Jumat, 25 Juli 2014 | 13.47 WIB
Jateng Time

Kemendikbud: Kurikulum 2013 Tak Hilangkan Bahasa Daerah

Surabaya | Senin, 7 Januari 2013 - 06.58 WIB | Dibaca: 351 kali
IMG-7037

SURABAYA – Plt Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Prof Kacung Marijan MA menegaskan bahwa Kurikulum 2013 tidak akan menghilangkan bahasa daerah, namun mata pelajaran itu akan ada dalam muatan lokal seni budaya dan prakarya.

“Tidak benar kalau bahasa daerah dihilangkan dalam Kurikulum 2013, tapi bahasa daerah akan masuk ke dalam seni budaya, karena bahasa daerah tidak akan ditentukan pemerintah lagi, melainkan tergantung kepada sekolah,” katanya dalam Forum Tabayyun ISNU Jatim di Surabaya, Minggu (6/1) malam.

Dalam diskusi rutin Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim yang juga mengundang Sunan Fanani (Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU Jatim) dan Hartoyo (Biro Akademik ISNU Jatim) itu, ia menjelaskan seni budaya dan prakarya itu meliputi bahasa, tradisi, tarian, dan tata nilai.

“Misalnya, Tari Remo itu bisa dilakukan dengan Bahasa Jawa, tapi bisa juga dengan Bahasa Indonesia, tapi hal itu terserah kepada sekolah, karena bahasa daerah di Jatim, misalnya bukan hanya Jawa, tapi Jawa, Madura, dan Osing,” katanya dalam diskusi yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal itu.

Bahkan, katanya, Bahasa Madura, misalnya, juga bukan hanya di Madura, melainkan juga ada di Probolinggo dan kawasan ‘tapal kuda’ lainnya, karena itu bahasa daerah itu diserahkan kepada sekolah masing-masing. “Bahasa juga hanya bagian dari budaya, karena itu tradisi, tarian, dan tata nilai juga perlu diajarkan serta dipraktikkan,” katanya.

Menurut dia, hal itu menunjukkan Kurikulum 2013 itu bukanlah perubahan kurikulum, melainkan hanya penataan kurikulum untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman yang menuntut sumber daya manusia yang kompeten dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

“Yang disebut kompetensi itu bukan hanya akademik, tapi juga non-akademik seperti ketrampilan dan sikap, karena itu standar penilaian (evaluasi) dalam Kurikulum 2013 bukan hanya ujian atau ulangan (out put),” kata Prof Kacung yang juga Guru Besar Ilmu Politik Unair Surabaya itu.

Namun, standar penilaian bersikap lengkap mulai standar proses hingga “out put” yakni observasi (pengamatan), bertanya, berpikir (nalar), eksperimen, dan menyampaikan (presentasi tertulis atau lisan), hingga ujian, sehingga kompetensi yang dihasilkan juga utuh (sedari proses hingga ujian).

“Sebenarnya, standar penilaian yang lengkap dari proses hingga out put itu sudah diajarkan di beberapa sekolah yang maju, karena itu kami masukkan ke dalam Kurikulum 2013 agar sekolah yang maju itu merata mulai dari kota dan sekolah anak-anak kaya hingga sekolah di pelosok dan miskin,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU Jatim Sunan Fanani menegaskan bahwa pemerintah sebaiknya memperhatikan pelaksanaan kurikulum yang baru dengan mempertimbangkan tiga tingkatan sekolah, yakni sekolah yang tahu Kurikulum 2013 dan melaksanakan, sekolah yang tahu tapi tidak paham sepenuhnya, dan sekolah yang tidak tahu kurikulum baru sama sekali.

“Ada sekolah yang sampai sekarang masih menggunakan kurikulum yang sangat lama, sehingga Kurikulum 2013 dan kurikulum sebelumnya pun tidak tahu. Sekolah seperti itulah yang harus diperhatikan, karena sekolah itu tidak tahu, terbelakang dan miskin,” katanya.

Namun, ia mengajak sekolah-sekolah di bawah lingkungan LP Ma’arif NU untuk bersikap pro-aktif dalam mencari informasi tentang Kurikulum 2013 dan melaksanakannya, karena kurikulum baru itu bertujuan mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia.

Senada dengan itu, Biro Akademik ISNU Jatim Hartoyo menyatakan ISNU Jatim mendukung Kurikulum 2013, meski ada sekolah yang belum tuntas dalam menerapkan kurikulum lama, tapi kurikulum baru sudah muncul. “Kalau kurikulum baru lebih bagus ya guru-guru harus lebih siap,” katanya.** (antara)

Ukuran Font  
Plt Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Prof Kacung Marijan MA menegaskan bahwa Kurikulum 2013 tidak akan menghilangkan bahasa daerah. Mata pelajaran itu akan ada dalam muatan lokal seni budaya dan prakarya.
Cetak

No Image Kodam Jaya Lakukan Pergeseran PejabatHanya karena limpahan kasih dan karunia-Nya, hari ini kita masih dapat melanjutkan rangkaian kegiatan sertijab para pejabat dengan melaksanakan acara Ramah Tamah, dalam suasana kebersamaan dan penuh kebahagiaan.

No Image Dandim Demak Serahkan Bingkisan Lebaran Untuk Istri Anggota dan PNS KodimDandim 0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto menyerahkan bantuan bingkisan kepada Istri anggota Kodim 0716/Demak yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana cabang Demak di Aula Makodim 0716/Demak, Kamis (17/07).

No Image Jembatan Comal Pemalang Ambles, Arus lalin DialihkanJembatan Sungai Comal yang menjadi jembatan penting di jalur antura akhirnya benar-benar ditutup total untuk semua jenis kendaraan. Hal tersebut dikarenakan kondisi jembatan yang sudah tidak layak untuk dilewati.

No Image Kodam Jaya Berikan Penghargaan Kepada Prajurit BerprestasiTNI akan tetap Konsisten dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan, dalam konteks menjaga dan melindungi segenap bangsa dan Negara.

Ads