Selasa, 27 Januari 2015 | 15.20 WIB
Jateng Time
Hukum

Satpol PP Cilacap Tangkap PNS Pemprov Jateng Gadungan

-  |  Cilacap | Rabu, 30 Januari 2013 - 12.32 WIB | Dibaca: 533 kali
IMG-8252
ilustrasi logo Polisi Pamong Praja.net

SATUAN Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap menangkap seorang pria pengangguran yang mengaku sebagai pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Tersangka bernama Aris Munandar (38), warga Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Dia ditangkap tadi malam,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Cilacap Hari Winarno di Cilacap, Rabu (30/1).

Menurut dia, pegawai gadungan ini sebenarnya telah diincar Satpol PP Cilacap sejak dua bulan lalu. Saat itu petugas keamanan salah satu pusat perbelanjaan di Cilacap melaporkan adanya orang yang berpakaian pegawai negeri sipil (PNS) berkeliaran di tempat itu dan menegur PNS yang sedang berbelanja pada jam kerja. Akan tetapi saat Satpol PP tiba di tempat itu, kata dia, pegawai gadungan ini telah pergi.

Menurut dia, Satpol PP berulang kali berusaha menangkap pria tersebut, namun selalu gagal. Hingga akhirnya, pelaku dapat ditangkap pada Selasa (29/1) malam saat berada di sebuah rumah makan sekitar Terminal Bus Cilacap.

“Saat ditangkap, yang bersangkutan mengenakan pakaian preman. Namun setelah digeledah, di dalam tasnya terdapat sepasang pakaian dinas harian lengan panjang berlogo Pemprov Jateng dan sejumlah barang bukti seperti berkas survei harga, buku tabungan Bank Mandiri Purbalingga, dan gantungan kartu pegawai yang dipasangi guntingan logo Pemprov Jateng,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Hari, pria itu mengaku sebagai anggota Satpol PP Pemprov Jateng dan ingin menegakkan disiplin dengan menegur PNS yang berkeliaran pada jam kerja.

Selain itu, lanjutnya, pelaku juga mengaku telah bertemu dengan lima PNS di Cilacap.

“Kami akan segera melengkapi berkas pemeriksaan dan selanjutnya tersangka akan diserahkan kepada Polsek Cilacap Tengah guna pengusutan lebih lanjut,” ungkapnya.

Hari mengatakan, pihaknya juga telah menghubungi keluarga tersangka dan diketahui jika Aris Munandar merupakan seorang pemalas yang ingin menikmati harta tanpa bekerja keras. Tersangka yang beranak satu ini juga ditinggalkan istrinya karena suka berjudi dan mabuk-mabukan sehingga harta benda mereka habis.

Saat ditanya wartawan, Aris mengaku tidak melakukan penipuan meskipun menggunakan pakaian dinas pegawai pemprov.

“Saya hanya menegur PNS dengan mengatakan ‘jam kantor kok belanja’, tujuannya agar disiplin,” kata dia yang jebolan kelas 2 salah satu sekolah menengah atas di Purbalingga.

Dia mengaku sempat takut saat pertama kali menggunakan pakaian dinas ini, namun selanjutnya menjadi terbiasa.** (Ant/hfo)

Ukuran Font  
Tersangka bernama Aris Munandar (38), warga Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Dia ditangkap tadi malam.
Cetak

No Image Tak Mau Lantik Budi Gunawan, Jokowi Terancam PemakzulanJAKARTA – Nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengantongi persetujuan DPR. Namun, Budi tak kunjung dilantik menjadi Kapolri definitif karena ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang kasusnya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya saja, sikap Presiden Jokowi yang tak melantik Budi sebagai Kapolri bisa berujung persoalan serius. Sebab, DPR [...]

No Image Tambang Galian C Merajalela, Pulau Kundur,Karimun Kian TermutilasiKondisi ini semestinya segara disikapi,baik oleh dinas Pertambangan badan lingkungan hidup,DPRD dan Pemerintah Kabupaten Karimun, karena bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah kesengsaraan masyarakat Pulau Kundur dimasa mendatang.

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Menanam CoklatBupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong atau lahan tidur menjadi lahan produktif yang bisa menjadi sunber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

No Image Dua Balon Wali Nagari Batu Kalang MemanasSuasana Pemilihan Calon Wali Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, memanas. Pasalnya, 2 orang Bakal Calon (Balon) yang gagal, M. Erman dan Amrizal, merasa tidak puas dengan Keptusan Badan Musyawarah (BAMUS) Nagari Batu Kalang.

Ads