Senin, 31 Agustus 2015 | 00.55 WIB
Jateng Time
Kesehatan

Ali Mukhni: Padang Pariaman Harus Bebas Penyakit Filariasis

Amirudin  |  Pariaman | Kamis, 23 Mei 2013 - 07.04 WIB | Dibaca: 357 kali
IMG-12006
Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni

PADANG PARIAMAN, JT – Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni buka secara resmi Sosialisasi Pengobatan Massal Filariasis Tahap I Tahun 2013 bagi aparatur Pemda terkait se-Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (21/5/2013), di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Paritmalintang. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menjalin sinergi antara berbagai pihak, serta menetapkan komitmen bersama dalam pelaksanaan pengobatan massal Filariasis.

Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni dalam sambutannya mengatakan bahwa Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) ini merupakan penyakit infeksi yang termasuk kategori “new emerging diseases”, atau penyakit dengan gejala penyebaran yang sangat cepat. “Menurut data WHO sudah sekitar 120 juta penduduk di 80 negara yang terinfeksi penyakit ini. Kurang lebih 10 juta dari penderita berada di Indonesia, dengan jumlah penderita kronis 6.500 orang, yang tersebar di 1.553 desa/nagari/kelurahan pada 231 kabupaten/kota di 26 Provinsi di Indonesia”.

Ali Mukhni melanjutkan, bahwa semua aparatur pemerintah daerah harus terus bekerjasama mewujudkan Padang Pariaman bebas Filariasis. “Tahun 2020 ditargetkan di seluruh dunia tidak akan lagi ada penderita penyakit ini. Sebagai daerah yang endemis, tentu kita kasihan sekali
melihat para penderita kronis seperti dalam foto. Mereka yang menderita penyakit ini tentu akan kehilangan produktivitas, serta akan memberatkan perekonomian keluarga. Oleh karena itu,marilah kita bersama-sama mewujudkan Padang Pariaman Bebas Filariasis, kalau bisa secepatnya, tanpa perlu menunggu 2020,” lanjutnya.

Acara Sosialisasi yang dilaksanakan untuk mendukung kesuksesan acara pengobatan massal bulan Juni 2013 mendatang ini, juga dihadiri oleh Kepala Dinas/Instansi, Muspida, Camat, Kepala Puskesmas, Pengelola Obat Puskesmas, serta Pemegang Program Filariasis Puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Zunirman mengatakan bahwa penyakit filariasis harus ditanggapi dengan serius.

“Meskipun jumlah penderita kaki gajah/filariasis ini kelihatannya hanya 29 orang, namun karena penularannya yang sangat cepat dan akibatnya bisa jadi ditemukan di kemudian hari serta berakibat fatal, maka tidak bisa dianggap sepele dan harus segera diambil tindakan untuk mencegahnya. Oleh karena itu kami Dinas Kesehatan melalui acara sosialisasi ini berharap komitmen serta kerjasama semua pihak untuk keberhasilan pengobatan massal bulan Juni mendatang,” katanya.

Pada akhir acara, Bupati Ali Mukhni menyempatkan diri untuk menghimbau seluruh peserta yang hadir agar terus membudayakan gemar masakan tradisional Padang Pariaman. “Makanan seperti yang dihidangkan saat ini, seperti goreng pisang, katan dan lopis merupakan masakan tradisional yang sehat bagi keluarga, jadi mari kita bersama-sama menghidupkan lagi budaya makanan tradisional yang murah meriah, dan kurangi makanan fast food, karena selain harganya mahal bisa berakibat
kurang baik bagi kesehatan,”lanjutnya mengakhiri sambutan. **

Ukuran Font  
Ali Mukhni melanjutkan, bahwa semua aparatur pemerintah daerah harus terus bekerjasama mewujudkan Padang Pariaman bebas Filariasis. “Tahun 2020 ditargetkan di seluruh dunia tidak akan lagi ada penderita penyakit ini.
Cetak

No Image DEMI AMANKAN KIRAB PILKADA, MILYARAN DEBU DAN KUMAN MASUK PARU-PARU ANGGOTA POLRES DEMAKUngkapan ini bukan slogan, atau janji kampanye, tetapi kejadian nyata dan tidak banyak pihak yang menyadari atau sekedar peduli

No Image DEKLARASI KIRAB DAMAI PILKADA DEMAK SUKSES, KAPOLRES DEMAK TERSENYUM LEGAMenempati Ruang Sidang Paripuna Gedung DPRD Kabupaten Demak

No Image AKBP. HERU SUTOPO. S,IK : “TAATI PERATURAN PILKADA JUGA TAATI PERATURAN LALU- LINTAS”Hal ini di sampaikan Kapolres Demak AKBP. Heru Sutopo. S,IK ketika memberikan sambutan dalam acara DEKLARASI DAN KIRAB DAMAI

No Image KAPOLDA JATENG “ POLRI DAN KEJAKSAAN UNTUK TIDAK MENCARI-CARI YANG TIDAK PERLU BERKAITAN DENGAN DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI “Hal ini di tegaskan Kapolda Jawa Tengah IRJEN Pol, Drs. Nur Ali, SH di hadapan seluruh jajaran Muspida,

Ads