Selasa, 23 September 2014 | 21.21 WIB
Jateng Time

Sibat Bumijawa Kabupaten Tegal Petakan Risiko Bencana

Nur Hasan  |  Slawi | Sabtu, 6 Oktober 2012 - 14.33 WIB | Dibaca: 730 kali
IMG-3615
Tim Sibat Bumijawa Kabupaten Tegal ketika membuat lintasan jalur sungai dibantu dengan alat GPS.

RELAWAN Desa Bumijawa Kabupaten Tegal yang terwadahi dalam Siaga Bencana Berbasis (Sibat) baru-baru ini memetakan Wilayah Desa Bumijawa sebagai daerah rawan bencana. Sebanyak 27 Relawan PMI yang terdiri dari KSR dan Sibat terlibat dalam pemetaan tersebut.

Koordinator Pemetaan, Sunarto menjelaskan, Pemetaan yang dilakukan oleh Sibat Desa Bumijawa meliputi pemetaan ancaman/bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko. “Data diperoleh dengan dua tahap kegiatan, meliputi VCA-PRA dan Tracking-Marking dengan alat GPS (Global Positioning System) yang merupakan alat pembuat lintasan dan penanda suatu lokasi yang berbasis satelit,”terangnya, Sabtu (6/10).

Lebih lanjut dijelaskan, untuk metode VCA-PRA sibat melakukan analisa kalender musim dan kegiatan masyarakat, analisa riwayat kejadian bencana dan penyakit, analisa transek mapping, analisa Jadwal dan aktifitas harian masyarakat, analisa diagram kelembagaan, analisa
perubahan internal dan eksternal pada masyarakat, analisa rangking kekayaan dan kesejahteraan masyarakat desa Bumijawa. Sedang tahap Tracking-Marking Sibat melakukan tracking batas wilayah, jalan raya, sungai, jalur air bersih, batas bahaya/ancaman, marking rumah rentan, marking manusia rentan (Bayi, Ibu hamil dan lansia), marking kapasitas dan jalur evakuasi.“Data analisa dan data tracking-marking tersebut sebagai dasar untuk penilaian tingkat resiko dan ancaman,”paparnya.

Sementara itu, komandan Sibat, Edy Purwanto menambahkan, setelah melakukan kegiatan pemetaan langsung dilapangan dan dipadukan dengan analisa VCA-PRA, diidentifikasi Desa Bumijawa daerah rawan longsor,angin putting beliung dan kebakaran.

“Untuk Wilayah RW 1 RT 1, Dukuh Sabrang merupakan rawan longsor dan angin putting beliung, RW 6 RT 5 dan 6 rawan longsor dan kebakaran, RW 7 Dukuh Germadang dan gupakan rawan longsor, sedang di RW 8 Dukuh Bawangan teridentifikasi rawan longsor dan angin putting beliung,”ungkapnya.

Pemetaan Bahaya, Kerentanan, Risiko dan Kapasitas (BKRK) yang dilaksanakan di Desa Bumijawa itu merupakan pemetaan kesekian kali dari Program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM),
sebelumnya telah dilaksanakan pemetaan yang sama di Desa/Kecamatan Sigedong, Desa Danasari Kecamatan Bojong dan di Desa Kaligayam Kecamatan Margasari. Kegiatan Pemetaan BKRK tersebut didukung oleh Palang Merah Jerman (German Red Cross).**

Ukuran Font  
Data diperoleh dengan dua tahap kegiatan, meliputi VCA-PRA dan Tracking-Marking dengan alat GPS (Global Positioning System) yang merupakan alat pembuat lintasan dan penanda suatu lokasi yang berbasis satelit.
Cetak

No Image Balai Besar POM Semarang Akan Musnahkan Hasil SitaanBalai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Semarang akan memusnahkan produk-produk illegal dan membahayakan yang berhasil disita oleh satgas pemberantasan produk ilegal.

No Image KMP Mendukung atau Menjerumuskan Prabowo ???Padahal jika dilihat dengan seksama, para elit partai koalisi yang NGAKUNYA mendukung & memperjuangkan Prabowo itu, setelah pilpres usai, mereka terus bergerak memecah belah masyarakat dengan memakai nama Prabowo, sebenarnya bukan untuk benar2 mendukung Prabowo.

No Image Wako Pariaman Mukhlis R Launching Bus Sekolah GratisWalikota Pariaman hari ini, Rabu (17/09/2014) melaunching Bus Sekolah Gratis yang sedianya akan digunakan pelajar di Kota Pariaman sebagai sarana transportasi.

No Image Mukhlis Rahman Raih Penghargaan Ketahanan PanganPeringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 34 tingkat Provinsi Sumatra Barat yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan provinsi Sumatra Barat, Kota Pariaman raih prestasi Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumatra Barat.

Ads