Jumat, 19 September 2014 | 12.48 WIB
Jateng Time
Kesehatan

Ali Mukhni: Padang Pariaman Harus Bebas Penyakit Filariasis

Amirudin  |  Pariaman | Kamis, 23 Mei 2013 - 07.04 WIB | Dibaca: 236 kali
IMG-12006
Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni

PADANG PARIAMAN, JT – Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni buka secara resmi Sosialisasi Pengobatan Massal Filariasis Tahap I Tahun 2013 bagi aparatur Pemda terkait se-Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (21/5/2013), di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Paritmalintang. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menjalin sinergi antara berbagai pihak, serta menetapkan komitmen bersama dalam pelaksanaan pengobatan massal Filariasis.

Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni dalam sambutannya mengatakan bahwa Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) ini merupakan penyakit infeksi yang termasuk kategori “new emerging diseases”, atau penyakit dengan gejala penyebaran yang sangat cepat. “Menurut data WHO sudah sekitar 120 juta penduduk di 80 negara yang terinfeksi penyakit ini. Kurang lebih 10 juta dari penderita berada di Indonesia, dengan jumlah penderita kronis 6.500 orang, yang tersebar di 1.553 desa/nagari/kelurahan pada 231 kabupaten/kota di 26 Provinsi di Indonesia”.

Ali Mukhni melanjutkan, bahwa semua aparatur pemerintah daerah harus terus bekerjasama mewujudkan Padang Pariaman bebas Filariasis. “Tahun 2020 ditargetkan di seluruh dunia tidak akan lagi ada penderita penyakit ini. Sebagai daerah yang endemis, tentu kita kasihan sekali
melihat para penderita kronis seperti dalam foto. Mereka yang menderita penyakit ini tentu akan kehilangan produktivitas, serta akan memberatkan perekonomian keluarga. Oleh karena itu,marilah kita bersama-sama mewujudkan Padang Pariaman Bebas Filariasis, kalau bisa secepatnya, tanpa perlu menunggu 2020,” lanjutnya.

Acara Sosialisasi yang dilaksanakan untuk mendukung kesuksesan acara pengobatan massal bulan Juni 2013 mendatang ini, juga dihadiri oleh Kepala Dinas/Instansi, Muspida, Camat, Kepala Puskesmas, Pengelola Obat Puskesmas, serta Pemegang Program Filariasis Puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Zunirman mengatakan bahwa penyakit filariasis harus ditanggapi dengan serius.

“Meskipun jumlah penderita kaki gajah/filariasis ini kelihatannya hanya 29 orang, namun karena penularannya yang sangat cepat dan akibatnya bisa jadi ditemukan di kemudian hari serta berakibat fatal, maka tidak bisa dianggap sepele dan harus segera diambil tindakan untuk mencegahnya. Oleh karena itu kami Dinas Kesehatan melalui acara sosialisasi ini berharap komitmen serta kerjasama semua pihak untuk keberhasilan pengobatan massal bulan Juni mendatang,” katanya.

Pada akhir acara, Bupati Ali Mukhni menyempatkan diri untuk menghimbau seluruh peserta yang hadir agar terus membudayakan gemar masakan tradisional Padang Pariaman. “Makanan seperti yang dihidangkan saat ini, seperti goreng pisang, katan dan lopis merupakan masakan tradisional yang sehat bagi keluarga, jadi mari kita bersama-sama menghidupkan lagi budaya makanan tradisional yang murah meriah, dan kurangi makanan fast food, karena selain harganya mahal bisa berakibat
kurang baik bagi kesehatan,”lanjutnya mengakhiri sambutan. **

Ukuran Font  
Ali Mukhni melanjutkan, bahwa semua aparatur pemerintah daerah harus terus bekerjasama mewujudkan Padang Pariaman bebas Filariasis. “Tahun 2020 ditargetkan di seluruh dunia tidak akan lagi ada penderita penyakit ini.
Cetak

No Image Gubernur Dorong Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan di SalatigaAir bersih ini merupakan langkah paling cepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang dialami warga Desa Kumpulrejo Kota Salatiga.

No Image Jadilah Pemimpin dan Penggerak PerubahanKepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan ToT tersebut adalah untuk membangun pola pikir, komitmen bersama, jiwa korsa, integritas, manajemen, implementasi kebijakan, dan budaya baru di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

No Image Kepribadian Berbudaya Dapat Dukung EkonomiMewujudkan kemandirian ekonomi dapat dibangun melalui kepribadian bangsa dalam berbudaya, karena banyak budaya masyarakat yang muaranya terkait pada bidang ekonomi.

No Image Terbilang Buruk Di Masyarakat, Sat Pol PP Perlu NegosiatorSEMARANG – Citra Satuan Pamong Praja (Satpol PP) masih terbilang buruk di masyarakat. Salah satunya diidentikkan dengan kekerasan saat melakukan penggusuran pedagang kaki lima (PKL). Imej itu harus dihapus melalui pendekatan humanis kepada warga. “Pendekatan yang lebih manusiawi ini penting. Ilmu itu perlu kita miliki, terutama teman-teman yang bertugas di Satpol PP. Nah kalau sudah dimiliki, [...]

Ads