Kamis, 30 Juli 2015 | 13.03 WIB
Jateng Time

Tahun 2013, Kebutuhan Darah di Sragen Meningkat Tajam

Sragen | Selasa, 14 Mei 2013 - 07.20 WIB | Dibaca: 615 kali
IMG-11593

SRAGEN – Tahun 2013, kebutuhan darah di kabupaten Sragen, Jawa Tengah diprediksikan mengalami peningkatan drastis.Tahun ini diperkirakan mencapai 13.000 kantong, meningkat tajam dibandingkan tahun 2012 sekitar 12.600 kantong.

Peningkatan kebutuhan ini diantaranya dipengaruhi oleh kebijakan cuci darah gratis bagi warga miskin dalam program SARASWATI (Sarase Warga Sukowati) di Sragen.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua I Pengurus Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Sragen, Bambang Kiswanto saat meninjau kegiatan donor darah Pemuda Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Sragen di Dukuh Bulakrejo, Desa Jirapan, Masaran,baru-baru ini.

Menurut Bambang, untuk mencukupi kebutuhan itu, kini pengurus PDDI gencar melakukan sosialisasi donor darah sukarela. Dalam sebulan ini, katanya, PDDI Sragen mengadakan kegiatan sosialisasi di empat wilayah kecamatan, yakni Karangmalang, Sambirejo, Kedawung dan kecamatan Sragen. Kegiatan ini merupakan bagian dari progam PDDI Sragen untuk membangkitkan kesadaran masyarakat menjadi donor darah sukarela. Dengan program Donor Darah Masuk Desa, ia yakin kebutuhan darah yang terus meningkat akan tercukupi.

Bambang menerangkan, orang yang menjadi donor darah sukarela sebenarnya akan memperoleh banyak manfaat. Diantaranya, mendapat pemeriksaan fisik sederhana, seperti pengukuran tekanan darah yang sangat penting diketahui bagi kesehatan. Manfaat lain, akan diketahui beberapa penyakit tertentu yang sedang di derita, seperti HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dan sebagainya. Juga Sirkulasi darah juga menjadi lancar. Namun yang lebih penting, kata Bambang, donor darah sukarela sangat besar artinya bagi kemanusiaan.

Sementara itu, kegiatan donor darah yang diadakan di aula MTA Cabang Masaran III bekerjasama dengan PMI Cabang Sragen kamis lalu berhasil menghimpun 350 kantong (kalf). Menurut ketua panitia, Sabar Narimo, kegiatan donor darah massal ini merupakan yang pertama dilakukan Pemuda MTA Sragen bidang Sosial. “Ternyata, dari target 200 orang, sampai penutupan ada 350 orang menyumbangkan darahnya secara sukarela”, ungkap Sabar Narimo.

Sabar Narimo menjelaskan, kegiatan yang bertema “Menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan kehidupan manusia semuanya”, ini bukan hanya diikuti anggota MTA, tetapi juga warga lainnya.**

Sumber: Sragen.go.id/Suparto/Buana Asri FM

Ukuran Font  
Tahun 2013, kebutuhan darah di kabupaten Sragen, Jawa Tengah diprediksikan mengalami peningkatan drastis.Tahun ini diperkirakan mencapai 13.000 kantong, meningkat tajam dibandingkan tahun 2012 sekitar 12.600 kantong.
Cetak

No Image SYAFIQ NUR FALAH, SATU-SATUNYA KORBAN PEMBANTAIAN YANG SELAMATTragedi pembantaian anak-anak di Desa wonowoso Demak, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Tiga korban pembantaian sadis Supriyadi, dua meninggal dunia, satu selamat ( baca beritanya di jatengtime.com )

No Image AHMAD ZAKY, KORBAN PEMBANTAIAN USUSNYA TERBURAI KELUAR MASIH BISA LARI MENYELAMATKAN DIRIKisah nyata yang mengharukan dan heroik dari korban pembantaian jagal maut Supriyadi di Wonowoso Demak, Minggu ( 26/ 7/ 2015 )

No Image SATU LAGI KORBAN PEMBANTAIAN ANAK-ANAK DI WONOWOSO DEMAK MENINGGAL DUNIASetelah berjuang melawan maut sejak kejadian pembantaian,Minggu ( 26/ 7/ 2015 ) AHMAD ZAKY ( 12 ) salah satu korban dari tiga korban pembantaian Supriyadi ( Baca juga di jatengtime )

No Image HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR DPUPPE DEMAK PENUH KEKELUARGAANBertempat di halaman pakir kantor DPUPPE ( Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Pertambangan dan Energi ) Kabupaten Demak, Rabu ( 29? 7/ 2015 ) dilangsungkan acara rutin tahunan pasca Hari Raya Idil Fitri

Ads