Jumat, 19 Desember 2014 | 19.54 WIB
Jateng Time
Ekonomi

Alokasi Impor Sapi Bakalan 2013 Capai 80 Ribu Ton

-  |  Jakarta | Senin, 14 Januari 2013 - 18.14 WIB | Dibaca: 658 kali
IMG-7485
Peternakan Sapi.net

PEMERINTAH menetapkan alokasi impor daging sapi dan sapi bakalan selama 2013 akan mencapai 80.000 ton setara daging. Jumlah ini susut sebesar 13% dibanding alokasi impor pada tahun 2012 sebesar 92.000 ton.

Untuk itu, Pemerintah telah menujuk sebanyak 100 perusahaan yang memiliki surat izin importir terdaftar (IT) dengan rinciannya 80 perusahaan importir daging dan 20 perusahaan importir sapi bakalan.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, pengurangan impor sapi bakalan akan menguntungkan peternak karena harga sapi potong meningkat dan membuat peternak bergairah untuk meningkatkan populasi ternaknya.

“Langkah pemerintah mengurangi impor sapi bakalan sudah tepat dalam rangka menggairahkan usaha ternak sapi di Indonesia sehingga populasi meningkat mencapai angka yang mendukung swasembada daging tahun 2014,” katanya saat berkunjung ke Kelompok Tani Ternak “Global Lestari” di Desa Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, kemarin.

Mentan menilai populasi sapi Indonesia bisa berkembang karena usaha itu cukup prospektif, terbukti saat ini tumbuh usaha penggemukan sapi yang sejumlah daerah termasuk yang didorong melalui Program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) sejak tahun 2011.

Mentan mengungkapkan, populasi sapi di daerah-daerah “kantong sapi” mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB dan NTT mengalami pertumbuhan cukup baik, bahkan di Papua, populasi sapi mengalami pertumbuhan di atas tujuh persen. “Populasi cukup, hanya saja sebarannya tidak meratademikian juga kebutuhan daging di Jawa lebih tinggi karena jumlah penduduk lebih banyak,” katanya.

Data pemerintah saat ini menunjukkan konsumsi daging sapi oleh masyarakat Indonesia sebanyak 1,8 kilo gram perkapita pertahun, lalu data pedagang menunjukkan 4,8 kilo gram perkapita pertahun. Saat ini, harga daging sapi menembus Rp.80.000 hingga Rp.90.000 per kilogram. Harga ini termahal jika dibandingkan beberapa negara lainnya seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura, yang rata-rata Rp.33.000-35.000 per kilogram.

Harga daging sapi di pasaran yang hampir menembus angka ratusan ribu rupiah per kilogram tahun itu, menurut Mentan, diakibatkan adanya fluktuasi harga di pasaran. “Kalau harga daging sapi itu kan turun naik,” ujar Mentan.

Untuk menyikapinya pemerintah akan tetap mempertahankan kuota daging sapi impor sebanyak 80.000 ton yang belum direalisasikan. Jumlah ini terdiri atas 48.000 ton sapi bakalan dan 32.000 ton daging sapi beku. Jika harga daging naik karena kurangnya suplai, menurut Mentan, akan ada pengkajian lebih dalam tentang penetapan kuota daging sapi tersebut.

Untuk menindaklanjuti kondisi itu, Kementerian Pertanian berencana membenahi sarana transportasinya. Misalnya, kereta api untuk mengangkut sapi ke daerah-daerah.

Termasuk, rencana memberlakukan kapal khusus pengangkut sapi. Selain itu, akan ada revitalisasi rumah potong hewan (RPH) yang dekat dengan rumah produksi dan nantinya, tidak ada lagi sapi hidup yang masuk ke Jakarta, yang ada adalah daging sapi beku.

Karena itu, Mentan mengatakan, saat ini tengah dipikirkan untuk dibangun Rumah Potong Hewan (RPH) di daerah “kantong sapi” seperti NTT, NTB dan Papua, kemudian dagingnya yang akan dikirim ke Pulau Jawa.*

Sumber : www.setkab.go.id/OCT/WID/ES

Editor : HFO

Ukuran Font  
Pemerintah menetapkan alokasi impor daging sapi dan sapi bakalan selama 2013 akan mencapai 80.000 ton setara daging. Jumlah ini susut sebesar 13% dibanding alokasi impor pada tahun 2012 sebesar 92.000 ton.
Cetak

No Image Upah Tak Layak, Buruh PDP Gelar Unjuk RasaAksi ratusan buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kabupaten Jember, Jawa Timur, berunjuk rasa menuntut pemenuhan janji yang telah disepakati dengan direksi.

No Image Aneh Aja, Divonis 5,6 Tahun Penjara,Rahmat Yasin Diberhentikan TerhormatSesuai SK Mendagri Cahyo Kumolo dengan Nomor 131.32.4652 tahun 2014 tanggal 25 November 2014, memutuskan pemberhentian dengan hormat terpidana korupsi Rahmat Yasin (RY).

No Image Rini Soemarno Tetap Kukuh Jual Aset BUMNRencana Menteri BUMN Rini Soemarno menjual gedung kementerian BUMN mendapat banyak sorotan tajam. Namun demikian, mantan menteri perdagangan dan perindustrian di era Presiden Megawati Soekarnoputri itu tetap kukuh.

No Image Ketua LSM Caredek Drs. Akhiardi Sangat Menyayangkan Pengkotak-Kotakan Wartawan di Pemko PariamanKetua LSM Caredek, Drs. Akhiardi, yang dihubungi Kamis (18/12/14), terkait dengan membawa sebagaian wartawan yag meliput kegiatan Pemko Pariaman, kongko-kongko, ke luar daerah dengan memakai dana APBD Pemko Pariaman.

Ads