Selasa, 2 September 2014 | 03.59 WIB
Jateng Time

Majukan Pendidikan, Kemendikbud Paparkan Tiga Program Strategis

Sarbini  |  Jakarta | Senin, 4 Maret 2013 - 08.22 WIB | Dibaca: 261 kali
IMG-9715
Kemendikbud, M.Nuh

JAKARTA – Ke depan, tantangan dunia pendidikan semakin besar. Kebutuhan tenaga kerja terampil terus bertambah tiap tahunnya. Buktinya,tahun lalu saja, kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia mencapai angka 55 juta.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan menetapkan tiga strategi untuk memajukan pendidikan bangsa. Strategi-strategi ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan ketersediaan tenaga kerja terampil.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh. Ia mengatakan, kebutuhan tenaga kerja yang trampil akan mengalami kenaikan cukup drastis hingga tahun 2030 yang akan mencapai angka 113 juta, ujarnya di Jakarta belum lama ini.

Guna menghadapi kebutuhan itu, pemerintah telah memfomulasikan sejumlah kebijakan strategis untuk menjawab tantangan ini. Strategi pertama adalah meningkatkan wajib belajar dari sembilan tahun menjadi 12 tahun melalui pendidikan menengah universal. Target dari program ini adalah meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah menjadi tidak kurang dari 97 persen.

Strategi kedua adalah meningkatkan akses ke pendidikan tinggi yang mengacu pada Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam undang-undang itu disebutkan pemerintah wajib menyelenggarakan sedikitnya satu akademi komunitas di setiap kabupaten dan setidaknya ada satu universitas dan politeknik di tiap provinsi.

“Kemudian menyediakan BOPTN untuk mengurangi beban mahasiswa dan tetap memberi kuota 20 persen bagi mahasiswa tidak mampu. Karena pendidikan tinggi harus bisa dinikmati semua kalangan,” ungkap Nuh.

Strategi ketiga adalah merevisi kurikulum untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Kurikulum baru ini disusun untuk menyiapkan peserta didik menguasai keterampilan di abad 21 yang mengedepankan kreativitas dan keberanian melakukan inovasi, papar M. Nuh.**

Sumber: Kompas.com

Ukuran Font  
Kementerian Pendidikan dan kebudayaan menetapkan tiga strategi untuk memajukan pendidikan bangsa. Strategi-strategi ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan ketersediaan tenaga kerja terampil.
Cetak

No Image Jateng Sabet 3 Piala dalam Parade Tari Nusantara 2014Peserta Parade Tari Nusantara ini berasal dari 33 Provinsi se Indonesia, Jawa Tengah mendapatkan nomor urut penampilan 17 pada pekan Hari kemerdekaan Republik Indonesia di Teater Bhineka Tunggal Ika ( TBTI ) TMII Jakarta.

No Image PKDP Pemersatu Rang Piaman di RantauWakil Walikota Pariaman DR.Genius Umar, S.Sos,M.Si menghadiri undangan Halal Bi Halal warga PKDP Solok yang bertempat di Aula SMKN 1 Kota Solok, Selasa (19/08/2014).

No Image Wagub Jateng: Jangan Berkarya Hanya Untuk Diri SendiriTiga aspek ini harus kita dorong terus menerus agar bisa memaknai kemerdekaan Indonesia dengan benar dan baik.

No Image Bupati Semarang Sidak Uji Fisik Ranmor AngkutanGuna mengetahui dan mencegah kemungkinan praktik pungutan liar (pungli), Bupati Semarang H Mundjirin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tempat uji fisik (kir).

Ads