Senin, 24 November 2014 | 05.03 WIB
Jateng Time

Hingga Akhir Maret 2013, 10 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Kota Pekalongan

Sarbini/Slamet SU  |  Kota Pekalongan | Rabu, 27 Maret 2013 - 06.58 WIB | Dibaca: 718 kali
IMG-10358
Ilustrasi

PEKALONGAN, JATENG TIME – Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, dan Remaja (LPPAR) Kota Pekalongan, Jawa Tengah prihatin. Pasalnya, angka kekerasan terhadap anak di kota batik ini meningkat drastis dibanding priode tahun lalu.

“Hingga akhir Maret 2013 saja sudah terjadi 10 kasus kekerasan terhadap anak. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 lalu, terjadi peningkatan 100 persen,” kata Tim Profesi Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, dan Remaja (LPPAR) Kota Pekalongan Nur Agustina.

Sedangkan tahun 2012 lalu papar Nur, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kota pekalongan msebanyak 24 kasus dengan korban 17 anak perempuan dan tujuh anak laki-laki.

Melihat kenyataan itu tentu pihaknya sangat prihatin dan diperkirakan tahun 2013 akan terjadi peningkatan kasus kekerasan pada anak jika dilihat kasus yang terjadi hingga maret saja sudah mencapai 10 kasus, papar Nur serya meminta semua pihak agar lebih memperhatikan perkembangan kasus kekerasan terhadap anak ini.

Tahun 2012 lalu Nur mengatakan, jenis kekerasan yang menimpa anak selama 2012, seperti kasus seksual sebanyak tiga orang, kekerasan fisik 10 orang, dan psikis sebanyak 11 orang. Meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap anak itu bukan berarti mencerminkan bahwa Kota Pekalongan sangat rentan terjadi kasus itu melainkan justru adanya peningkatan kesadaran dan peran masyarakat terhadap lingkungan sosialnya.

“Kami minta kepada masyarakat, jika ada kasus kekerasan terhadap anak terjadi dilingkungannya diharapkan segera melaporkannya baik ke Polres maupun ke LPPAR atau pun kepihak terkait lainnya,” pinta Nur Agustina.**

Ukuran Font  
Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, dan Remaja (LPPAR) Kota Pekalongan, Jawa Tengah prihatin. Pasalnya, angka kekerasan terhadap anak di kota batik ini meningkat drastis dibanding priode tahun lalu.
Cetak

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

No Image Kantor Pelayanan Perizinan Mengurus 126 Jenis IzinKantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman semula hanya mengurus 8 jenis perizinan. ejak tahun 2014 dilimpahkan sebanyak 126 jenis perizinan.

No Image Mukhlis Rahman : Didikan Subuh Bentuk Pendidikan KeagamaanSebanyak 970 santriwan/santriwati utusan dari 97 MDA se Kota Pariaman dan 465 guru dan pengelola MDA,penuhi halaman Balaikota Pariaman pada acara Apel akbar Didikan Subuh se Kota Pariaman Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu (16/11/2014).

No Image Mukhlis Rahman Sosialisasikan SIP Berbasis GeospasialPemko Pariaman secara berkelanjutan terus berusaha membenahi sistem informasi termasuk data tentang kondisi dan aspek tata ruang Kota Pariaman yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu sehingga dapat diakses oleh setiap orang yang membutuhkan informasi tentang Kota Pariaman.

Ads