Minggu, 26 April 2015 | 20.02 WIB
Jateng Time

Pertumbuhan Ekonomi di Jateng Tidak Merata

Semarang | Senin, 28 Januari 2013 - 16.44 WIB | Dibaca: 464 kali
IMG-8124
Gedung DPRD Jawa Tengah

SEMARANG – Anggota DPRD Jawa Tengah Kamal Fauzi menilai tingginya tingkat perekonomian provinsi ini yang tidak sejalan dengan penurunan angka kemiskinan menunjukkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini tidak merata.

“Gubernur Bibit Waluyo menyatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 6,7 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 6,3 persen,” kata Kamal di Semarang, Senin.

Namun, lanjut dia, tingkat kemiskinan provinsi ini justru lebih besar dibanding rata-rata nasional, yakni 15,35 persen dari 12,27 persen secara nasional.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan ekonomi kerakyatan belum tumbuh optimal di Jawa Tengah.

“Hanya pelaku ekonomi tertentu saja yang merasakan, sementara mayoritas pelaku ekonomi yang berbasis usaha mikro kecil menengah masih terpinggirkan,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Ia menuturkan dari sekitar 3,6 juta unit usaha yang ada di Jawa Tengah, sekitar 85 persen di antaranya merupakan unit usaha mikro.

Dari jumlah terbanyak itu, lanjut dia, masih banyak yang sulit berkembang karena terkendala permodalan atau minimnya pemberdayaan dan perlindungan dari pemerintah.

Ia mencontohkan lesunya industri logam di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

“Para perajin logam mengeluh kalah bersaing karena kendala alat produksi yang belum modern,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, banyak perajin yang terjerat hukum karena kurangnya pemahaman tentang hak paten.

Saat ini, menurut dia, pemerintah provinsi bersama DPRD Jawa Tengah sedang menyusun rancangan Peraturan Daerah tentang UMKM yang diharapkan mampu memecahkan berbagai kendala yang selama ini dihadapi.

Sebelumnya, Gubernur Bibit Waluyo menyatakan pengurangan kemiskinan merupakan pekerjaan rumah yang harus segara diselesaikan.

Ia mengatakan angka kemiskinan yang harus diturunkan pada 2013 sekitar tiga persen untuk mencapai target rencana pembangunan jangka menengah daerah.

“Dalam RPJMD Jawa Tengah, target angka kemiskinan mencapai sekitar 11 persen,” kata Gubernur.

Ia menuturkan salah satu upaya yang disiapkan untuk mempercepat angka penurunan kemiskinan tersebut adalah dengan mendorong program desa mandiri pangan.

Ia menjelaskan alokasi dana telah disiapkan melalui APBD dan APBN.

“APBN dialokasikan untuk 632 desa, APBD untuk 140 desa, sehingga total ada sekitar 800 desa,” katanya.** Ant/Sbi

Ukuran Font  
Anggota DPRD Jawa Tengah Kamal Fauzi menilai tingginya tingkat perekonomian provinsi ini yang tidak sejalan dengan penurunan angka kemiskinan menunjukkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini tidak merata.
Cetak

No Image Kapolres Demak Serahkan Kunci Rumah Korban KeebakaranBantuan ini tidak seberapa dan jauh dari cukup untuk kebutuhan korban, namun kami tetap peduli akan nasib yang dialami korban.

No Image Beri Rasa Aman, Polres Lakukan Razia RutinTempat razia ini kami usahakan selalu berpindah tempat, serta serentak di sejumlah wilayah polsek di Demak dengan waktu dan tempat yang berbeda.

No Image Wartawan Temukan Potongan Tangan Korban KebakaranKebakaran yang mengharukan yang di alami keluarga Agung Sumantri warga Desa Botosengon,Kecamatan Dempet,Kabupaten Demak harus kehilangan ke tiga buah hatinya yang masih balita yakni Fadli (10) Shinta (8) dan Juwita (3).

No Image Istri Kapolres Demak Datangi Bekas Rumah Korban KebakaranSetelah memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Agung Sumantri yang mengakibatkan korban harus kehilangan tiga anak sekaligus, istri Kapolres Demak dan rombongan berkenan melihat langsung lokasi rumah korban yang kebakaran.

Ads