Rabu, 26 November 2014 | 18.01 WIB
Jateng Time

Dinas Pendidikan, Kab. Semarang Rencanakan Bea Siswa RP 96 Juta

Imam Nur Ikhsan  |  Ungaran | Selasa, 19 Februari 2013 - 15.54 WIB | Dibaca: 550 kali
IMG-9158
Bupati H Mundjirin memberikan sambutan pada pembukaan forum SKPD Dinas Pendidikan di Ungaran. (foto:imam)

UNGARAN – Kepala Dinas Pendidikan Dewi Pramuningsih, mengemukakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Semarang merencanakan alokasi dana bea siswa bagi siswa SD dan kurang mampu sebesar Rp 96 juta.

Rencana itu merupakan sebagian hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2013 untuk kegiatan tahun 2014.

“Rencana kerja Disdik tahun 2014 akan dibahas dalam forum bersama pemangku kepentingan lainnya. Hasil Musrenbang akan menjadi salah satu acuan untuk menentukan program kerja tahun mendatang,” ujarnya Dewui pada acara Forum SKPD Dinas Pendidikan di ruang pertemuan Dinas Pendidikan, kompleks Perkantoran Suwakul, Selasa (19/2) pagi

Forum SKPD Dinas Pendidikan tersebut dibuka oleh Bupati Semarang,dr H Mundjirin dan diikuti seratusan pejabat struktural dan fungsional Dinas Pendidikan serta undangan lainnya. Hadir pula Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang The Hok Hiong dan ketua Dewan Pendidikan Drs Zaenal Abidin.

Berdasarkan hasil rekapitulasi musrenbang tahun 2013 untuk kegiatan tahun 2014 diketahui rencana pengembangan SMKN 1 Bawen senilai Rp 200 juta dan pengadaan SMA/SMK di Kecamatan Sumowono senilai Rp 700 juta. Sedangkan pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sebelas desa yang tersebar di enam kecamatan direncanakan mendapat alokasi dana Rp 1,165 miliar. Selain itu juga direncanakan pengadaan alat permainan edukatif (APE) untuk berbagai PAUD serta rehab gedung SD.

“Rencana itu masih akan dikoordinasikan, disinkronkan dan diintegrasikan untuk merumuskan rencana kerja tahun 2014,” kata Dewi Pramuningsih.

Sementara itu,Bupati dr Mundjirin mengatakan, jika kegiatan forum SKPD sangat penting dan efektif diawal tahun untuk mensinkronkan hasil musrenbang yang telah diperoleh. Pembangunan bidang pendidikan dinilai berhasil jika mampu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, mudah dan murah. “Biaya pendidikan yang dibebankan kepada masyarakat harus rasional dan hanya yang penting saja. Bahkan jika mungkin, masyarakat kurang mampu dibebaskan dari biaya pendidikan,” ungkap Mundjirin.

Masukan dan pendapat dari para pemangku kepentingan, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang menjadi landasan pembangunan daerah.**

Ukuran Font  
Kepala Dinas Pendidikan Dewi Pramuningsih, mengemukakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Semarang merencanakan alokasi dana bea siswa bagi siswa SD dan kurang mampu sebesar Rp 96 juta.
Cetak

No Image Armen : Masyarakat Harus Mengenal Adat Istiadat DaerahnyaSekretaris Daerah Kota Pariaman, Armen, menghimbau Masyarakat untuk memahami budaya dan adat istriadat sendiri.

No Image Bupati Ali Mukhni Serahkan Aset ke Kota PariamanDua Kepala Daerah duduk Semeja antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi contoh terbaik dalam serah terima aset daerah.

No Image Tingkir Lor Dikembangkan Jadi Desa WisataWisata itu identik dengan promosi dan biaya promosi itu memang tidak sedikit. Namun begitu, ternyata anggaran promosi pariwisata di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah relatif sedikit.

No Image Potensi Ternak Sapi Potong MenjanjikanKetersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Ads