Senin, 22 September 2014 | 21.10 WIB
Jateng Time
Fokus

Tarif Bis Jurusan Jakarta Akan Naik 10-20 Persen

Herry Febriyanto  |  Kota Sukabumi | Senin, 11 Maret 2013 - 08.12 WIB | Dibaca: 419 kali
IMG-9962
Suasana Terminal Bis Sudirman Kota Sukabumi

KEMENTERIAN Perhubungan rencananya akan mengusulkan kenaikan tarif bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) kepada DPR RI.

Usulan tersebut dikarenakan tarif bisa yang ada saat ini terbilang sudah lama dan perlu dilakukan penyesuaian dengan daya beli masyarakat.

Rencana kenaikan tarif bis AKAP tersebut diketahui, saat empat orang petugas dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub melakukan survei ke beberapa Perusahaan Oto (PO) Bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di Kota Sukabumi kemarin.

Kedatangan mereka untuk mengetahui berapa biaya operasional yang dikeluarkan pihak perusahaan setiap harinya.

Selama satu hari penuh, empat orang petugas Dirjen Perhubungan Darat tersebut dengan didampingi Kepala UPT Terminal Sudirman Kota Sukabumi Yusuf Chaery mengunjungi PO Bis AKAP yaitu, Langgeng Jaya, Lana Jaya, Sugih, Bina Remaja, Rencana Jaya, Setiabudhi serta Pandu Jaya.

“Survei ini sebagai persiapan kenaikan tarif atas dan bawah khusus bagi bis AKAP jurusan Jakarta yang dilakukan Kementerian Perhubungan,” kata Kepala UPT Terminal Sudirman Yusuf Chaery.

Dijelaskannya, rencana kenaikan tarif bis tersebut dilakukan mengingat tarif bis AKAP saat ini sudah terlalu lama dan kedepan akan disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Nantinya hasil dari survey di bawah ini akan diusulkan pemerintah pusat ke DPR RI untuk dibahas lebih lanjut.

“Diperkirakan kenaikan tarif bis AKAP khususnya jurusan Jakarta sekitar 10-20 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini tarif bis AKAP khususnya jurusan Jakarta yang berangkat dari Kota Sukabumi sesuai batas bawah Rp. 12.000 dan batas atas Rp. 16.000, dengan jumlah armada yang beroperasional sekitar 100 unit.

“Kami belum mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kapan mulai diberlakukan kenaikan tarif karena masih dalam tahap survey di tingkat bawah,” tandasnya.

Diungkapkan Yusuf, dari hasil survey tersebut para pengusaha bis menginginkan adanya subsidi BBM untuk meringankan beban biaya operasional mereka.*

Editor : HFO

Ukuran Font  
Usulan tersebut dikarenakan tarif bisa yang ada saat ini terbilang sudah lama dan perlu dilakukan penyesuaian dengan daya beli masyarakat.
Cetak

No Image Wako Pariaman Mukhlis R Launching Bus Sekolah GratisWalikota Pariaman hari ini, Rabu (17/09/2014) melaunching Bus Sekolah Gratis yang sedianya akan digunakan pelajar di Kota Pariaman sebagai sarana transportasi.

No Image Mukhlis Rahman Raih Penghargaan Ketahanan PanganPeringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 34 tingkat Provinsi Sumatra Barat yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan provinsi Sumatra Barat, Kota Pariaman raih prestasi Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumatra Barat.

No Image Gubernur Dorong Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan di SalatigaAir bersih ini merupakan langkah paling cepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan yang dialami warga Desa Kumpulrejo Kota Salatiga.

No Image Jadilah Pemimpin dan Penggerak PerubahanKepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP MSi mengatakan tujuan dari kegiatan ToT tersebut adalah untuk membangun pola pikir, komitmen bersama, jiwa korsa, integritas, manajemen, implementasi kebijakan, dan budaya baru di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Ads