Jumat, 19 Desember 2014 | 20.34 WIB
Jateng Time

BKKBN Provinsi Sumsel Bentuk Forum Jurnalis Peduli Kependudukan

Palembang | Senin, 8 Juli 2013 - 10.44 WIB | Dibaca: 239 kali
IMG-13393

PALEMBANG – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan mendukung pembentukan forum jurnalis peduli kependudukan untuk menyuarakan berbagai program dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Sri Rahayu, saat ini sudah ada Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) yang ada di seluruh provinsi di Indonesia. Kini, menyusul para wartawan yang peduli KB mempunyai wadah Forum Jurnalis Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB). “IPKB dan forum jurnalis KKB ini sangat penting untuk menyuarakan program KKB,” kata Rahayu di Palembang, Sabtu (6/7).

Rahayu mengatakan, peran media massa sangat dibutuhkan dalam menginformasikan berbagai program KKB. Dia mencotonhkan, hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menyatakan keikutsertaan pasangan usia subur dalam ber-KB di Sumsel didominiasi alat kontrasepsi jenis suntikan yang hanya berlangsung selama tiga bulan.

“Meski angka keikutsertaan KB di Sumsel berada di atas angka rata-rata nasional sebesar 54 persen yakni mencapai 64 persen, namun dominasi alat kontrasepsi jenis suntikan menjadi pekerjaan rumah tersediri bagi BKKBN Sumsel. Jika kontrasepsi suntikan tidak diulang pada waktu yang ditentukan, maka berisiko kehamilan, dan ini berkontribusi kepada kegagalan pengendalian penduduk,” ujarnya.

Oleh kareanya, BKKBN sangat memerlukan media massa, baik edia cetak maupun media elektronik untuk ikut mensosialisasikan dan mempopulerkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJB), yakni IUD dan implant yang lebih efektif karena periode mencapai tiga tahun. Selain itu, pihaknya juga membutuhkan media massa untuk mensosialisasikan program KKB ke daerah terpencil yang kerap kekurangan akses informasi.

“Pasti banyak tantangan yang harus dihadapi wartawan dalam menyampaikan informasi ke daerah terpencil karena sulit dijangkau. Namun dengan adanya kepedulian maka hal itu tidak akan terasa sulit karena sudah ada niat yang tulus untuk turut andil terhadap persoalan dasar negara kita yakni menekan laju pertumbuhan penduduk,” ujarnya.

Para jurnalis, dalam waktu dekat akan mengikuti agar penulisan pemberitaan menjadi lebih akurat sekaligus mudah dimengerti pada pembaca karena banyak istilah kependudukan yang perlu dihapami oleh para jurnalis.

Perwakilan BKKBN Sumsel kini tengah gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih di atas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak dilahirkan) berdasarkan hasil SDKI 2012. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan, permasalahan kependudukan dan KB ini menjadi tanggung jawab bersama dan tidak bisa disepelekan, karena jika target kepesertaan KB meleset, maka dampaknya akan sangat terasa pada satu dekade kemudian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Melalui media dan jurnalis, bisa menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga kepada masyarakat,” kata Sri.**

Sumber: bkkbn online/kkb2

Ukuran Font  
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan mendukung pembentukan forum jurnalis peduli kependudukan untuk menyuarakan berbagai program dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.
Cetak

No Image Upah Tak Layak, Buruh PDP Gelar Unjuk RasaAksi ratusan buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kabupaten Jember, Jawa Timur, berunjuk rasa menuntut pemenuhan janji yang telah disepakati dengan direksi.

No Image Aneh Aja, Divonis 5,6 Tahun Penjara,Rahmat Yasin Diberhentikan TerhormatSesuai SK Mendagri Cahyo Kumolo dengan Nomor 131.32.4652 tahun 2014 tanggal 25 November 2014, memutuskan pemberhentian dengan hormat terpidana korupsi Rahmat Yasin (RY).

No Image Rini Soemarno Tetap Kukuh Jual Aset BUMNRencana Menteri BUMN Rini Soemarno menjual gedung kementerian BUMN mendapat banyak sorotan tajam. Namun demikian, mantan menteri perdagangan dan perindustrian di era Presiden Megawati Soekarnoputri itu tetap kukuh.

No Image Ketua LSM Caredek Drs. Akhiardi Sangat Menyayangkan Pengkotak-Kotakan Wartawan di Pemko PariamanKetua LSM Caredek, Drs. Akhiardi, yang dihubungi Kamis (18/12/14), terkait dengan membawa sebagaian wartawan yag meliput kegiatan Pemko Pariaman, kongko-kongko, ke luar daerah dengan memakai dana APBD Pemko Pariaman.

Ads