Sabtu, 25 April 2015 | 15.46 WIB
Jateng Time

Selain Bangunan Tua, Pengamanan Lapas Ambarawa Kurang Ketat

Semarang | Kamis, 3 Januari 2013 - 07.56 WIB | Dibaca: 452 kali
IMG-6828
Ilustrasi

SEMARANG – Terkait kaburnya lima tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Beteng Ambarawa, Kabupaten semarang, Jawa Tengah disikapi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah Soewarso.

Dia menyatakan bahwa pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Beteng Ambarawa, Kabupaten Semarang, kurang ketat sehingga memungkinkan narapidana melarikan diri.

“Plafon Lapas Ambarawa yang merupakan bangunan zaman Belanda itu masih menggunakan batu bata yang tidak dicor sehingga mudah dijebol. Dan, di lapas setempat tidak memiliki tembok ganda seperti lapas-lapas lainnya,” kata di Semarang, Rabu.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kadivpas menanggapi kaburnya lima tahanan di Lapas Beteng Ambarawa yang diperkirakan terjadi pada Rabu (2/1) dini hari.

Kelima tahanan yang kabur tersebut adalah Puput Dian Riyadi (19), warga Dusun Ngroyen, Desa Ngandung, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, yang ditahan karena terlibat kasus pencurian, Tarmudji (44), warga Dusun Pucung Krajan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, tahanan kasus kekerasan dalam rumah tangga, Prayitno (25), warga Dusun Talun, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, tahanan kasus pencurian.

Kemudian, Tarjono (34), warga Dusun Silirejo, Kecamatan Tirto, Kota Pekalongan, tahanan kasus pencurian dengan kekerasan, dan Stevanus Hengki Oktavia (36), warga Kampung Sanggeng, Kelurahan Jatigaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, tahanan kasus pencurian.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kaburnya lima tahanan titipan kejaksaan negeri setempat itu diketahui pertama kali oleh petugas jaga bernama Sularmo saat melakukan pengecekan tahanan di sel tahanan sekitar pukul 01.30 WIB.

Kelima tahanan yang ditahan di sel nomor tiga blok dua tersebut melarikan diri dengan cara menyusun dua drum air hingga mencapai eternit setinggi 3 meter, kemudian membuat lubang berdiameter 50 sentimeter di bagian atap dengan menggunakan alat yang telah disiapkan.

Terkait dengan kaburnya lima tahanan Lapas Beteng Ambarawa tersebut, petugas dari Kanwil Kemkumham Jateng telah memeriksa sejumlah petugas yang berjaga saat itu untuk mengetahui adanya keterlibatan dan kesengajaan atau tidak.

“Apa pun alasannya, kaburnya tahanan itu adalah kelalaian petugas jaga, dan hal itu tentu ada sanksinya,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Kadivpas mengaku telah memerintahkan pihak Lapas Beteng Ambarawa untuk menutup plafon yang sudah rapuh dengan teralis besi untuk mencegah terjadinya kembali tahanan kabur.

Petugas kepolisian setempat yang berkoordinasi dengan petugas lapas sedang berupaya menangkap kembali lima tahanan yang melarikan diri tersebut.** (ant/ism)

Ukuran Font  
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Beteng Ambarawa, Kabupaten Semarang, kurang ketat sehingga memungkinkan narapidana melarikan diri, ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah Soewarso.
Cetak

No Image Kapolres Demak Serahkan Kunci Rumah Korban KeebakaranBantuan ini tidak seberapa dan jauh dari cukup untuk kebutuhan korban, namun kami tetap peduli akan nasib yang dialami korban.

No Image Beri Rasa Aman, Polres Lakukan Razia RutinTempat razia ini kami usahakan selalu berpindah tempat, serta serentak di sejumlah wilayah polsek di Demak dengan waktu dan tempat yang berbeda.

No Image Wartawan Temukan Potongan Tangan Korban KebakaranKebakaran yang mengharukan yang di alami keluarga Agung Sumantri warga Desa Botosengon,Kecamatan Dempet,Kabupaten Demak harus kehilangan ke tiga buah hatinya yang masih balita yakni Fadli (10) Shinta (8) dan Juwita (3).

No Image Istri Kapolres Demak Datangi Bekas Rumah Korban KebakaranSetelah memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Agung Sumantri yang mengakibatkan korban harus kehilangan tiga anak sekaligus, istri Kapolres Demak dan rombongan berkenan melihat langsung lokasi rumah korban yang kebakaran.

Ads