Selasa, 25 November 2014 | 02.48 WIB
Jateng Time

Narkoba Hantui Pelajar, BNN Terpaksa ‘Masuk Sekolah’

Jakarta | Jumat, 7 Juni 2013 - 09.17 WIB | Dibaca: 517 kali
IMG-12565

BADAN Narkotika Nasional (BNN) terus mengkhawatirkan peredaran narkoba yang sudah masuk ke kalangan siswa yang masih usia dini. BNN menilai, peredaran tersebut harus dihentikan, sebab mereka masih punya masa depan.

“Pencegahan narkoba harus dilakukan sejak usia dini”, kata Kasie Rehabilitasi BNN, Retno di Jakarta, Kamis (6/6/2013).

Oleh karenanya, Retno mengaku bahwa BNN sudah mencarikan beberapa solusi, di antaranya melakukan sosialisasi anti-narkoba hingga ke tingkat sekolah. Salah satunya sosialisasi yang digelar BNN pada Selasa, 4 juni 2013 di Sekolah SMP-SMA Merah Putih Lebak Bulus.

“Pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika sekarang ini sudah masuk pada tingkat SMP, karena kira-kira 1 dari 5 siswa itu sudah pernah mencoba (narkoba),” jelasnya.

Menurut Retno, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika merupakan hal paling penting dilakukan. Sebab, Indonesia dianggap pasar yang basah bagi para produsen dan bandar-bandar narkotika.

“Kita berharap, dengan pemahaman dan pengetahuan bahaya narkoba, para pelajar dapat membentengi dirinya dan menjauhi narkotika”, ungkapnya.

Apalagi jelas dia, narkoba sebagai bisnis terus berkembang dengan pesat. Setidaknya setiap tahun selalu muncul jenis-jenis narkoba model baru. Hal ini tentu sangat berbahaya dan dapat mengelabui banyak pelajar yang memang awam terhadap jenis-jenis narkotika.

“Banyaknya jenis baru dari narkoba, bukan tidak mungkin si penjual akan bilang bahwa ini suplemen supaya lebih banyak yang tertarik”, tandasnya.

Diskusi sosialisasi pengetahuan dan bahaya narkoba ini diikuti dengan antusias oleh lima puluh lebih pelajar dari tingkat SMP dan SMA. Menurut BNN, kegiatan semacam ini juga akan terus dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya mewujudkan program Indonesia bebas narkoba.**

Sumber:POL.com

Ukuran Font  
Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mengkhawatirkan peredaran narkoba yang sudah masuk ke kalangan siswa yang masih usia dini. BNN menilai, peredaran tersebut harus dihentikan, sebab mereka masih punya masa depan.
Cetak

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

No Image Anak Jalanan Curhat ke Gubernur JatengPuluhan anak jalanan, Minggu (23/11) berkumpul di halaman Kantor Gubernur. Mereka tidak sedang mengamen atau berjualan tetapi sedang memperingati 25 tahun Konvensi Hak Anak.

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

Ads