Sabtu, 30 Mei 2015 | 11.13 WIB
Jateng Time

Nyadran Sapar Sebagai Tradisi Turun Temurun

Budi Santosa  |  temanggung | Minggu, 8 Desember 2013 - 21.53 WIB | Dibaca: 553 kali
IMG-16666

Temanggung, JT – Baru-baru ini,ratusan warga baik laki-laki maupun perempuan dari desa Ngropoh kecamatan Kranggan kabupaten Temanggung, melaksanakan ritual Nyadran Sapar.

Warga baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak, berduyun-duyun datang dengan menyunggi tenongan ke lokasi pemakaman, tempat dimana sesepuh desa yang bernama Ki Demang Donorojo dimakamkan. juga ikut memeriahkan acara ini. Tak ketinggalan, kaum duafa juga ikut hadir mengharapkan berkah di lokasi.

Ritual Nyadran Sapar atau Samparbanyu di desa ini sudah berlangsung turun temurun sejak zaman nenek moyang. Kegiatan digelar setahun sekali, tepat pada Jumat Wage, Bulan Sapar. Perayaan dilakukan dalam beberapa hari dengan penuntup berupa pertunjukkan wayang kulit.

terlihat hadir dalam acara itu, Camat setempat, Danramil, dan Denty Eka Widi Pratiwi yang notabene Anggota DPDRI perwakilan provinsi Jawa Tengah dan Calon Anggota DPDRI perwakilan provinsi Jawa Tengah periode 2014-2019.

Dalam kesempatan ini, Denty memberikan sambutan bahwa tradisi ini merupakan salah satu bentuk nguri-uri budaya Jawa yang juga merupakan pengamalan dari nilai-nilai Pancasila.

“Inti dari ritual Nyadran Sapar ini adalah untuk memohon keselamatan dari segala marabahaya, dan meminta petunjuk Allah agar warga senantiasa mendapatkan keselamatan dan limpahan rejeki dari Allah SWT,” sambut Denty.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh desa, dilanjutkan dengan pembagian tenongan kepada kaum duafa.**

Ukuran Font  
Baru-baru ini,ratusan warga baik laki-laki maupun perempuan dari desa Ngropoh kecamatan Kranggan kabupaten Temanggung, melaksanakan ritual Nyadran Sapar
Cetak

POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLING POLRES DEMAK MENGADAKAN LOMBA SISKAMLINGDemak,. Lomba ini dimaksutkan untuk menumbuh kembangkan lagi siskamling di desa desa yang sekarang mulai dirasakan berkurang atau dapat dikatakan mulai tidak ada. putaran pertama penilaian oleh tim yang dipimpin AKP Sutomo berlokasi di desa Medini yang mewakili kecamatan Gajah kabupaten Demak pada hari selasa, 19/05/2015. Tim penilai tiba di desa Medini pukul 21.wib disambut [...]

No Image Selama Setahun, LGN-OTA Santuni 854 Anak Asuh-Selama tahun 2014, Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) Kabupaten Jepara berhasil memberikan bantuan kepada 854 anak asuh dan 25 siswa terancam putus sekolah.

No Image Mutiara Karangbolong Ditampilkan di TMII – JakartaRatusan pengunjung memadati Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (22/3).

No Image Penurunan Nikah Dini Terganjal UU PernikahanPernikahan dini merupakan salah satu pemicu tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Jawa Tengah

Ads