Sabtu, 1 Agustus 2015 | 02.22 WIB
Jateng Time
Pendidikan

Keluarkan Inovasi Baru, Ciptakan Mesin Pelet Ikan Apung

Suparningsih  |  Semarang | Jumat, 6 Juli 2012 - 08.06 WIB | Dibaca: 2.753 kali
IMG-519
Kepala SMK Sultan Trenggono, Lasiman Saat Menunjukkan Mesin Pembuat Pakan Ikan Pelet Hasil Ciptaan Siswanya.

Meskipun baru didirikan tahun 2010, namun Yayasan Madrasah Aliyah dan SMK Sultan Trenggono (Boarding School) yang terletak di Jl. Raya Manyaran Gunung Pati km 15, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai inovasi baru. Salah satu inovasi yang cukup membanggakan adalah dengan menciptakan mesin pelet ikan apung.

“Mesin ini diciptakan untuk membantu pembudidaya ikan dalam mengontrol pemberian pakan,” ujar Ketua Yayasan Sultan Trenggono Ir. Fajar Ashari saat ditemui Jatengtime.com ketika membuka stand expo DP Mall, Kamis (5/7).

Dijelaskannya, pihaknya sengaja menciptakan mesin tersebut selain bisa menghasilkan pakan ikan dengan kualitas lebih baik, juga untuk membudidayakan ikan. Dari sisi hargapun, mesin tersebut lebih hemat 30% bila dibandingkan dengan harga di pasaran saat ini.

Sementara itu Kepala SMK Sultan Trenggono, Lasiman menambahkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pengembangan sekolah karena baru berdiri 2 tahun. “Kami ingin mengembangkan peserta didik menjadi anak yang berprestasi, mempunyai keahlian khusus dan mencetak murid yang bermoral dan bermartabat,” ujarnya.

Diungkapkannya, Yayasan Sultan Trenggono merupakan lembaga pendidikan dengan perpaduan antara kurikulum Kemendiknas dengan kurikulum Ponpes Modern Bilingual(dua bahasa), yaitu bahasa arab dan bahasa inggris. “Untuk program keahlian sendiri mencakup 3 bidang, yaitu pertanian(agro bisnis), rekayasa perangkat lunak(RPL) dan otomotif,” ungkapnya.*

Ukuran Font  
Mesin tersebut selain bisa menghasilkan pakan ikan dengan kualitas lebih baik, juga untuk membudidayakan ikan. Dari sisi hargapun, mesin tersebut lebih hemat 30% bila dibandingkan dengan harga di pasaran saat ini.
Cetak

No Image WAHATIK,TKW ASAL DEMAK 2 TAHUN KERJA DI MALAYSIA TIDAK BISA PULANG KARENA PASPOR DI TAHAN AJEN NAKALPasangan Tamsir ( 57 ) dan istrinya Aslihah ( 55 ) warga Desa Kedung Mutih Rt 2/ 2 kecamatan wedung kabupaten Demak selama dua ( 2 ) tahun ini berharap cemas

No Image KOMUNITAS FACEBOOK WARGA DEMAK ( WD ) BANTU KORBAN PEMBANTAIANMendengar satu lagi korban pembantaian sadis wonowoso Demak membuat komunitas facebook warga Demak bergerak hatinya untuk ikut membantu meringankan beban bagi keluarga korban. komunitas yang di kenal dengan sebutan WD

No Image KAPOLRES DEMAK, AKBP HERU SUTOPO SIK KAGET MENDENGAR KORBAN PEMBANTAIAN MENINGGAL DUNIABerita meninggalnya AHMAD ZAKY, salah satu dari tiga korban pembantai wonowoso Demak ( baca di jatengtime. com ) membuat semua pihak kaget dan terharu

No Image HALAL BI HALAL DAN TEMU KANGEN SMAN 2 DEMAKDi ruang aula lantai 2 SMAN 2 Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) segenap keluarga besar SMAN 2 Demak, Komite, dan tamu undangan diadakan acara rutin tahunan Halal bi halal

Ads