Rabu, 22 Oktober 2014 | 14.54 WIB
Jateng Time

Pertumbuhan Ekonomi di Jateng Tidak Merata

Semarang | Senin, 28 Januari 2013 - 16.44 WIB | Dibaca: 389 kali
IMG-8124
Gedung DPRD Jawa Tengah

SEMARANG – Anggota DPRD Jawa Tengah Kamal Fauzi menilai tingginya tingkat perekonomian provinsi ini yang tidak sejalan dengan penurunan angka kemiskinan menunjukkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini tidak merata.

“Gubernur Bibit Waluyo menyatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 6,7 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 6,3 persen,” kata Kamal di Semarang, Senin.

Namun, lanjut dia, tingkat kemiskinan provinsi ini justru lebih besar dibanding rata-rata nasional, yakni 15,35 persen dari 12,27 persen secara nasional.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan ekonomi kerakyatan belum tumbuh optimal di Jawa Tengah.

“Hanya pelaku ekonomi tertentu saja yang merasakan, sementara mayoritas pelaku ekonomi yang berbasis usaha mikro kecil menengah masih terpinggirkan,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Ia menuturkan dari sekitar 3,6 juta unit usaha yang ada di Jawa Tengah, sekitar 85 persen di antaranya merupakan unit usaha mikro.

Dari jumlah terbanyak itu, lanjut dia, masih banyak yang sulit berkembang karena terkendala permodalan atau minimnya pemberdayaan dan perlindungan dari pemerintah.

Ia mencontohkan lesunya industri logam di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

“Para perajin logam mengeluh kalah bersaing karena kendala alat produksi yang belum modern,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, banyak perajin yang terjerat hukum karena kurangnya pemahaman tentang hak paten.

Saat ini, menurut dia, pemerintah provinsi bersama DPRD Jawa Tengah sedang menyusun rancangan Peraturan Daerah tentang UMKM yang diharapkan mampu memecahkan berbagai kendala yang selama ini dihadapi.

Sebelumnya, Gubernur Bibit Waluyo menyatakan pengurangan kemiskinan merupakan pekerjaan rumah yang harus segara diselesaikan.

Ia mengatakan angka kemiskinan yang harus diturunkan pada 2013 sekitar tiga persen untuk mencapai target rencana pembangunan jangka menengah daerah.

“Dalam RPJMD Jawa Tengah, target angka kemiskinan mencapai sekitar 11 persen,” kata Gubernur.

Ia menuturkan salah satu upaya yang disiapkan untuk mempercepat angka penurunan kemiskinan tersebut adalah dengan mendorong program desa mandiri pangan.

Ia menjelaskan alokasi dana telah disiapkan melalui APBD dan APBN.

“APBN dialokasikan untuk 632 desa, APBD untuk 140 desa, sehingga total ada sekitar 800 desa,” katanya.** Ant/Sbi

Ukuran Font  
Anggota DPRD Jawa Tengah Kamal Fauzi menilai tingginya tingkat perekonomian provinsi ini yang tidak sejalan dengan penurunan angka kemiskinan menunjukkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini tidak merata.
Cetak

No Image Mukhlis Rahman : Aparatur Pemerintah Melayani Bukan DilayaniWalikota Pariaman Mukhlis Rahman membuka kegiatan Workshop dan Fasilitasi Penyusunan Road Map Reformasi Birokasi di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman di Aula Hotel Nan Tongga Kota Pariaman, Rabu (22/10/2014).

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

Ads