Selasa, 21 Oktober 2014 | 23.42 WIB
Jateng Time

Bibit Acungi Jempol Kinerja KPK di Jateng

Kusnia Waluyani  |  Semarang | Rabu, 1 Agustus 2012 - 17.14 WIB | Dibaca: 387 kali
IMG-1296

GUBERNUR Jawa Tengah H. Bibit Waluyo mendukung kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berlangsung selama 20 hari di DPRD Provinsi Jateng.

Badan pengawas dan penegak hukum tersebut, mengawasi seluruh keuangan di Pemprov Jateng, meliputi neraca keuangan, pelayanan publik serta pengadaan barang dan jasa.

“Saya sangat berterimakasih dengan kedatangan pihak KPK yang sudah mengawasi proses perencanaan anggaran 2013,” ujarnya usai menghadiri rapat membahas rencana pembangunan PRPP diruang kerjanya, Rabu (01/08).

Diungkapkannya, selama ini Pemprov Jateng dalam menyusun APBD selalu bekerja dengan rapi dengan pengawasan yang ketat. Sehingga mendapatkan prestasi Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Jateng.

“Saya mendukung kinerja KPK di pemerintah provinsi Jateng, top,” ungkapnya.
Editor: Febriyanto

Ukuran Font  
Saya sangat berterimakasih dengan kedatangan pihak KPK yang sudah mengawasi proses perencanaan anggaran 2013. Selama ini Pemprov Jateng dalam menyusun APBD selalu memenuhi aturan yang berlaku.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads