Minggu, 31 Agustus 2014 | 03.14 WIB
Jateng Time

Sibat Bumijawa Kabupaten Tegal Petakan Risiko Bencana

Nur Hasan  |  Slawi | Sabtu, 6 Oktober 2012 - 14.33 WIB | Dibaca: 702 kali
IMG-3615
Tim Sibat Bumijawa Kabupaten Tegal ketika membuat lintasan jalur sungai dibantu dengan alat GPS.

RELAWAN Desa Bumijawa Kabupaten Tegal yang terwadahi dalam Siaga Bencana Berbasis (Sibat) baru-baru ini memetakan Wilayah Desa Bumijawa sebagai daerah rawan bencana. Sebanyak 27 Relawan PMI yang terdiri dari KSR dan Sibat terlibat dalam pemetaan tersebut.

Koordinator Pemetaan, Sunarto menjelaskan, Pemetaan yang dilakukan oleh Sibat Desa Bumijawa meliputi pemetaan ancaman/bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko. “Data diperoleh dengan dua tahap kegiatan, meliputi VCA-PRA dan Tracking-Marking dengan alat GPS (Global Positioning System) yang merupakan alat pembuat lintasan dan penanda suatu lokasi yang berbasis satelit,”terangnya, Sabtu (6/10).

Lebih lanjut dijelaskan, untuk metode VCA-PRA sibat melakukan analisa kalender musim dan kegiatan masyarakat, analisa riwayat kejadian bencana dan penyakit, analisa transek mapping, analisa Jadwal dan aktifitas harian masyarakat, analisa diagram kelembagaan, analisa
perubahan internal dan eksternal pada masyarakat, analisa rangking kekayaan dan kesejahteraan masyarakat desa Bumijawa. Sedang tahap Tracking-Marking Sibat melakukan tracking batas wilayah, jalan raya, sungai, jalur air bersih, batas bahaya/ancaman, marking rumah rentan, marking manusia rentan (Bayi, Ibu hamil dan lansia), marking kapasitas dan jalur evakuasi.“Data analisa dan data tracking-marking tersebut sebagai dasar untuk penilaian tingkat resiko dan ancaman,”paparnya.

Sementara itu, komandan Sibat, Edy Purwanto menambahkan, setelah melakukan kegiatan pemetaan langsung dilapangan dan dipadukan dengan analisa VCA-PRA, diidentifikasi Desa Bumijawa daerah rawan longsor,angin putting beliung dan kebakaran.

“Untuk Wilayah RW 1 RT 1, Dukuh Sabrang merupakan rawan longsor dan angin putting beliung, RW 6 RT 5 dan 6 rawan longsor dan kebakaran, RW 7 Dukuh Germadang dan gupakan rawan longsor, sedang di RW 8 Dukuh Bawangan teridentifikasi rawan longsor dan angin putting beliung,”ungkapnya.

Pemetaan Bahaya, Kerentanan, Risiko dan Kapasitas (BKRK) yang dilaksanakan di Desa Bumijawa itu merupakan pemetaan kesekian kali dari Program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM),
sebelumnya telah dilaksanakan pemetaan yang sama di Desa/Kecamatan Sigedong, Desa Danasari Kecamatan Bojong dan di Desa Kaligayam Kecamatan Margasari. Kegiatan Pemetaan BKRK tersebut didukung oleh Palang Merah Jerman (German Red Cross).**

Ukuran Font  
Data diperoleh dengan dua tahap kegiatan, meliputi VCA-PRA dan Tracking-Marking dengan alat GPS (Global Positioning System) yang merupakan alat pembuat lintasan dan penanda suatu lokasi yang berbasis satelit.
Cetak

No Image Jateng Sabet 3 Piala dalam Parade Tari Nusantara 2014Peserta Parade Tari Nusantara ini berasal dari 33 Provinsi se Indonesia, Jawa Tengah mendapatkan nomor urut penampilan 17 pada pekan Hari kemerdekaan Republik Indonesia di Teater Bhineka Tunggal Ika ( TBTI ) TMII Jakarta.

No Image PKDP Pemersatu Rang Piaman di RantauWakil Walikota Pariaman DR.Genius Umar, S.Sos,M.Si menghadiri undangan Halal Bi Halal warga PKDP Solok yang bertempat di Aula SMKN 1 Kota Solok, Selasa (19/08/2014).

No Image Wagub Jateng: Jangan Berkarya Hanya Untuk Diri SendiriTiga aspek ini harus kita dorong terus menerus agar bisa memaknai kemerdekaan Indonesia dengan benar dan baik.

No Image Bupati Semarang Sidak Uji Fisik Ranmor AngkutanGuna mengetahui dan mencegah kemungkinan praktik pungutan liar (pungli), Bupati Semarang H Mundjirin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tempat uji fisik (kir).

Ads