Kamis, 24 Juli 2014 | 13.25 WIB
Jateng Time

Masyarakat Agar Peduli Permasalahan Sumber Daya Air

Semarang | Selasa, 7 Mei 2013 - 18.01 WIB | Dibaca: 329 kali
IMG-11498

SEMARANG – Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto dan Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, Senin (6/5), menghadiri Peringatan Hari Air Dunia ke XXI tingkat Nasional Tahun 2013, yang digelar di Jl. Bojong Salaman, Tepi Kanal Banjir Barat Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Hari Air Dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret ini mengangkat Tema “Kerjasama Pengelolaan Sumber Daya Air”. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan beberapa pemangku kepentingan antara lain, SKPD terkait (Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jateng, Dinas Pertanian, Dinas PSDA, Badan Ketahanan Pangan, Badan Lingkungan Hidup), Balai Besar Wilayah Sungai, Akademisi, Budayawan, Tokoh Agama, BUMN, LSM, dan Swasta.

Dalam sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum, Ir, Djoko Kirmanto menjelaskan, Kali garang atau yang disebut Kanal Banjir Barat (KBB) merupakan Sungai Strategis Nasional yang dikelola oleh BBWS Pemali Juana dimana sepanjang +/- 9 km telah direstorasi, sehingga kualitas lingkungannya sangat baik.

Selain itu, dapat dijadikan sebagai objek wisata baru yang menarik dan patut untuk dipromosikan sebagai contoh ruas pengelolaan lingkungan sungai yang baik di seluruh indonesia. “Gerakan restorasi sungai yang berkelanjutan dengan fokus kegiatan untuk mendorong terbentuk dan berkembangnya komunitas masyarakat peduli sungai terutama di kawasan perkotaan guna mengembalikan kondisi dan fungsi sungai perlu didorong terus agar semakin berkembang di masa mendatang,” kata Joko Kirmanto.

Dia berharap, Kali Garang (KBB) dapat menjadi contoh bagi upaya sejenis di daerah aliran sungai di seluruh Indonesia. “Kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan salah satu bentuk publik awareness campaign serta apresiasi terhadap kegiatan antara lain, mekanisme koordinasi wilayah sungai yang telah berjalan baik melalui TKPSDA serta kegiatan masyarakat pecinta sungai yang telah berkembang di beberapa wilayah sungai. Disamping kegiatan kampanye-kampanye peduli air lainnya,” ungkapya.

Djoko mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan peringatan hari air dunia ini sebaik mungkin dalam membentuk sikap dan membimbing perilaku masyarakat agar peduli terhadap permasalahan sumber daya air.

Pada akhir sambutannya Joko Kirmanto mengajak masyarakat untuk peduli terhadap air. “Karena tidak ada kehidupan tanpa ada air, kalau air tidak ada, manusia tidak hidup, tumbuhan hewan tidak bisa hidup. Oleh sebab itu marilah kita semua peduli terhadap air. Karena air adalah sumber kehidupan kita, kehidupan anak cucu kita ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bibit Waluyo menegaskan bahwa untuk memelihara air itu tidak hanya oleh pemerintah dan tidak bisa hanya ditempuh dengan melakukan kegiatan-kegiatan teknis saja.

Yang paling gampang adalah masyarakat bisa melakukan hal-hal misalnya jangan menebang pohon, tetapi sebaiknya marilah kita menanam dan pelihara pohon sebanyak-banyaknya dan jangan menebang pohon apalagi hutan.

Selain itu, jangan membuang sampah di badan air, di sungai, waduk, embung, danau, tapi sebaliknya harus kita bersihkan kalau kita lihat air seperti ini, apabila ada sampahnya harus kita bersihkan. Jangan boros air, karena yang butuh air semakin banyak sebaiknya kita harus sangat hemat air. Jangan merusak badan-badan air, sebaiknya marilah kita pelihara,” pinta Bibit Waluyo.

“Ternyata kita mampu dan bisa membangun, maka kita harus mampu pula untuk bisa memeliharanya. Selain itu, masyarakat agar jangan tinggal di bantaran-bantaran sungai, ini juga masalah-masalah yang harus kita hindari semua,” tandas Bibit Waluyo.

“Jadi, dayagunakan Sungai Banjirkanal Barat ini sebaik mungkin, bisa untuk wisata air dan wisata kuliner di tanggul kanan kiri sungai. Yang penting, jaga ketertiban, keamanan, kenyamanan dan kebersihannya, sehingga bisa menunjang Kota Semarang sebagai Kota tujuan wisata dan investasi yang digandrungi oleh witawan domestik maupun mancanegara,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga diserahkan berbagai penghargaan, antara lain: Penghargaan Juara Pertama Nasional Penilaian Kinerja Perangkat Daerah di bidang Pekerjaan Umum (PKPDPU) kategori Bidang Pengelolaan SDA; Penghargaan untuk para pemenang lomba.

Acara dimeriahkan dengan atraksi paramotor, jetski, pawai perahu hias yang dimeriahkan oleh komunitas peduli sungai, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Bendung Simongan, pelepasan burung merpati, penandatanganan Prasasti Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air di Jawa Tengah, peninjauan pameran dan penanaman pohon. **

Sumber: www.jatengprov.go.id_psda-editorBudi

Ukuran Font  
Djoko mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan peringatan hari air dunia ini sebaik mungkin dalam membentuk sikap dan membimbing perilaku masyarakat agar peduli terhadap permasalahan sumber daya air.
Cetak

No Image Kodam Jaya Lakukan Pergeseran PejabatHanya karena limpahan kasih dan karunia-Nya, hari ini kita masih dapat melanjutkan rangkaian kegiatan sertijab para pejabat dengan melaksanakan acara Ramah Tamah, dalam suasana kebersamaan dan penuh kebahagiaan.

No Image Dandim Demak Serahkan Bingkisan Lebaran Untuk Istri Anggota dan PNS KodimDandim 0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto menyerahkan bantuan bingkisan kepada Istri anggota Kodim 0716/Demak yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana cabang Demak di Aula Makodim 0716/Demak, Kamis (17/07).

No Image Jembatan Comal Pemalang Ambles, Arus lalin DialihkanJembatan Sungai Comal yang menjadi jembatan penting di jalur antura akhirnya benar-benar ditutup total untuk semua jenis kendaraan. Hal tersebut dikarenakan kondisi jembatan yang sudah tidak layak untuk dilewati.

No Image Kodam Jaya Berikan Penghargaan Kepada Prajurit BerprestasiTNI akan tetap Konsisten dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan, dalam konteks menjaga dan melindungi segenap bangsa dan Negara.

Ads