Senin, 24 November 2014 | 21.48 WIB
Jateng Time
Kuliner

Criping Pohung, Kripik Singkong Khas Sragen

Sragen | Jumat, 23 Agustus 2013 - 08.13 WIB | Dibaca: 856 kali
IMG-14532
Kripik Singkong/foto/humas

INDONESIA selain terkenal dengan objek wisatanya, ternyata juga menyimpan beragam jenis kuliner tradisional salah satunya yakni kripik singkong. Makanan khusus cemilan berbahan dasar singkong tersebut di Kabupaten Sragen ternyata sangat diminati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan nama Criping Pohung.

Salah satu wilayah penghasil kripik singkong di Kabupaten Sragen yakni dusun Klentang kecamatan Gemolong. Salah seorang pembuat criping/kripik singkong Yanto mengatakan, dirinya memulai usahanya sejak tahun 2000, bermodal dari tabungan pribadinya.

Setiap harinya Yanto memproduksi sekitar 40 kg singkong, proses produksi diawali dengan mengupas singkong/ketela kemudian dicuci bersih lalu dimasak hingga setengah matang. Proses selanjutnya singkong/ketela dirajang dengan mesin perajang, sehingga berbentuk bulat, tipis.

Perajangan menggunakan mesin dilakukan Yanto untuk mendapatkan irisan singkong dengan ukuran dan ketipisan yang hampir sama. Untuk selanjutnya irisan singkong dijemur hingga kering setelah itu dilakukan proses penggorengan.

Untuk mendapatkan kripik yang garing dan renyah dalam proses penggorenganYanto menggunakan minyak yang cukup banyak dan dalam kondisi cukup panas. Setelah kripik matang proses selanjutnya yaitu pemberian rasa, untuk kripiknya Yanto hanya memberi 2 rasa yaitu : manis dan asin. Setelah itu criping dikemas dan siap dipasarkan Semua proses produksi dikerjakan Yanto dibantu istrinya.

Untuk pemasaran kripik buatannya, Yanto tidak perlu repot karena para pengecer yang datang/kulakan ke rumahnya selain itu dia juga membuka lapak didepan rumahnya. Harga Kripik produksinya cukup terjangkau yaitu Rp. 5000 untuk 3 ons kripik, Rp. 8.000 untuk setengah Kg, dan Rp. 16.000 untuk 1 kg kripik. Dari 40 Kg singkong mampu menghasilkan kripik sekitar 16 kg, dengan ongkos produksi sekitar Rp 121.000 dan harga jual Rp 16.000/kg dalam sehari rata-rata mendapat keuntungan Rp. 134.000.*

Sumber : www.sragenkab.go.id/humas/pj/yl

Ukuran Font  
Makanan khusus cemilan berbahan dasar singkong tersebut di Kabupaten Sragen ternyata sangat diminati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan nama Criping Pohung.
Cetak

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

No Image Anak Jalanan Curhat ke Gubernur JatengPuluhan anak jalanan, Minggu (23/11) berkumpul di halaman Kantor Gubernur. Mereka tidak sedang mengamen atau berjualan tetapi sedang memperingati 25 tahun Konvensi Hak Anak.

No Image Ali Mukhni Ajak Masyarakat Saksikan Sepak Bola HPNLaga final sepakbola Hari Pers Nasional (HPN) Sumbar yang mempertemukan tuan rumah Padang Pariaman Plus (PWI Padang Pariaman dan Padang) melawan tim PWI Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya (SSD) yang sejatinya digelar Sabtu (22/11) ini terpaksa ditunda pada hari yang sama pekan depan (29/11).

Ads