Kamis, 23 Oktober 2014 | 07.35 WIB
Jateng Time

BKKBN Provinsi Sumsel Bentuk Forum Jurnalis Peduli Kependudukan

Palembang | Senin, 8 Juli 2013 - 10.44 WIB | Dibaca: 218 kali
IMG-13393

PALEMBANG – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan mendukung pembentukan forum jurnalis peduli kependudukan untuk menyuarakan berbagai program dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Sri Rahayu, saat ini sudah ada Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) yang ada di seluruh provinsi di Indonesia. Kini, menyusul para wartawan yang peduli KB mempunyai wadah Forum Jurnalis Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB). “IPKB dan forum jurnalis KKB ini sangat penting untuk menyuarakan program KKB,” kata Rahayu di Palembang, Sabtu (6/7).

Rahayu mengatakan, peran media massa sangat dibutuhkan dalam menginformasikan berbagai program KKB. Dia mencotonhkan, hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menyatakan keikutsertaan pasangan usia subur dalam ber-KB di Sumsel didominiasi alat kontrasepsi jenis suntikan yang hanya berlangsung selama tiga bulan.

“Meski angka keikutsertaan KB di Sumsel berada di atas angka rata-rata nasional sebesar 54 persen yakni mencapai 64 persen, namun dominasi alat kontrasepsi jenis suntikan menjadi pekerjaan rumah tersediri bagi BKKBN Sumsel. Jika kontrasepsi suntikan tidak diulang pada waktu yang ditentukan, maka berisiko kehamilan, dan ini berkontribusi kepada kegagalan pengendalian penduduk,” ujarnya.

Oleh kareanya, BKKBN sangat memerlukan media massa, baik edia cetak maupun media elektronik untuk ikut mensosialisasikan dan mempopulerkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJB), yakni IUD dan implant yang lebih efektif karena periode mencapai tiga tahun. Selain itu, pihaknya juga membutuhkan media massa untuk mensosialisasikan program KKB ke daerah terpencil yang kerap kekurangan akses informasi.

“Pasti banyak tantangan yang harus dihadapi wartawan dalam menyampaikan informasi ke daerah terpencil karena sulit dijangkau. Namun dengan adanya kepedulian maka hal itu tidak akan terasa sulit karena sudah ada niat yang tulus untuk turut andil terhadap persoalan dasar negara kita yakni menekan laju pertumbuhan penduduk,” ujarnya.

Para jurnalis, dalam waktu dekat akan mengikuti agar penulisan pemberitaan menjadi lebih akurat sekaligus mudah dimengerti pada pembaca karena banyak istilah kependudukan yang perlu dihapami oleh para jurnalis.

Perwakilan BKKBN Sumsel kini tengah gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih di atas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak dilahirkan) berdasarkan hasil SDKI 2012. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan, permasalahan kependudukan dan KB ini menjadi tanggung jawab bersama dan tidak bisa disepelekan, karena jika target kepesertaan KB meleset, maka dampaknya akan sangat terasa pada satu dekade kemudian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Melalui media dan jurnalis, bisa menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga kepada masyarakat,” kata Sri.**

Sumber: bkkbn online/kkb2

Ukuran Font  
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan mendukung pembentukan forum jurnalis peduli kependudukan untuk menyuarakan berbagai program dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.
Cetak

No Image Gerah Dengan Ulah Korupsi, KRPK Gelar Demonstrasi di BlitarGerah dengan ulah dugaan korupsi akhirnya warga Blitar, jawa Timur mendatangi kantor Kejaksaan negeri Blitar. para penbdemo menuntut agar pihak Kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang ada di Kota Blitar.

No Image Paket Acara Khusus Budaya Jateng Digelar di TMIIPaket Acara Khusus budaya yang di gelar di Taman Mini Indonesia Indah merupakan kegiatan Promosi Seni Budaya, Pariwisata, Investasi serta segala potensi unggulan dari daerah Kabupaten / Kota.

No Image Walikota Semarang Fokuskan Perbaikan Infrastruktur Wilayah PerbatasanTidak hanya pusat kota saja yang menjadi perhatian Pemkot Semarang, tetapi wilayah-wilayah perbatasan juga harus dilakukan pembenahan terutama dalam hal perbaikan infrastruktur.

No Image Frekuensi Pemakaian Bahasa Jawa Semakin MenurunFrekuensi pemakaian Bahasa Jawa disadari atau tidak kini semakin turun. Salah satu penyebabnya adalah adanya kecenderungan menggunakan Bahasa Indonesia di tingkat keluarga.

Ads