Rabu, 26 November 2014 | 13.16 WIB
Jateng Time
Fokus

Tarif Bis Jurusan Jakarta Akan Naik 10-20 Persen

Herry Febriyanto  |  Kota Sukabumi | Senin, 11 Maret 2013 - 08.12 WIB | Dibaca: 484 kali
IMG-9962
Suasana Terminal Bis Sudirman Kota Sukabumi

KEMENTERIAN Perhubungan rencananya akan mengusulkan kenaikan tarif bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) kepada DPR RI.

Usulan tersebut dikarenakan tarif bisa yang ada saat ini terbilang sudah lama dan perlu dilakukan penyesuaian dengan daya beli masyarakat.

Rencana kenaikan tarif bis AKAP tersebut diketahui, saat empat orang petugas dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub melakukan survei ke beberapa Perusahaan Oto (PO) Bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di Kota Sukabumi kemarin.

Kedatangan mereka untuk mengetahui berapa biaya operasional yang dikeluarkan pihak perusahaan setiap harinya.

Selama satu hari penuh, empat orang petugas Dirjen Perhubungan Darat tersebut dengan didampingi Kepala UPT Terminal Sudirman Kota Sukabumi Yusuf Chaery mengunjungi PO Bis AKAP yaitu, Langgeng Jaya, Lana Jaya, Sugih, Bina Remaja, Rencana Jaya, Setiabudhi serta Pandu Jaya.

“Survei ini sebagai persiapan kenaikan tarif atas dan bawah khusus bagi bis AKAP jurusan Jakarta yang dilakukan Kementerian Perhubungan,” kata Kepala UPT Terminal Sudirman Yusuf Chaery.

Dijelaskannya, rencana kenaikan tarif bis tersebut dilakukan mengingat tarif bis AKAP saat ini sudah terlalu lama dan kedepan akan disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Nantinya hasil dari survey di bawah ini akan diusulkan pemerintah pusat ke DPR RI untuk dibahas lebih lanjut.

“Diperkirakan kenaikan tarif bis AKAP khususnya jurusan Jakarta sekitar 10-20 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini tarif bis AKAP khususnya jurusan Jakarta yang berangkat dari Kota Sukabumi sesuai batas bawah Rp. 12.000 dan batas atas Rp. 16.000, dengan jumlah armada yang beroperasional sekitar 100 unit.

“Kami belum mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kapan mulai diberlakukan kenaikan tarif karena masih dalam tahap survey di tingkat bawah,” tandasnya.

Diungkapkan Yusuf, dari hasil survey tersebut para pengusaha bis menginginkan adanya subsidi BBM untuk meringankan beban biaya operasional mereka.*

Editor : HFO

Ukuran Font  
Usulan tersebut dikarenakan tarif bisa yang ada saat ini terbilang sudah lama dan perlu dilakukan penyesuaian dengan daya beli masyarakat.
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads