Sabtu, 1 Agustus 2015 | 12.42 WIB
Jateng Time

Hingga Akhir Maret 2013, 10 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Kota Pekalongan

Sarbini/Slamet SU  |  Kota Pekalongan | Rabu, 27 Maret 2013 - 06.58 WIB | Dibaca: 829 kali
IMG-10358
Ilustrasi

PEKALONGAN, JATENG TIME – Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, dan Remaja (LPPAR) Kota Pekalongan, Jawa Tengah prihatin. Pasalnya, angka kekerasan terhadap anak di kota batik ini meningkat drastis dibanding priode tahun lalu.

“Hingga akhir Maret 2013 saja sudah terjadi 10 kasus kekerasan terhadap anak. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 lalu, terjadi peningkatan 100 persen,” kata Tim Profesi Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, dan Remaja (LPPAR) Kota Pekalongan Nur Agustina.

Sedangkan tahun 2012 lalu papar Nur, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kota pekalongan msebanyak 24 kasus dengan korban 17 anak perempuan dan tujuh anak laki-laki.

Melihat kenyataan itu tentu pihaknya sangat prihatin dan diperkirakan tahun 2013 akan terjadi peningkatan kasus kekerasan pada anak jika dilihat kasus yang terjadi hingga maret saja sudah mencapai 10 kasus, papar Nur serya meminta semua pihak agar lebih memperhatikan perkembangan kasus kekerasan terhadap anak ini.

Tahun 2012 lalu Nur mengatakan, jenis kekerasan yang menimpa anak selama 2012, seperti kasus seksual sebanyak tiga orang, kekerasan fisik 10 orang, dan psikis sebanyak 11 orang. Meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap anak itu bukan berarti mencerminkan bahwa Kota Pekalongan sangat rentan terjadi kasus itu melainkan justru adanya peningkatan kesadaran dan peran masyarakat terhadap lingkungan sosialnya.

“Kami minta kepada masyarakat, jika ada kasus kekerasan terhadap anak terjadi dilingkungannya diharapkan segera melaporkannya baik ke Polres maupun ke LPPAR atau pun kepihak terkait lainnya,” pinta Nur Agustina.**

Ukuran Font  
Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, dan Remaja (LPPAR) Kota Pekalongan, Jawa Tengah prihatin. Pasalnya, angka kekerasan terhadap anak di kota batik ini meningkat drastis dibanding priode tahun lalu.
Cetak

No Image WAHATIK,TKW ASAL DEMAK 2 TAHUN KERJA DI MALAYSIA TIDAK BISA PULANG KARENA PASPOR DI TAHAN AJEN NAKALPasangan Tamsir ( 57 ) dan istrinya Aslihah ( 55 ) warga Desa Kedung Mutih Rt 2/ 2 kecamatan wedung kabupaten Demak selama dua ( 2 ) tahun ini berharap cemas

No Image KOMUNITAS FACEBOOK WARGA DEMAK ( WD ) BANTU KORBAN PEMBANTAIANMendengar satu lagi korban pembantaian sadis wonowoso Demak membuat komunitas facebook warga Demak bergerak hatinya untuk ikut membantu meringankan beban bagi keluarga korban. komunitas yang di kenal dengan sebutan WD

No Image KAPOLRES DEMAK, AKBP HERU SUTOPO SIK KAGET MENDENGAR KORBAN PEMBANTAIAN MENINGGAL DUNIABerita meninggalnya AHMAD ZAKY, salah satu dari tiga korban pembantai wonowoso Demak ( baca di jatengtime. com ) membuat semua pihak kaget dan terharu

No Image HALAL BI HALAL DAN TEMU KANGEN SMAN 2 DEMAKDi ruang aula lantai 2 SMAN 2 Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) segenap keluarga besar SMAN 2 Demak, Komite, dan tamu undangan diadakan acara rutin tahunan Halal bi halal

Ads