Sabtu, 25 April 2015 | 17.57 WIB
Jateng Time

Narkoba Hantui Pelajar, BNN Terpaksa ‘Masuk Sekolah’

Jakarta | Jumat, 7 Juni 2013 - 09.17 WIB | Dibaca: 637 kali
IMG-12565

BADAN Narkotika Nasional (BNN) terus mengkhawatirkan peredaran narkoba yang sudah masuk ke kalangan siswa yang masih usia dini. BNN menilai, peredaran tersebut harus dihentikan, sebab mereka masih punya masa depan.

“Pencegahan narkoba harus dilakukan sejak usia dini”, kata Kasie Rehabilitasi BNN, Retno di Jakarta, Kamis (6/6/2013).

Oleh karenanya, Retno mengaku bahwa BNN sudah mencarikan beberapa solusi, di antaranya melakukan sosialisasi anti-narkoba hingga ke tingkat sekolah. Salah satunya sosialisasi yang digelar BNN pada Selasa, 4 juni 2013 di Sekolah SMP-SMA Merah Putih Lebak Bulus.

“Pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika sekarang ini sudah masuk pada tingkat SMP, karena kira-kira 1 dari 5 siswa itu sudah pernah mencoba (narkoba),” jelasnya.

Menurut Retno, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika merupakan hal paling penting dilakukan. Sebab, Indonesia dianggap pasar yang basah bagi para produsen dan bandar-bandar narkotika.

“Kita berharap, dengan pemahaman dan pengetahuan bahaya narkoba, para pelajar dapat membentengi dirinya dan menjauhi narkotika”, ungkapnya.

Apalagi jelas dia, narkoba sebagai bisnis terus berkembang dengan pesat. Setidaknya setiap tahun selalu muncul jenis-jenis narkoba model baru. Hal ini tentu sangat berbahaya dan dapat mengelabui banyak pelajar yang memang awam terhadap jenis-jenis narkotika.

“Banyaknya jenis baru dari narkoba, bukan tidak mungkin si penjual akan bilang bahwa ini suplemen supaya lebih banyak yang tertarik”, tandasnya.

Diskusi sosialisasi pengetahuan dan bahaya narkoba ini diikuti dengan antusias oleh lima puluh lebih pelajar dari tingkat SMP dan SMA. Menurut BNN, kegiatan semacam ini juga akan terus dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya mewujudkan program Indonesia bebas narkoba.**

Sumber:POL.com

Ukuran Font  
Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mengkhawatirkan peredaran narkoba yang sudah masuk ke kalangan siswa yang masih usia dini. BNN menilai, peredaran tersebut harus dihentikan, sebab mereka masih punya masa depan.
Cetak

No Image Kapolres Demak Serahkan Kunci Rumah Korban KeebakaranBantuan ini tidak seberapa dan jauh dari cukup untuk kebutuhan korban, namun kami tetap peduli akan nasib yang dialami korban.

No Image Beri Rasa Aman, Polres Lakukan Razia RutinTempat razia ini kami usahakan selalu berpindah tempat, serta serentak di sejumlah wilayah polsek di Demak dengan waktu dan tempat yang berbeda.

No Image Wartawan Temukan Potongan Tangan Korban KebakaranKebakaran yang mengharukan yang di alami keluarga Agung Sumantri warga Desa Botosengon,Kecamatan Dempet,Kabupaten Demak harus kehilangan ke tiga buah hatinya yang masih balita yakni Fadli (10) Shinta (8) dan Juwita (3).

No Image Istri Kapolres Demak Datangi Bekas Rumah Korban KebakaranSetelah memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Agung Sumantri yang mengakibatkan korban harus kehilangan tiga anak sekaligus, istri Kapolres Demak dan rombongan berkenan melihat langsung lokasi rumah korban yang kebakaran.

Ads