Sabtu, 25 Oktober 2014 | 16.26 WIB
Jateng Time
Tekhnologi

Perbaiki Pelayanan, BKPM Pusat Luncurkan Online Tracking System

-  |  Sragen | Sabtu, 24 November 2012 - 11.28 WIB | Dibaca: 392 kali
IMG-5198
foto/humas

GUNA memberikan pelayanan prima penanaman modal dan mendukung keterbukaan informasi kepada publik, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat menggelar Rakor monitoring dan evaluasi PTSP se Provinsi Jawa Tengah, di Ruang Sukowati Setda Sragen, beberapa waktu lalu.

Kabid Pengolahan Data dan Pusdatin BKPM, Siti Romayah mengatakan, BKPM Pusat saat ini telah membuat sistem yang dinamakan Online Tracking System. Melalui system tersebut, secara transparan investor akan mendapatkan kepastian mengenai proses penerbitan perizinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat dan Daerah serta memonitor proses perizinan Penanaman Modal dari tahap registrasi hingga saat produk izin siap untuk diambil oleh investor.

“Online Tracking System merupakan bagian dari system pelayanan informasi dan perizinan investasi secara eletronik (SPIPISE). Seluruh data perizinan yang diajukan oleh oleh investor terekam dalam database SPIPISE sehingga investor dapat melacak posisi dan status permohonan perizinannnya,” katanya.

Menurutnya, saat ini layanan online tracking system telah digunakan oleh investor yang melakukan permohonan perizinn di PTSP BKPM. Ke depannya, system ini akan dapat digunakan oleh seluruh investor yang mengurus perizinan di PTSP Provinsi dan Kabupaten Kota seluruh Indonesia.

Sementara itu Kabid Pelayanan Perijinan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng, Didik Subiantoro mengatakan, bahwa di Provinsi Jateng saat ini masih dihadapkan dengan 3 persoalan. Yaitu tingginya angka kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran, dan terbatasnya lapangan pekerjaan.

”Salah satu usaha yang ditempuh untuk memecahkan persoalan tersebut adalah mendorong tumbuh kembangnya investasi di provinsi Jateng. Kalau investasi berkembang, akan mampu membuka lapangan kerja, pendapatan daerah serta meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jateng 6,25–6,75 % pada tahun 2012 ini, diperlukan investasi sebesar Rp. 110 trilyun. Sedangkan realisai investasi sampai dengan smester I/2012 mencapai Rp. 64,16 Trilyun yang bersumber dari investasi swasta, pemerintah, masyarakat dan ivestasi lembaga keuangan.

Dalam rakor di Sragen ini, Pusdatin BKPM menyerahkan bantuan peralatan SPIPISE kepada lima penyelenggara PTSP di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Brebes, Blora, Pekalongan, Jepara dan Kota Salatiga.*

Sumber : Humas Pemkab Sragen

Editor : HFO

Ukuran Font  
GUNA memberikan pelayanan prima penanaman modal dan mendukung keterbukaan informasi kepada publik, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat menggelar Rakor monitoring dan evaluasi PTSP se Provinsi Jawa Tengah, di Ruang Sukowati Setda Sragen, beberapa waktu lalu. Kabid Pengolahan Data dan Pusdatin BKPM, Siti Romayah mengatakan, BKPM Pusat saat ini telah membuat sistem yang dinamakan Online Tracking [...]
Cetak

No Image Wakil Walikota Pariaman, Geneus Umar Tanda Tangani MoUWakil Walikota Pariaman Genius Umar, menghadiri Rapat kordinasi Regional Management sekaligus menandatangani MoU pembentukan Badan Kerjasama Regional Management Samudera Lintas Pesisir Wilayah Sumatra Barat di Pangeran Beach Hotel, Kamis (23/10/2014).

No Image Gerah Dengan Ulah Korupsi, KRPK Gelar Demonstrasi di BlitarGerah dengan ulah dugaan korupsi akhirnya warga Blitar, jawa Timur mendatangi kantor Kejaksaan negeri Blitar. para penbdemo menuntut agar pihak Kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang ada di Kota Blitar.

No Image Paket Acara Khusus Budaya Jateng Digelar di TMIIPaket Acara Khusus budaya yang di gelar di Taman Mini Indonesia Indah merupakan kegiatan Promosi Seni Budaya, Pariwisata, Investasi serta segala potensi unggulan dari daerah Kabupaten / Kota.

No Image Walikota Semarang Fokuskan Perbaikan Infrastruktur Wilayah PerbatasanTidak hanya pusat kota saja yang menjadi perhatian Pemkot Semarang, tetapi wilayah-wilayah perbatasan juga harus dilakukan pembenahan terutama dalam hal perbaikan infrastruktur.

Ads