Rabu, 2 September 2015 | 19.47 WIB
Jateng Time

Sejumlah Tokoh Jabar Usul Ganti Nama “Jawa Barat”

BANDUNG | Minggu, 28 Juli 2013 - 21.59 WIB | Dibaca: 537 kali
IMG-13997
Sapanduk diskusi pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi yang berjati diri Sunda dibentangkan pada acara diskusi yang gagas oleh Ketua Forum Diskusi "Nyaah ka Dulur", Adjie Esa Poetra bersama para tokoh Sunda di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Jumat (8/3/2013) | KOMPAS.com/ Rio Kuswandi

BANDUNG, — Sejumlah tokoh di Provinsi Jawa Barat mengusulkan pergantian nama “Jawa Barat” dengan kata yang berjati diri Sunda. Usulan itu mengemuka dalam diskusi Forum “Nyaah ka Dulur” di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Jumat (8/3/2013).

“Kita ingin nama Provinsi Jawa Barat ini diganti dengan nama yang berjati diri Sunda. Dengan penggantian nama ini, saya yakin masyarakat yang ada di provinsi ini akan bangkit dari keterpurukan. Kalau tidak diganti, masyarakat akan begini-begini saja, tidak ada perubahan,” kata Ketua Forum Diskusi “Nyaah ka Dulur”, Adjie Esa Poetra, kepada Kompas.com seusai diskusi.

Menurutnya, nama Jawa Barat ini adalah ciptaan penjajah Belanda pada 1925, yaitu dengan nama “West Java Province” atau dalam bahasa Indonesia, Provinsi Jawa Barat. Nama Jawa Barat tersebut dikatakannya cenderung tidak senapas dengan nama entitas dan kebudayaannya. Jawa Barat, menurut Adjie, tidak menyatu dengan kulturnya.

“Sebagai provinsi kedua terbesar, mengapa Provinsi Jawa Barat tidak kunjung memberikan kontribusi kepada NKRI? Kenapa kita tidak maju? Karena kita tidak punya jati diri. Nama provinsi dengan masyarakatnya tidak sesuai. Apakah pernah dengan nama Jawa Barat kita ini sukses? Belum pernah kan?” tanya Adjie.

Adjie membeberkan data kurang kontribusi Provinsi Jawa Barat bagi NKRI. Berdasarkan data Badan Survei Nasional/BPS 2012, angka penduduk miskin di Jawa Barat berada di peringkat ke-15, angka pengangguran peringkat ke-31, partisipasi pendidikan sekolah di posisi ke-6, pendidikan menengah pertama di peringkat ke-5, pendidikan menengah atas di posisi ke-27, pendidikan perguruan tinggi di posisi ke-23, dan lingkungan hidup di posisi ke-23.

“Idealnya, dengan provinsi terbesar, bisa memberikan kontribusi kepada NKRI, bukan malah menjadi beban. Kita ingin tetap menggantinya karena, jika nama provinsi tidak diganti, siapa pun pemimpinnya, siapa pun gubernurnya, maka pertumbuhannya akan sulit,” klaim Adjie.

Karena itulah, menurut Adjie, nama menjadi sangat penting untuk kemajuan Jawa Barat ini. “Kita ubah nama ‘berkesundaan’ ini menjadi nama yang akan membuat dan membentuk jati diri kita,” ujarnya.

Sementara itu, Lembaga Adat Trah Kunci Iman yang diwakili Wawan Kurniawan Bahdiar mendukung pergantian nama Jawa Barat. Sebagai langkah lebih lanjut, pihaknya akan segera mengusulkannya ke Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.

“Kita akan menghadap ke DPRD, kita akan desak mereka untuk membentuk pansus,” pungkasnya.

Sumber : Kompas.com

Ukuran Font  
Sejumlah tokoh di Provinsi Jawa Barat mengusulkan pergantian nama “Jawa Barat” dengan kata yang berjati diri Sunda. Usulan itu mengemuka dalam diskusi Forum “Nyaah ka Dulur” di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Jumat (8/3/2013).
Cetak

No Image LELANG SAWAH WAKAF BONDO MASJID AGUNG DI SINYALIR SARAT KEPENTINGANLelang sewa sawah Badan Kesejahteraan Masjid ( BKM ) Masjid Agung Demak ( lebih terkenal di sebut SAWAH BONDO MASJID DEMAK ) masa tanam 2015/ 2015

No Image DEMI AMANKAN KIRAB PILKADA, MILYARAN DEBU DAN KUMAN MASUK PARU-PARU ANGGOTA POLRES DEMAKUngkapan ini bukan slogan, atau janji kampanye, tetapi kejadian nyata dan tidak banyak pihak yang menyadari atau sekedar peduli

No Image DEKLARASI KIRAB DAMAI PILKADA DEMAK SUKSES, KAPOLRES DEMAK TERSENYUM LEGAMenempati Ruang Sidang Paripuna Gedung DPRD Kabupaten Demak

No Image AKBP. HERU SUTOPO. S,IK : “TAATI PERATURAN PILKADA JUGA TAATI PERATURAN LALU- LINTAS”Hal ini di sampaikan Kapolres Demak AKBP. Heru Sutopo. S,IK ketika memberikan sambutan dalam acara DEKLARASI DAN KIRAB DAMAI

Ads