Selasa, 21 Oktober 2014 | 04.10 WIB
Jateng Time
Pendidikan

Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan 2013, Bisa di Akses Secara Online

-  |  Jakarta | Jumat, 7 Juni 2013 - 08.04 WIB | Dibaca: 398 kali
IMG-12551
ilustrasi logo pendidikan.net

MASYARAKAT bisa mengakses secara online pelaksanaan kurikulum tahun pelajaran 2013/2014 melalui laman kurikulum.kemdikbud.go.id, seiring rencana penerapan kurikulum tersebut pada 15 Juli mendatang.

“Informasi mengenai perkembangan kurikulum bisa dilihat di Sistem Elektronik Pemantauan Implementasi Kurikulum (SEPIK) 2013,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim di Kemdikbud, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, untuk pengadan tender buku Kurikulum 2013 telah selesai dilaksanakan dan pemenangnya sudah diumumkan. Insya Allah kalau DIPA sudah disetujui atau keluar dari Kemkeu akan segera dilakukan kontrak dengan pemenang tender.

Sasaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak 6.325 sekolah untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK di 295 kabupaten/kota di 33 provinsi. Sementara anggaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak Rp 829 miliar.

Adapun kriteria sekolah sasaran yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 ini harus memenuhi kesiapan sekolah, yang ditandai dengan akreditasinya dan sekolah eks RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Diutamakan sekolah akreditasi A, tetapi untuk menjangkau dan proporsional diambil akreditasi B.

Menurut Musliar, pelatihan guru yang akan mengajarkan Kurikulum Baru ini dilakukan secara bertingkat mulai dari melatih instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran. Pelatihan untuk guru sasaran, akan dilakukan saat liburan sekolah supaya tidak mengganggu aktivitas sekolah.

“Untuk instruktur nasional dilakukan 24 Juni,” ujar Wamendikbud.

Adapun PTK sasaran yang dilatih total sebanyak 74.289 orang meliputi instruktur nasional sebanyak 572, guru inti 4.740, pengawas inti 565, dan guru sasaran 55.762. Kemudian untuk pengawas sasaran 6.325 dan kepala sekolah sasaran 6.325.

Sementara itu Ketua Unit Implementasi Kurikulum Pusat Tjipto Sumadi menyampaikan, SEPIK diluncurkan untuk melakukan pemantauan terhadap implementasi kurikulum yang meliputi distribusi buku, pelaksanaan pelatihan dari instruktur nasional, kepala sekolah, pengawas sekolah, guru inti hingga guru sasaran.

“SEPIK menyediakan fitur-fitur yang diperlukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) untuk mengakses lebih jauh pelaksanaan pelatihan,” katanya.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas menyampaikan, implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan terbatas dan bukan piloting. Dia menyebutkan, pada jenjang SD/MI diterapkan di sebanyak 2.598 sekolah untuk kelas 1 dan 4, sedangkan pada jenjang SMP/MTs 1.436 sekolah untuk kelas 7. Sementara pada jenjang SMA/MA di 1.270 sekolah dan SMK di 1.021 sekolah untuk kelas 10.

Pada tahun depan, selain diterapkan pada kelas 1,4,7, dan 10 juga ditambah kelas 2,5,8, dan 11. “Tahun ketiga terimplementasi di semua jenjang,” katanya.*

Sumber : www.setkab.go.id/Humas Kemdikbud/ES

Editor : HFO

Ukuran Font  
Masyarakat bisa mengakses secara online pelaksanaan kurikulum tahun pelajaran 2013/2014 melalui laman kurikulum.kemdikbud.go.id, seiring rencana penerapan kurikulum tersebut pada 15 Juli mendatang.
Cetak

No Image Nelayan Pulolampes Bulakamba Berharap Suntikan DanaPuluhan nelayan Pulolampes Kecamatan Bulakamba berharap kepada Bupati Brebes untuk memberikan suntikan dana untuk aktivitas kerjanya. Pasalnya, selama ini dana yang dia dapatkan dari para rentenir.

No Image Dies Natalis, Undip Usung Konsep Otonomi dalam HarmoniUniversitas Diponegoro (Undip) segera berubah status dari Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

No Image Polres Demak Berhasil Tangkap 12 PenjudiDalam rentang waktu dua bulan terakhir, jajaran Polres Demak yang dipimpin Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) R.Setijo Nugroho Hasto berhasil mengungkap dan menangkap 12 pelaku perjudian di wilayah hukumnya.

No Image Perceraian Picu Perkembangan Trafficking di JabarTingginya angka perceraian di beberapa kabupaten/kota di Jabar ternyata memicu perkembangan trafficking (perdagangan manusia).

Ads