Senin, 22 September 2014 | 09.09 WIB
Jateng Time
Ekonomi

Alokasi Impor Sapi Bakalan 2013 Capai 80 Ribu Ton

-  |  Jakarta | Senin, 14 Januari 2013 - 18.14 WIB | Dibaca: 605 kali
IMG-7485
Peternakan Sapi.net

PEMERINTAH menetapkan alokasi impor daging sapi dan sapi bakalan selama 2013 akan mencapai 80.000 ton setara daging. Jumlah ini susut sebesar 13% dibanding alokasi impor pada tahun 2012 sebesar 92.000 ton.

Untuk itu, Pemerintah telah menujuk sebanyak 100 perusahaan yang memiliki surat izin importir terdaftar (IT) dengan rinciannya 80 perusahaan importir daging dan 20 perusahaan importir sapi bakalan.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, pengurangan impor sapi bakalan akan menguntungkan peternak karena harga sapi potong meningkat dan membuat peternak bergairah untuk meningkatkan populasi ternaknya.

“Langkah pemerintah mengurangi impor sapi bakalan sudah tepat dalam rangka menggairahkan usaha ternak sapi di Indonesia sehingga populasi meningkat mencapai angka yang mendukung swasembada daging tahun 2014,” katanya saat berkunjung ke Kelompok Tani Ternak “Global Lestari” di Desa Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, kemarin.

Mentan menilai populasi sapi Indonesia bisa berkembang karena usaha itu cukup prospektif, terbukti saat ini tumbuh usaha penggemukan sapi yang sejumlah daerah termasuk yang didorong melalui Program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) sejak tahun 2011.

Mentan mengungkapkan, populasi sapi di daerah-daerah “kantong sapi” mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB dan NTT mengalami pertumbuhan cukup baik, bahkan di Papua, populasi sapi mengalami pertumbuhan di atas tujuh persen. “Populasi cukup, hanya saja sebarannya tidak meratademikian juga kebutuhan daging di Jawa lebih tinggi karena jumlah penduduk lebih banyak,” katanya.

Data pemerintah saat ini menunjukkan konsumsi daging sapi oleh masyarakat Indonesia sebanyak 1,8 kilo gram perkapita pertahun, lalu data pedagang menunjukkan 4,8 kilo gram perkapita pertahun. Saat ini, harga daging sapi menembus Rp.80.000 hingga Rp.90.000 per kilogram. Harga ini termahal jika dibandingkan beberapa negara lainnya seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura, yang rata-rata Rp.33.000-35.000 per kilogram.

Harga daging sapi di pasaran yang hampir menembus angka ratusan ribu rupiah per kilogram tahun itu, menurut Mentan, diakibatkan adanya fluktuasi harga di pasaran. “Kalau harga daging sapi itu kan turun naik,” ujar Mentan.

Untuk menyikapinya pemerintah akan tetap mempertahankan kuota daging sapi impor sebanyak 80.000 ton yang belum direalisasikan. Jumlah ini terdiri atas 48.000 ton sapi bakalan dan 32.000 ton daging sapi beku. Jika harga daging naik karena kurangnya suplai, menurut Mentan, akan ada pengkajian lebih dalam tentang penetapan kuota daging sapi tersebut.

Untuk menindaklanjuti kondisi itu, Kementerian Pertanian berencana membenahi sarana transportasinya. Misalnya, kereta api untuk mengangkut sapi ke daerah-daerah.

Termasuk, rencana memberlakukan kapal khusus pengangkut sapi. Selain itu, akan ada revitalisasi rumah potong hewan (RPH) yang dekat dengan rumah produksi dan nantinya, tidak ada lagi sapi hidup yang masuk ke Jakarta, yang ada adalah daging sapi beku.

Karena itu, Mentan mengatakan, saat ini tengah dipikirkan untuk dibangun Rumah Potong Hewan (RPH) di daerah “kantong sapi” seperti NTT, NTB dan Papua, kemudian dagingnya yang akan dikirim ke Pulau Jawa.*

Sumber : www.setkab.go.id/OCT/WID/ES

Editor : HFO

Ukuran Font  
Pemerintah menetapkan alokasi impor daging sapi dan sapi bakalan selama 2013 akan mencapai 80.000 ton setara daging. Jumlah ini susut sebesar 13% dibanding alokasi impor pada tahun 2012 sebesar 92.000 ton.
Cetak

No Image Wako Pariaman Mukhlis R Launching Bus Sekolah GratisWalikota Pariaman hari ini, Rabu (17/09/2014) melaunching Bus Sekolah Gratis yang sedianya akan digunakan pelajar di Kota Pariaman sebagai sarana transportasi.

No Image Mukhlis Rahman Raih Penghargaan Ketahanan PanganPeringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 34 tingkat Provinsi Sumatra Barat yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan provinsi Sumatra Barat, Kota Pariaman raih prestasi Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumatra Barat.

No Image Gubernur Dorong Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan di SalatigaAir bersih ini merupakan langkah paling cepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang dialami warga Desa Kumpulrejo Kota Salatiga.

No Image Jadilah Pemimpin dan Penggerak PerubahanKepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan ToT tersebut adalah untuk membangun pola pikir, komitmen bersama, jiwa korsa, integritas, manajemen, implementasi kebijakan, dan budaya baru di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Ads