Jumat, 25 Juli 2014 | 00.00 WIB
Jateng Time
Kesehatan

Ali Mukhni: Padang Pariaman Harus Bebas Penyakit Filariasis

Amirudin  |  Pariaman | Kamis, 23 Mei 2013 - 07.04 WIB | Dibaca: 208 kali
IMG-12006
Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni

PADANG PARIAMAN, JT – Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni buka secara resmi Sosialisasi Pengobatan Massal Filariasis Tahap I Tahun 2013 bagi aparatur Pemda terkait se-Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (21/5/2013), di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Paritmalintang. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menjalin sinergi antara berbagai pihak, serta menetapkan komitmen bersama dalam pelaksanaan pengobatan massal Filariasis.

Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni dalam sambutannya mengatakan bahwa Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) ini merupakan penyakit infeksi yang termasuk kategori “new emerging diseases”, atau penyakit dengan gejala penyebaran yang sangat cepat. “Menurut data WHO sudah sekitar 120 juta penduduk di 80 negara yang terinfeksi penyakit ini. Kurang lebih 10 juta dari penderita berada di Indonesia, dengan jumlah penderita kronis 6.500 orang, yang tersebar di 1.553 desa/nagari/kelurahan pada 231 kabupaten/kota di 26 Provinsi di Indonesia”.

Ali Mukhni melanjutkan, bahwa semua aparatur pemerintah daerah harus terus bekerjasama mewujudkan Padang Pariaman bebas Filariasis. “Tahun 2020 ditargetkan di seluruh dunia tidak akan lagi ada penderita penyakit ini. Sebagai daerah yang endemis, tentu kita kasihan sekali
melihat para penderita kronis seperti dalam foto. Mereka yang menderita penyakit ini tentu akan kehilangan produktivitas, serta akan memberatkan perekonomian keluarga. Oleh karena itu,marilah kita bersama-sama mewujudkan Padang Pariaman Bebas Filariasis, kalau bisa secepatnya, tanpa perlu menunggu 2020,” lanjutnya.

Acara Sosialisasi yang dilaksanakan untuk mendukung kesuksesan acara pengobatan massal bulan Juni 2013 mendatang ini, juga dihadiri oleh Kepala Dinas/Instansi, Muspida, Camat, Kepala Puskesmas, Pengelola Obat Puskesmas, serta Pemegang Program Filariasis Puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Zunirman mengatakan bahwa penyakit filariasis harus ditanggapi dengan serius.

“Meskipun jumlah penderita kaki gajah/filariasis ini kelihatannya hanya 29 orang, namun karena penularannya yang sangat cepat dan akibatnya bisa jadi ditemukan di kemudian hari serta berakibat fatal, maka tidak bisa dianggap sepele dan harus segera diambil tindakan untuk mencegahnya. Oleh karena itu kami Dinas Kesehatan melalui acara sosialisasi ini berharap komitmen serta kerjasama semua pihak untuk keberhasilan pengobatan massal bulan Juni mendatang,” katanya.

Pada akhir acara, Bupati Ali Mukhni menyempatkan diri untuk menghimbau seluruh peserta yang hadir agar terus membudayakan gemar masakan tradisional Padang Pariaman. “Makanan seperti yang dihidangkan saat ini, seperti goreng pisang, katan dan lopis merupakan masakan tradisional yang sehat bagi keluarga, jadi mari kita bersama-sama menghidupkan lagi budaya makanan tradisional yang murah meriah, dan kurangi makanan fast food, karena selain harganya mahal bisa berakibat
kurang baik bagi kesehatan,”lanjutnya mengakhiri sambutan. **

Ukuran Font  
Ali Mukhni melanjutkan, bahwa semua aparatur pemerintah daerah harus terus bekerjasama mewujudkan Padang Pariaman bebas Filariasis. “Tahun 2020 ditargetkan di seluruh dunia tidak akan lagi ada penderita penyakit ini.
Cetak

No Image Kodam Jaya Lakukan Pergeseran PejabatHanya karena limpahan kasih dan karunia-Nya, hari ini kita masih dapat melanjutkan rangkaian kegiatan sertijab para pejabat dengan melaksanakan acara Ramah Tamah, dalam suasana kebersamaan dan penuh kebahagiaan.

No Image Dandim Demak Serahkan Bingkisan Lebaran Untuk Istri Anggota dan PNS KodimDandim 0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto menyerahkan bantuan bingkisan kepada Istri anggota Kodim 0716/Demak yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana cabang Demak di Aula Makodim 0716/Demak, Kamis (17/07).

No Image Jembatan Comal Pemalang Ambles, Arus lalin DialihkanJembatan Sungai Comal yang menjadi jembatan penting di jalur antura akhirnya benar-benar ditutup total untuk semua jenis kendaraan. Hal tersebut dikarenakan kondisi jembatan yang sudah tidak layak untuk dilewati.

No Image Kodam Jaya Berikan Penghargaan Kepada Prajurit BerprestasiTNI akan tetap Konsisten dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan, dalam konteks menjaga dan melindungi segenap bangsa dan Negara.

Ads