Jumat, 25 April 2014 | 01.53 WIB
Jateng Time

Optimalisasi Pembinaan Peta Jaring Teritorial Korem 051/Wijayakarta

jakarta | Kamis, 17 Oktober 2013 - 22.21 WIB | Dibaca: 97 kali
IMG-15774

TNI sebagai alat pertahanan negara mempunyai tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Dalam rangka mencapai keberhasilan tugas pokok tersebut, TNI AD melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial yang merupakan fungsi utama TNI AD. Pembinaan teritorial dalam aplikasinya diantaranya dilaksanakan dengan merekrut mitra karib terpilih dan membinanya sebagai perpanjangan tangan aparat komando kewilayahan dalam upaya mendapatkan berbagai informasi di wilayahnya. Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka Korem 051/Wkt menyelenggarakan kegiatan pembinaan peta jarak jaring teritorial sebagai wujud pembinaan mitra karibnya

Komandan Korem 051/Wkt Kolonel Inf Nugroho Budi Wiryanto menyatakan fungsi teritotrial kini sudah berubah, sejalan dengan tuntutan reformasi.”Fungsi teritorial TNI ke depan disesuaikan TNI terhadap pergeseran pemikiran tentang teritorial di era reformasi,” kataya, saat membuka langsung Acara Pembinaan Peta Jaring Teritorial di Aula Makorem 051/Wkt Jl Niaga Raya No.1 Cikarang baru bekasi, Kamis (17/10).

Pada era Orde Baru, struktur komando teritorial digunakan oleh rezim yang berkuasa sebagai instrumen intelijen yang mengawasi dan memetakan berbagai kelompok-kelompok masyarakat, khususnya yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Hal tersebut dipertegas dengan dominasi peran militer dalam proses politik nasional. Danrem menuturkan fungsi teritorial merupakan center of gravity kekuatan pertahanan, sekaligus merupakan fungsi untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Penekanan bahwa pelaksanaan fungsi teritorial TNI ke depan dalam rangka optimalisasi peran TNI harus menggunakan kata kunci sinergitas, dengan beberapa tujuan yang termakna yakni pertama, soliditas dan sinergitas fungsi dan tugas pembinaan teritorial oleh TNI AD, Kedua, penyesuaian TNI terhadap pergeseran pemikiran tentang teritorial di era reformasi. Ketiga, pengembangan sistem dan metode pembinaan teritorial TNI dihadapkan kepada perkembangan bidang-bidang kehidupan masyarakat.

“Keempat, sinergitas dan integrasi dari aspek anggaran dihadapkan kepada perkembangan sistem politik, pemerintahan dan otonomi daerah. Kelima, penentuan sasaran Binter TNI secara tepat sesuai kebutuhan daerah dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Danrem.

Release : Pendam Jaya

Ukuran Font  
Dalam rangka mencapai keberhasilan tugas pokok tersebut, TNI AD melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial yang merupakan fungsi utama TNI AD.
Cetak

No Image Pembuatan Sim Kolektif Prajurit Yonarhanudse-10Untuk menegakkan disiplin dalam berlalu Lintas Satuan Yonarhanudse-10/1/Falatehan Kodam Jaya mengadakan koordinasi dengan Pihak Satpas Polda Metro Jayauntuk membuat SIM secara Kolektif

No Image Alami Gangguan Jiwa, Agus Nekat Gantung DiriAgus Sugianto (30) ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya, dukuh Kedokanjati RT 07 RW 01, desa Serang, kecamatan Petarukan, kabupaten Pemalang.

No Image Pembekalan Tipping Point Leadership Oleh Danrem 051/WKTKomandan Korem 051/Wkt Kolonel Inf Rudianto, memberikan pembekalan kepada Para Dandim, Para Kasi,Para Perwira Staf Korem 051/Wkt, Bertempat ruang data Lt 2 Makrem 051/Wkt

No Image Besok, Tim PGRI Kab Cirebon Bertolak Ke Malang Serahkan Bantuan Korban Gunung KeludKorban erupsi gunung Kelud yang terjadi beberapa waktu lalu ternyata mengugah rasa keprihatinan berbagai pihak tak terkecuali Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ads