Sabtu, 22 November 2014 | 15.33 WIB
Jateng Time

Sejumlah Tokoh Jabar Usul Ganti Nama “Jawa Barat”

BANDUNG | Minggu, 28 Juli 2013 - 21.59 WIB | Dibaca: 388 kali
IMG-13997
Sapanduk diskusi pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi yang berjati diri Sunda dibentangkan pada acara diskusi yang gagas oleh Ketua Forum Diskusi "Nyaah ka Dulur", Adjie Esa Poetra bersama para tokoh Sunda di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Jumat (8/3/2013) | KOMPAS.com/ Rio Kuswandi

BANDUNG, — Sejumlah tokoh di Provinsi Jawa Barat mengusulkan pergantian nama “Jawa Barat” dengan kata yang berjati diri Sunda. Usulan itu mengemuka dalam diskusi Forum “Nyaah ka Dulur” di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Jumat (8/3/2013).

“Kita ingin nama Provinsi Jawa Barat ini diganti dengan nama yang berjati diri Sunda. Dengan penggantian nama ini, saya yakin masyarakat yang ada di provinsi ini akan bangkit dari keterpurukan. Kalau tidak diganti, masyarakat akan begini-begini saja, tidak ada perubahan,” kata Ketua Forum Diskusi “Nyaah ka Dulur”, Adjie Esa Poetra, kepada Kompas.com seusai diskusi.

Menurutnya, nama Jawa Barat ini adalah ciptaan penjajah Belanda pada 1925, yaitu dengan nama “West Java Province” atau dalam bahasa Indonesia, Provinsi Jawa Barat. Nama Jawa Barat tersebut dikatakannya cenderung tidak senapas dengan nama entitas dan kebudayaannya. Jawa Barat, menurut Adjie, tidak menyatu dengan kulturnya.

“Sebagai provinsi kedua terbesar, mengapa Provinsi Jawa Barat tidak kunjung memberikan kontribusi kepada NKRI? Kenapa kita tidak maju? Karena kita tidak punya jati diri. Nama provinsi dengan masyarakatnya tidak sesuai. Apakah pernah dengan nama Jawa Barat kita ini sukses? Belum pernah kan?” tanya Adjie.

Adjie membeberkan data kurang kontribusi Provinsi Jawa Barat bagi NKRI. Berdasarkan data Badan Survei Nasional/BPS 2012, angka penduduk miskin di Jawa Barat berada di peringkat ke-15, angka pengangguran peringkat ke-31, partisipasi pendidikan sekolah di posisi ke-6, pendidikan menengah pertama di peringkat ke-5, pendidikan menengah atas di posisi ke-27, pendidikan perguruan tinggi di posisi ke-23, dan lingkungan hidup di posisi ke-23.

“Idealnya, dengan provinsi terbesar, bisa memberikan kontribusi kepada NKRI, bukan malah menjadi beban. Kita ingin tetap menggantinya karena, jika nama provinsi tidak diganti, siapa pun pemimpinnya, siapa pun gubernurnya, maka pertumbuhannya akan sulit,” klaim Adjie.

Karena itulah, menurut Adjie, nama menjadi sangat penting untuk kemajuan Jawa Barat ini. “Kita ubah nama ‘berkesundaan’ ini menjadi nama yang akan membuat dan membentuk jati diri kita,” ujarnya.

Sementara itu, Lembaga Adat Trah Kunci Iman yang diwakili Wawan Kurniawan Bahdiar mendukung pergantian nama Jawa Barat. Sebagai langkah lebih lanjut, pihaknya akan segera mengusulkannya ke Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.

“Kita akan menghadap ke DPRD, kita akan desak mereka untuk membentuk pansus,” pungkasnya.

Sumber : Kompas.com

Ukuran Font  
Sejumlah tokoh di Provinsi Jawa Barat mengusulkan pergantian nama “Jawa Barat” dengan kata yang berjati diri Sunda. Usulan itu mengemuka dalam diskusi Forum “Nyaah ka Dulur” di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Jumat (8/3/2013).
Cetak

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

No Image Kantor Pelayanan Perizinan Mengurus 126 Jenis IzinKantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman semula hanya mengurus 8 jenis perizinan. ejak tahun 2014 dilimpahkan sebanyak 126 jenis perizinan.

No Image Mukhlis Rahman : Didikan Subuh Bentuk Pendidikan KeagamaanSebanyak 970 santriwan/santriwati utusan dari 97 MDA se Kota Pariaman dan 465 guru dan pengelola MDA,penuhi halaman Balaikota Pariaman pada acara Apel akbar Didikan Subuh se Kota Pariaman Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu (16/11/2014).

No Image Mukhlis Rahman Sosialisasikan SIP Berbasis GeospasialPemko Pariaman secara berkelanjutan terus berusaha membenahi sistem informasi termasuk data tentang kondisi dan aspek tata ruang Kota Pariaman yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu sehingga dapat diakses oleh setiap orang yang membutuhkan informasi tentang Kota Pariaman.

Ads