Kamis, 2 Oktober 2014 | 21.28 WIB
Jateng Time

Proyek Jalur Ganda KAI di Blora Belum Sentuh Tanah Warga

Blora | Kamis, 16 Agustus 2012 - 11.07 WIB | Dibaca: 679 kali
IMG-1632
Ilustrasi

BLORA – Proyek pembangunan rel jalur ganda (double track) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di wilayah Kabupaten Blora terus digarap. Hanya, pelaksanaan proyek masih sebatas pengurukan di tanah milik PT KAI sendiri. Sedang di tanah milik warga dan Perum Perhutani belum disentuh.

“Proyek sudah berjalan cukup lama, namun baru digarap pada tanah milik PT KAI sendiri,” ujar Kabag Pemerintahan Riyanto didampingi Kabag Humas dan Protokol Kunto Aji, Kamis, 16 Agustus 2012.

Untuk melanjutkan proyek yang masuk di tanah hak milik warga itu, kata dia, selain perlu membebaskan tanah, juga perlu membebaskan tegakan jati. Sebab, proyek juga akan melewati tanah Perhutani yang sebagian terdapat tanaman jati di atasnya. Untuk tanah yang menjadi hak milik warga yang akan dilewati proyek, terdapat di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jati, Randublatung, Kedungtuban, Kradenan dan Cepu.

“Data dari PT KAI tanah warga yang akan dibebaskan mencapai 146.869 meter persegi atau milik 748 orang di 22 desa. Sebagian besar berupa tanah sawah,” jelasnya.

Sedangkan bagi tanah PT KAI yang digunakan warga untuk berbagai keperluan, lanjutnya, saat ini masih dalam proses penyelesaian. Untuk keperluan itu, kata dia, warga akan diberikan uang tali asih. Sampai saat ini masih dilakukan pendataan, katanya.

Sementara, Kabag Humas dan Protokol Kunto Aji mengatakan, pemkab membantu penuh program PT KAI untuk proyek rel ganda itu. Caranya dengan melakukan pendekatan yang baik kepada warga. Hal itu dilakukan untuk kebaikan bersama antara warga pemilik tanah dan PT KAI. Saat ini, terang dia, terus dilakukan penelusuran sampai ke pemilik tanahnya.

“Karena hanya disebutkan milik berapa warga saja, namun identitas pastinya belum. Sekarang proses untuk mencari pemilik tanah yang akan dibebaskan itu,” tandasnya.

Pelaksanaan proyek rel ganda kata dia, sudah dimulai dari timur yakni dari arah Cepu ke barat ke Kecamatan Jati. Pemkab juga mendesak agar sosialisasi kepada warga digelar sebelum Lebaran.

Desakan Pemkab itu terkait sosisalisai soal inventarisasi tanah warga, atau tanah milik siapa saja, dan kalau ada bangunan bagaimana konpensasinya,ini yang sedang dilakukan, paparnya.

Tanah Warga Terkena Proyek Double Track :

No. Kecamatan : Luas Tanah : Jumlah Desa : Tanah Milik :

1 Cepu 7.021 M2 7 desa/kelurahan 199 Orang

2 Kedungtuban 20.195 M2 4 Desa 110 Orang

3 Kradenan 16.401 M2 1 Desa 45 Orang

4 Randubaltung 49.489 M2 6 Deesa/Kelurahan 174 Orang

5 Jati 53.763 M2 4 Desa 220 Orang

*Sumber : Humas Pemkab Blora

Ukuran Font  
Data dari PT KAI tanah warga yang akan dibebaskan mencapai 146.869 meter persegi atau milik 748 orang di 22 desa. Sebagian besar berupa tanah sawah.
Cetak

No Image 90 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Pariaman DirehabilitasiPemerintah Kota Pariaman memberikan perhatian yang cukup besar bagi masyarakat miskin di Kota Pariaman.

No Image Pelaku Pembunuhan Gadis Belia Dibekuk Jajaran Polres DemakHanya berselang beberapa hari setelah kejadian,jajaran Polres Demak berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap pelaku pembunuhan seorang gadis remaja yang mayatnya ditemukan di areal persawahan.

No Image Banyak Aktivitas Kurangi Risiko AlzheimerAlzheimer merupakan penyakit pikun secara keseluruhan yang umumnya dikhawatirkan para lansia. Sebenarnya risiko terkena alzheimer dapat dihindari dengan aktif berkegiatan dan mengkonsumsi makanan sehat.

No Image Kejuaraan Terjun Payung Militer Internasional, Momentum Kenalkan WisataKehadiran anggota militer dari 42 negara yang mengikuti Conseil International Sport Militaire (CISM) World Military Parachuting Championship 2014 di stadion Manahan Solo disambut hangat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH

Ads