Jumat, 25 April 2014 | 07.20 WIB
Jateng Time

Rehab Makam “Kyai Ageng Makukuhan” Selesai, Warga Lakukan Tasyakuran

Budi Santosa  |  Temanggung | Minggu, 10 Maret 2013 - 05.37 WIB | Dibaca: 717 kali
IMG-9931
Gapura Utama Makam Kyai Ageng Makukuhan malam hari. (Foto: Budi Santosa)

TEMANGGUNG – Berawal dari Kuatnya keinginan pribadi Ir. Sujadi Anggota Komisi V DPR RI dari PDIP untuk nguri-uri peninggalan Budaya para leluhur dan mengetahui pentingnya Makam Kyai Ageng Makukuhan di Desa Kedu bagi masyarakat Temanggung khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya, maka melalui Bupati mengusulkan dana dari APBN untuk merehabilitasi dan membangun Makam Kyai Makukuhan.

Seperti yang diberitakan Jateng Time (4 Maret 2013) lalu, Proyek yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan ini sudah selesai, walaupun belum diserah terimakan, namun secara pribadi sebagai pencetus dan mengupayakan turunnya dana dari pusat, maka Ir. Sujadi melakukan tasyakuran secara pribadi bersama Masyarakat dusun Makukuhan kedu.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh Camat Kedu, Kades Kedu,utusan dari Dinas Pekerjaan Umum dalam hal ini Cipta Karya Kabupaten Temanggung, wakil dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Pengurus PDIP Temanggung, PAC. Kedu, Temanggung dan Tembarak, yang dulunya merupakan tim Sukses dari Ir.Sudjadi.

Karena merupakan tokoh penting dan berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di daerah Karesidenan Kedu dan yang membawa bibit Tembakau serta yang pertama memelihara Ayam Cemani-Kedu. Maka tidak heran apabila pada setiap malam Jumat banyak sekali masyarakat dari Temanggung dan sekitarnya melakukan Ziarah kemakam tersebut, apalagi dibulan Ruwah dan Syura.

Banyak peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah datang untuk berziarah kemakam Kyai Ageng Makukuhan. Walau dengan maksud yang berbagai macam , ada yang sekedar berziarah, memohonkan doa dan banyak pula yang mencari berkah agar kehidupannya menjadi lebih baik, dagangan laris, tanaman Tembakaunya bisa panen dengan baik dan harga tinggi, tidak hanya itu Menurut Pengamatan Jateng Time yang kebetulan tinggal di dekat daerah itu, pada masa Menjelang Pemilu Kaupaten, Pemilu Kada maupun Nasional banyak sekali para calon anggota DPR maupun Pejabat yang datang dan Ziarah kemakam Kyai Ageng Makukuhan ini.

Harapan Sudjadi dalam malam tasyakuran ini, supaya Pemerintah Desa Kedu memelihara dan mengembangkan azet wisata religi ini bisa berkembang baik dan mendatangkan pemasukan untuk Kas Desa Kedu, sehingga bisa untuk membantu dalam Pembangunan desa. Beliau menyarankan pula untuk selalu mengadakan event tertentu agar bisa menarik wisatawan lebih banyak untuk datang dan ziarah kemakam ini, dan tidak hanya saaran semata ,namun secara pribadi pula, besuk Hari Kamis Malam Jumat Kliwon tanggal 25 April 2013 akan mengadakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Dalam Ki Legawa yang bertempat di Pelataran Makam Kyai Ageng Makukuhan.**

Ukuran Font  
Proyek yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan ini sudah selesai, walaupun belum diserah terimakan, namun secara pribadi sebagai pencetus dan mengupayakan turunnya dana dari pusat, maka Ir. Sujadi melakukan tasyakuran secara pribadi bersama Masyarakat dusun Makukuhan kedu.
Cetak

No Image Pembuatan Sim Kolektif Prajurit Yonarhanudse-10Untuk menegakkan disiplin dalam berlalu Lintas Satuan Yonarhanudse-10/1/Falatehan Kodam Jaya mengadakan koordinasi dengan Pihak Satpas Polda Metro Jayauntuk membuat SIM secara Kolektif

No Image Alami Gangguan Jiwa, Agus Nekat Gantung DiriAgus Sugianto (30) ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya, dukuh Kedokanjati RT 07 RW 01, desa Serang, kecamatan Petarukan, kabupaten Pemalang.

No Image Pembekalan Tipping Point Leadership Oleh Danrem 051/WKTKomandan Korem 051/Wkt Kolonel Inf Rudianto, memberikan pembekalan kepada Para Dandim, Para Kasi,Para Perwira Staf Korem 051/Wkt, Bertempat ruang data Lt 2 Makrem 051/Wkt

No Image Besok, Tim PGRI Kab Cirebon Bertolak Ke Malang Serahkan Bantuan Korban Gunung KeludKorban erupsi gunung Kelud yang terjadi beberapa waktu lalu ternyata mengugah rasa keprihatinan berbagai pihak tak terkecuali Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ads