Senin, 20 Oktober 2014 | 18.15 WIB
Jateng Time

Rehab Makam “Kyai Ageng Makukuhan” Selesai, Warga Lakukan Tasyakuran

Budi Santosa  |  Temanggung | Minggu, 10 Maret 2013 - 05.37 WIB | Dibaca: 1.149 kali
IMG-9931
Gapura Utama Makam Kyai Ageng Makukuhan malam hari. (Foto: Budi Santosa)

TEMANGGUNG – Berawal dari Kuatnya keinginan pribadi Ir. Sujadi Anggota Komisi V DPR RI dari PDIP untuk nguri-uri peninggalan Budaya para leluhur dan mengetahui pentingnya Makam Kyai Ageng Makukuhan di Desa Kedu bagi masyarakat Temanggung khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya, maka melalui Bupati mengusulkan dana dari APBN untuk merehabilitasi dan membangun Makam Kyai Makukuhan.

Seperti yang diberitakan Jateng Time (4 Maret 2013) lalu, Proyek yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan ini sudah selesai, walaupun belum diserah terimakan, namun secara pribadi sebagai pencetus dan mengupayakan turunnya dana dari pusat, maka Ir. Sujadi melakukan tasyakuran secara pribadi bersama Masyarakat dusun Makukuhan kedu.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh Camat Kedu, Kades Kedu,utusan dari Dinas Pekerjaan Umum dalam hal ini Cipta Karya Kabupaten Temanggung, wakil dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Pengurus PDIP Temanggung, PAC. Kedu, Temanggung dan Tembarak, yang dulunya merupakan tim Sukses dari Ir.Sudjadi.

Karena merupakan tokoh penting dan berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di daerah Karesidenan Kedu dan yang membawa bibit Tembakau serta yang pertama memelihara Ayam Cemani-Kedu. Maka tidak heran apabila pada setiap malam Jumat banyak sekali masyarakat dari Temanggung dan sekitarnya melakukan Ziarah kemakam tersebut, apalagi dibulan Ruwah dan Syura.

Banyak peziarah dari berbagai daerah di Jawa Tengah datang untuk berziarah kemakam Kyai Ageng Makukuhan. Walau dengan maksud yang berbagai macam , ada yang sekedar berziarah, memohonkan doa dan banyak pula yang mencari berkah agar kehidupannya menjadi lebih baik, dagangan laris, tanaman Tembakaunya bisa panen dengan baik dan harga tinggi, tidak hanya itu Menurut Pengamatan Jateng Time yang kebetulan tinggal di dekat daerah itu, pada masa Menjelang Pemilu Kaupaten, Pemilu Kada maupun Nasional banyak sekali para calon anggota DPR maupun Pejabat yang datang dan Ziarah kemakam Kyai Ageng Makukuhan ini.

Harapan Sudjadi dalam malam tasyakuran ini, supaya Pemerintah Desa Kedu memelihara dan mengembangkan azet wisata religi ini bisa berkembang baik dan mendatangkan pemasukan untuk Kas Desa Kedu, sehingga bisa untuk membantu dalam Pembangunan desa. Beliau menyarankan pula untuk selalu mengadakan event tertentu agar bisa menarik wisatawan lebih banyak untuk datang dan ziarah kemakam ini, dan tidak hanya saaran semata ,namun secara pribadi pula, besuk Hari Kamis Malam Jumat Kliwon tanggal 25 April 2013 akan mengadakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Dalam Ki Legawa yang bertempat di Pelataran Makam Kyai Ageng Makukuhan.**

Ukuran Font  
Proyek yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan ini sudah selesai, walaupun belum diserah terimakan, namun secara pribadi sebagai pencetus dan mengupayakan turunnya dana dari pusat, maka Ir. Sujadi melakukan tasyakuran secara pribadi bersama Masyarakat dusun Makukuhan kedu.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads