Image Kantor Pelayanan Perizinan Mengurus 126 Jenis IzinKantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman semula hanya mengurus 8 jenis perizinan. ejak tahun 2014 dilimpahkan sebanyak 126 jenis perizinan.

No Image Mukhlis Rahman : Didikan Subuh Bentuk Pendidikan KeagamaanSebanyak 970 santriwan/santriwati utusan dari 97 MDA se Kota Pariaman dan 465 guru dan pengelola MDA,penuhi halaman Balaikota Pariaman pada acara Apel akbar Didikan Subuh se Kota Pariaman Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu (16/11/2014).

No Image Mukhlis Rahman Sosialisasikan SIP Berbasis GeospasialPemko Pariaman secara berkelanjutan terus berusaha membenahi sistem informasi termasuk data tentang kondisi dan aspek tata ruang Kota Pariaman yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu sehingga dapat diakses oleh setiap orang yang membutuhkan informasi tentang Kota Pariaman.

Ads