Minggu, 23 November 2014 | 06.33 WIB
Jateng Time
Hukum

Dua Saksi Kasus Korupsi Pramuka Dicecar Pertanyaan oleh Penyidik Kejati Jambi

Jambi | Rabu, 5 Juni 2013 - 14.14 WIB | Dibaca: 351 kali
IMG-12501

JAMBI – Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi memeriksa mantan bendahara Kwarda Pramuka Jambi, Sepdinal, sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Kwarda Pramuka Jambi AM Firdaus, dalam kasus korupsi dana Pramuka senilai Rp 3,1 miliar pada 2009-2011. Firdaus sendiri sudah telah ditahan sejak pekan lalu.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi Andi Azhari, Rabu (5/6), mengatakan, penyidik kejaksaan juga memeriksa mantan pembantu bendahara Ahmad Ridwan.

Kedua saksi Sepdinal dan Ridwan ditanyai puluhan pertanyaan terkait dugaan korupsi aliran dana Pramuka Jambi selama tiga tahun sejak 2009-2011.

“Keduanya memang masih sebatas saksi untuk tersangka Fidaus dan kelanjutkan kasusnya ada ditangani penyidik kejati yang sedang intensif melakukan pemberkasan dan pemeriksaan perkara tersebut,” kata Andi Azhari.

Sebelumnya AM Firdaus, yang merupakan mantan Sekda Provinsi Jambi, secara resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi, terkait kasus korupsi dana Pramuka senilai Rp 3,1 miliar pada 2009 hingga 2011.

Alasan penahanan, karena tersangka dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Selain itu, tersangka juga belum mengembalikan kerugian negara senilai Rp3,1 miliar.

Atas perbuatannya, tersangka AM Firdaus dikenakan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dan ditambah sesuai UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus ini bermula sejak April 2011 lalu, dimana Inspektorat Provinsi Jambi mengirim Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait dugaan penyelewengan dana abadi Kwarda Pramuka Provinsi Jambi senilai Rp3 miliar lebih kepada Gubernur Jambi.

Dana abadi dari perusahaan PT IIS tersebut masuk ke kas Pramuka sekitar tahun 2000. Dalam kurun waktu itu jumlahnya lebih kurang Rp 24,2 miliar. Sedangkan jumlah dana abadi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan adalah Rp3 miliar lebih.**

Sumber: kejaksaan.go.id/Yus

Ukuran Font  
Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi memeriksa mantan bendahara Kwarda Pramuka Jambi, Sepdinal, sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Kwarda Pramuka Jambi AM Firdaus, dalam kasus korupsi dana Pramuka senilai Rp 3,1 miliar pada 2009-2011. Firdaus sendiri sudah telah ditahan sejak pekan lalu.
Cetak

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

No Image Kantor Pelayanan Perizinan Mengurus 126 Jenis IzinKantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman semula hanya mengurus 8 jenis perizinan. ejak tahun 2014 dilimpahkan sebanyak 126 jenis perizinan.

No Image Mukhlis Rahman : Didikan Subuh Bentuk Pendidikan KeagamaanSebanyak 970 santriwan/santriwati utusan dari 97 MDA se Kota Pariaman dan 465 guru dan pengelola MDA,penuhi halaman Balaikota Pariaman pada acara Apel akbar Didikan Subuh se Kota Pariaman Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu (16/11/2014).

No Image Mukhlis Rahman Sosialisasikan SIP Berbasis GeospasialPemko Pariaman secara berkelanjutan terus berusaha membenahi sistem informasi termasuk data tentang kondisi dan aspek tata ruang Kota Pariaman yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu sehingga dapat diakses oleh setiap orang yang membutuhkan informasi tentang Kota Pariaman.

Ads